Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, Mukhlis, mengunjungi rumah keluarga bocah yang dilaporkan terjatuh ke sungai dan hilang terseret arus di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Rabu (1/4/2026) sore.
Bupati tiba di lokasi bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hanafiah, Asisten I Mulyadi, serta sejumlah pejabat lainnya. Kedatangan rombongan langsung disambut oleh keluarga korban di Dusun Bivak. Dalam kesempatan itu, Bupati menemui langsung orang tua bocah tersebut untuk mendengarkan kronologi kejadian yang disampaikan oleh ibu korban, Faridah.
Peristiwa nahas tersebut menimpa seorang bocah bernama Muhammad Fadhil (3), putra pasangan Rudi dan Faridah. Korban dilaporkan terjatuh dari gerobak gantung penyeberangan darurat yang menggunakan kabel sling saat menyeberangi sungai dari wilayah Salah Sirong menuju Dusun Bivak, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian, korban berada dalam dekapan ibunya bersama kakeknya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan moril. Ia juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi.
Bupati menjelaskan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut pada Selasa malam saat berada di Banda Aceh. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung menginstruksikan Tim SAR serta Ketua Palang Merah Indonesia, Edi Saputra, SH, untuk turun ke lokasi guna membantu proses pencarian korban di kawasan pedalaman tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, insiden terjadi ketika keluarga korban menggunakan alat penyeberangan darurat berupa gerobak gantung yang ditarik menggunakan kabel sling. Jembatan penghubung di kawasan tersebut sebelumnya hancur akibat banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 dan hingga kini belum diperbaiki. Kondisi itu memaksa warga menggunakan fasilitas darurat sebagai satu-satunya akses penyeberangan.
Diduga, pintu gerobak gantung tersebut tidak terkunci dengan sempurna. Saat alat penyeberangan sedang bergerak di atas sungai, pintu tiba-tiba terbuka sehingga korban terjatuh dari pelukan ibunya. Setelah jatuh dari ketinggian, korban langsung terseret arus sungai yang deras di tengah kondisi malam hari dan hujan yang mengguyur kawasan tersebut.
Peristiwa tragis tersebut memicu kepanikan warga di wilayah Salah Sirong dan Dusun Bivak. Meski hujan deras mengguyur, masyarakat berbondong-bondong keluar rumah untuk melakukan pencarian. Namun upaya awal tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi medan yang sulit, arus sungai yang deras, serta minimnya penerangan.
Sejak bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut, warga Dusun Bivak mengalami keterisolasian. Akses menuju desa terdekat untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun aktivitas lainnya menjadi terhambat. Keberadaan kabel sling darurat menjadi solusi sementara bagi warga untuk menyeberangi sungai di perbatasan Kecamatan Juli dan Kecamatan Jeumpa.
Hingga Rabu sore, korban masih belum ditemukan. Tim SAR bersama warga terus melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi kemungkinan korban terbawa arus. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Bupati berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil dan meminta seluruh tim yang terlibat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan operasi. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperhatikan kondisi infrastruktur di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
