Detikacehnews.id | Bireuen - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Universitas Almuslim bersama mitra internasionalnya, Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, melalui kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dirangkai dengan buka puasa bersama pengungsi banjir di Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Dayah Istiqamatuddin, Alue Kuta Jangka, tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi lintas negara dalam bidang kemanusiaan, sekaligus penguatan implementasi kerja sama akademik internasional antara kedua perguruan tinggi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Almuslim, di antaranya para dekan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kesehatan, dan Fakultas Teknik, para dosen, anggota Sanggar Mirah Delima, serta unsur lainnya di lingkungan kampus. Kehadiran mereka menegaskan komitmen institusi dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi dengan aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Dari pihak NGU Jepang, hadir sembilan mahasiswa bersama Prof. Kage Toshio, selaku Dean of Faculty of Intercultural Studies, serta Prof. Saeki Natsuko. Kehadiran delegasi akademisi dan mahasiswa dari Jepang tersebut menjadi simbol solidaritas global terhadap masyarakat Kabupaten Bireuen yang terdampak bencana banjir besar pada akhir November 2025 lalu.
Koordinator kegiatan, Risky Novialdi, S.IP., M.HI., selaku Head of International Office Universitas Almuslim, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir. Rombongan melihat sisa-sisa rumah warga yang rusak parah akibat terjangan banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan sebelumnya.
Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran kemanusiaan dan penguatan empati lintas budaya bagi mahasiswa dan dosen NGU.
“Mahasiswa dan dosen dari NGU kami ajak untuk melihat langsung kondisi masyarakat agar mereka memahami secara nyata dampak bencana yang terjadi. Interaksi ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga dalam membangun sensitivitas sosial dan perspektif global,” ujarnya.
Melalui interaksi tersebut, para mahasiswa NGU berkesempatan berdialog dengan warga, mendengarkan kisah perjuangan mereka dalam menghadapi bencana, serta menyaksikan proses pemulihan yang masih terus berlangsung.
Sebagai bentuk dukungan moril dan materil, Universitas Almuslim dan NGU menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, paket kebutuhan Lebaran, serta paket khusus untuk anak-anak.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada para pengungsi dan keluarga terdampak di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini juga memperlihatkan peran aktif perguruan tinggi sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat menghadapi situasi krisis.
Selain aksi sosial, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan pembahasan implementasi kerja sama (implementation of agreement) antara beberapa fakultas di lingkungan Universitas Almuslim dengan pihak NGU Jepang. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut program kolaborasi, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam bidang pendidikan dan studi lintas budaya.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi yang harmonis antara kedua institusi. Ia menegaskan bahwa kemitraan internasional harus diaktualisasikan dalam bentuk program konkret yang berdampak nyata.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemitraan internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan berkontribusi dalam setiap situasi yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh bahwa kerja sama akademik dapat berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan, sehingga memperkuat citra perguruan tinggi sebagai institusi yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah. Suasana kebersamaan yang hangat tampak antara masyarakat pengungsi, civitas akademika Universitas Almuslim, serta delegasi NGU Jepang.
Momentum tersebut tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan lintas bangsa dalam semangat kemanusiaan dan solidaritas global.
Melalui kegiatan ini, Universitas Almuslim dan Nagoya Gakuin University menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi internasional yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah tantangan bencana yang dihadapi, sinergi lintas negara ini menjadi harapan dan energi positif bagi proses pemulihan masyarakat di Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
.jpg)