Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cegah Masalah Kesehatan Jiwa Sejak Dini, Siswa SMA Negeri 1 Kuala Ikuti Sosialisasi P3LP

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:48 WIB Last Updated 2026-10-01T14:48:16Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya kesehatan jiwa di kalangan generasi muda terus mendapat perhatian. Salah satunya dilakukan di SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kesehatan yang melibatkan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang aula SMA Negeri 1 Kuala, Kamis (1/10/2026), dengan melibatkan para siswa sebagai peserta. Salah satu agenda utama yang diberikan adalah sosialisasi P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologi).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh pemahaman bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada usia remaja yang merupakan fase perkembangan dengan berbagai perubahan dan tantangan.

Melalui sosialisasi tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis, baik yang dialami oleh diri sendiri maupun orang-orang di lingkungan sekitar.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi emosional, tekanan psikologis, maupun persoalan lain yang berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa.

Dalam kehidupan pelajar, berbagai persoalan dapat muncul, mulai dari tekanan belajar, persoalan pertemanan, hubungan sosial, keluarga hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses menuju kedewasaan. Karena itu, kemampuan mengenali kondisi psikologis sejak dini menjadi salah satu bagian penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan tangguh.

Kegiatan di SMA Negeri 1 Kuala tidak hanya berorientasi pada pemberian materi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen turut melakukan pendampingan skrining kesehatan jiwa di lingkungan fasilitas pendidikan tersebut. Untuk kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen menugaskan Ramli, SKM, MKM, Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya; Nurhasnah, AMK, Pengolah Data dan Informasi; serta Ediar Saputra, SKM, Penelaah Teknis Kebijakan.

Skrining kesehatan jiwa menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa secara lebih dini. Dengan deteksi dan pendampingan yang dilakukan sejak awal, berbagai kondisi yang membutuhkan perhatian diharapkan dapat ditangani secara tepat sesuai kebutuhan.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa upaya menjaga kesehatan peserta didik tidak cukup hanya dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan fisik. Kondisi psikologis dan emosional siswa juga perlu menjadi bagian dari perhatian bersama.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen juga melaksanakan pembinaan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah.

Untuk pembinaan tersebut, tim yang ditugaskan terdiri dari Ns. Sarah Hurriah, S.Kep, Penelaah Teknis Kebijakan; Eli Sumarni, A.Md.Keb, Bidan Terampil; dan Siti Nadia Reihan, Penata Layanan Operasi.

Pembinaan Kawasan Tanpa Rokok di sekolah diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari paparan asap rokok.

Lingkungan sekolah yang sehat merupakan salah satu faktor pendukung dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Karena itu, edukasi kesehatan jiwa dan pembinaan perilaku hidup sehat menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., turut mendukung kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen tersebut.

Menurutnya, perhatian terhadap siswa tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat dan mendukung perkembangan mereka.

Kehadiran tenaga kesehatan di lingkungan sekolah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh informasi langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan.

Hal ini penting agar pemahaman mengenai kesehatan jiwa tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa juga diharapkan mampu membangun kepedulian terhadap teman sebaya. Ketika menemukan teman yang mengalami persoalan atau menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi emosional, siswa diharapkan tidak melakukan penghakiman, melainkan memberikan dukungan dan mengarahkan kepada orang dewasa atau tenaga profesional yang dapat membantu.

Dengan cara tersebut, sekolah dapat menjadi lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang yang memberikan rasa aman bagi siswa dalam menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuala ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen melalui kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya menjadikan sekolah sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia muda.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk lebih memahami diri sendiri, menjaga kesehatan, serta membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan jiwa pelajar bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Sekolah, keluarga, teman sebaya dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang sehat secara fisik, mental dan sosial.

Melalui edukasi P3LP, skrining kesehatan jiwa dan pembinaan Kawasan Tanpa Rokok, SMA Negeri 1 Kuala bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen berupaya membangun kesadaran tersebut dari lingkungan pendidikan.

Langkah itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan sekolah yang sehat, aman dan mampu mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.