×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Potret Rumah Lima Yatim Piatu Batee Timoh, Sebelum dan Sesudah Dibangun dari Dana Pribadi Bupati Bireuen

Senin, 06 April 2026 | 20:37 WIB Last Updated 2026-04-06T13:39:31Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Kisah lima yatim piatu di Gampong Batee Timoh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menghadirkan potret kontras antara kondisi hunian sebelum dan sesudah dibangunnya rumah layak huni dari dana pribadi Bupati Ir. H. Mukhlis, ST. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memberikan harapan bagi masa depan lima bersaudara yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.

Sebelum mendapat bantuan, Dewi Auliana (23) bersama empat adik perempuannya tinggal di sebuah rumah konstruksi kayu sederhana berukuran 3 x 8 meter. Rumah tersebut tidak memiliki kamar tidur maupun dapur. Kondisinya pun memprihatinkan, dengan atap yang bocor di beberapa titik sehingga air hujan kerap masuk ke dalam rumah.

Dengan ruang yang sangat terbatas, lima bersaudara itu harus berbagi tempat untuk beristirahat dan beraktivitas sehari-hari. Minimnya fasilitas membuat kehidupan mereka jauh dari kata layak, terlebih setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan bantuan tetangga dan masyarakat sekitar.




Dalam keterbatasan tersebut, Dewi Auliana juga harus memikul tanggung jawab sebagai kakak sekaligus pengganti orang tua. Ia mengaku hanya sempat mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP. Hal yang sama juga dialami adik pertamanya. Sementara dua adik lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar, dan adik bungsu yang masih berusia empat tahun belum bersekolah.

Kondisi ini berubah ketika Bupati Ir. H. Mukhlis, ST melihat langsung keadaan rumah mereka pada kunjungan lapangan. Tersentuh dengan kondisi tersebut, ia spontan menyatakan akan membangun rumah layak huni menggunakan dana pribadinya agar prosesnya dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu anggaran pemerintah.

Rumah layak huni yang dibangun tersebut berkonstruksi permanen, dengan spesifikasi yang sama seperti rumah bantuan pemerintah. Hunian baru itu berukuran 6 x 6 meter dan telah dilengkapi fasilitas kamar mandi, sehingga memberikan kenyamanan yang jauh lebih baik bagi lima bersaudara tersebut.

Kontruksinya sama dengan rumah bantuan dari Pemerintah. Bedanya, ini tidak perlu syarat dan tidak perlu menunggu tahun depan. Insya Allah mulai besok akan dipasok material,” ujar Bupati Mukhlis saat menyampaikan komitmennya membangun rumah tersebut pada Oktober 2025 lalu.



Kini, perbedaan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan terlihat jelas. Dari rumah kayu sempit tanpa fasilitas memadai, lima yatim piatu tersebut kini menempati rumah permanen yang lebih aman, bersih, dan layak. Mereka memiliki ruang yang cukup untuk beristirahat serta fasilitas yang mendukung kehidupan sehari-hari.

Perubahan ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial dan harapan baru bagi masa depan Dewi Auliana dan adik-adiknya. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat membantu mereka menjalani kehidupan dengan lebih baik, sekaligus memberi semangat untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Potret rumah sebelum dan sesudah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi anak-anak yatim piatu yang tengah berjuang menghadapi kehidupan.