Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Satu-satunya Perempuan dalam Kepengurusan, Dr. Diana Resmi Dilantik Jadi Ketua MPA Bireuen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:31 WIB Last Updated 2026-10-01T15:33:06Z



Detikacehnews.id | Bireuen – Dr. Diana, S.Pd., MA resmi dipercaya memimpin Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen periode 2026-2031. Ia menjadi satu-satunya perempuan dari 11 pengurus MPA Bireuen yang dilantik oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., pada Kamis (1/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Oproom Kantor Bupati Bireuen dan dihadiri Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Dr. Marwan, M.Pd., anggota DPRK Bireuen Hj. Rosnani, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam prosesi tersebut, selain Dr. Diana, turut dilantik Dr. Dhiauddin, M. Usdami, S.E., M.M., Salman, S.T., Syafruddin Daud, S.Pd., Hanafiah, S.Pd., M.A.P., Ibrahim Harun, S.Pd., Saiful Ma'ali, S.T., Yusri, S.Sos., M.Si., Syafie M. Isa, S.Pd., dan Abdul Manaf Isda, S.Ag.

Kepercayaan kepada Dr. Diana menjadi catatan tersendiri dalam kepengurusan MPA Bireuen periode lima tahun ke depan. Selain menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran pengurus yang dilantik, ia juga memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan akademik.

Bagi Dr. Diana, amanah tersebut datang pada momentum penting dalam perjalanan karier akademiknya. Sebab, hanya dua hari sebelum pelantikan, ia juga menerima penghargaan sebagai Dosen Inspiratif pada ajang AICISSS PTKIS Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam bidang pendidikan. Capaian itu sekaligus menjadi bagian dari prestasi Universitas Islam Aceh (UIA) dalam ajang AICISSS PTKIS Award 2026.

Foto: Dr. Diana, S.Pd., MA



Penghargaan tersebut menambah catatan dalam perjalanan akademik Dr. Diana yang selama ini aktif di berbagai bidang pendidikan, organisasi, serta pengembangan kelembagaan.

Bagi Dr. Diana, penghargaan itu bukan semata-mata bentuk apresiasi terhadap kiprahnya sebagai akademisi, tetapi juga menjadi amanah untuk terus memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Kini, amanah tersebut kembali bertambah setelah dirinya dipercaya memimpin MPA Bireuen hingga 2031.
Fokus pada Pendidikan Berkarakter Islami*

Usai dilantik sebagai Ketua MPA Bireuen, Dr. Diana mengatakan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, perkembangan pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya membangun karakter peserta didik yang memiliki nilai moral dan keislaman.

"Tantangan pendidikan sekarang lebih kepada karakter. Mudah-mudahan dengan dipercayakannya saya sebagai Ketua MPA Bireuen, kita bisa mengembangkan pendidikan berkarakter yang Islami sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh agama, negara maupun kabupaten," ujar Dr. Diana.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah yang ingin dibawa Dr. Diana dalam menjalankan amanah barunya. Ia melihat pendidikan bukan hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, nilai, dan tanggung jawab sosial.

Dalam konteks tersebut, keberadaan MPA Bireuen diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan di daerah, termasuk melalui gagasan, masukan, dan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Perempuan dengan Rekam Jejak Akademik

Kepercayaan terhadap Dr. Diana untuk memimpin MPA Bireuen tidak terlepas dari perjalanan panjangnya di dunia pendidikan.

Dr. Diana lahir di Bangka Jaya pada 8 Oktober 1985. Perjalanan pendidikannya ditempuh dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan konsentrasi yang kuat pada bidang pendidikan Islam.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Islam di IAI Almuslim Aceh pada 2011. Pendidikan magister ditempuh pada bidang Pendidikan Islam di IAIN Ar-Raniry pada 2013, kemudian melanjutkan pendidikan doktoral pada bidang yang sama di UIN Ar-Raniry dan menyelesaikannya pada 2024.

Latar belakang akademik tersebut kemudian dipadukan dengan pengalaman dalam pengelolaan program studi dan kelembagaan pendidikan.

Dr. Diana pernah dipercaya sebagai Ketua Program Studi Ekonomi Syariah IAI Almuslim periode 2017-2021. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Almuslim periode 2022-2025.

Pengalaman tersebut memperkuat kiprahnya dalam pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya dalam aspek akademik dan kelembagaan.

Selain aktivitas akademik, Dr. Diana juga dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab strategis. Ia tercatat sebagai Direktur Hubungan Internasional Universitas Almuslim sejak 2025 hingga sekarang, serta Kepala Bagian Kerja Sama dan Kemitraan Global Universitas Almuslim sejak 2024.

Di luar lingkungan perguruan tinggi, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi yang berkaitan dengan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.

Dr. Diana dipercaya sebagai Ketua Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karang Taruna Bireuen sejak 2024, serta menjadi Dewan Kehormatan PGRI Provinsi Aceh sejak tahun yang sama.

Berbagai pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekal Dr. Diana dalam menjalankan amanah sebagai Ketua MPA Bireuen periode 2026-2031.

Amanah Baru untuk Pendidikan Bireuen

Pelantikan Dr. Diana sebagai Ketua MPA Bireuen menandai dimulainya tanggung jawab baru yang lebih luas dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan di daerah.

Sebagai lembaga yang berkaitan dengan pengembangan dan pemberian masukan di bidang pendidikan, MPA Bireuen memiliki posisi penting dalam mendorong lahirnya pemikiran dan gagasan yang dapat mendukung kemajuan pendidikan.

Dengan latar belakang sebagai akademisi, pengelola perguruan tinggi, serta aktivis organisasi, Dr. Diana diharapkan dapat membawa pengalaman tersebut dalam menjalankan tugasnya selama periode kepengurusan 2026-2031.

Posisinya sebagai satu-satunya perempuan dalam jajaran pengurus yang dilantik juga memberikan warna tersendiri dalam kepengurusan MPA Bireuen.

Kehadiran Dr. Diana sekaligus menunjukkan keterlibatan perempuan dalam ruang pengambilan peran di bidang pendidikan daerah. Namun, amanah tersebut bukan sekadar representasi, melainkan tanggung jawab untuk memberikan pemikiran dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.

Dengan pengalaman akademik yang dimiliki dan berbagai amanah yang pernah dijalankan, Dr. Diana kini memasuki babak baru pengabdiannya.

Dari ruang perguruan tinggi, organisasi, pemberdayaan perempuan hingga pengembangan kerja sama kelembagaan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya dipercaya memimpin MPA Bireuen.

Selama lima tahun ke depan, tantangan pendidikan Bireuen tentu tidak ringan. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan karakter generasi muda menjadi bagian dari persoalan pendidikan yang membutuhkan perhatian bersama.

Di tengah tantangan tersebut, Dr. Diana membawa satu pesan utama: pendidikan tidak cukup hanya membentuk generasi yang berilmu, tetapi juga harus melahirkan generasi yang memiliki karakter dan nilai keislaman.

Amanah sebagai Ketua MPA Bireuen periode 2026-2031 pun kini berada di pundaknya, dengan harapan pengalaman dan kapasitas yang dimilikinya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Bireuen.