×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Serahkan Simbolis Dana Jadup, Pencairan Dimulai 6 April

Sabtu, 04 April 2026 | 08:48 WIB Last Updated 2026-04-04T01:48:35Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen — Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan dana bantuan jaminan hidup (jadup) tahap I bagi korban banjir dan tanah longsor mulai dicairkan pada Senin, 6 April 2026. Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya.

Pada tahap pertama, total dana jadup yang disalurkan mencapai Rp22.104.900.000. Bantuan ini diperuntukkan bagi 16.374 jiwa atau 4.759 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Setiap jiwa akan menerima bantuan sebesar Rp15.000 per hari atau setara Rp450.000 per bulan. Bantuan tersebut diberikan untuk kebutuhan selama tiga bulan guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan pada Jumat, 3 April 2026, pukul 15.00 WIB di Pendopo Bupati Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Ismunandar, S.T., M.T., kepada 100 orang perwakilan penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bireuen menyampaikan bahwa bantuan jadup ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan pascabencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan pada Jumat, 3 April 2026, pukul 15.00 WIB di Pendopo Bupati Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Ismunandar, S.T., M.T., kepada 100 orang perwakilan penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bireuen menyampaikan bahwa bantuan jadup ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan pascabencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Program bantuan jadup ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra, khususnya Kabupaten Bireuen. Selain bantuan jadup, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah-langkah pemulihan lainnya, baik dari sisi infrastruktur, perbaikan hunian, maupun pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa pemulihan, serta menjadi bagian dari upaya percepatan bangkitnya masyarakat dari dampak bencana.