×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Ingatkan Tim Survei, Data Banjir Harus Sesuai Fakta Lapangan

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:36 WIB Last Updated 2026-05-01T13:36:45Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan pentingnya kejujuran dan akurasi dalam proses pendataan kerusakan rumah warga akibat banjir yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.

Penegasan ini disampaikan oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, melalui Kepala BPBD Bireuen, Ir. Marwan, ST., MT., pada Jumat (1/5/2026). Ia menekankan bahwa seluruh tim yang diturunkan ke lapangan harus bekerja secara profesional, teliti, dan penuh tanggung jawab, tanpa adanya unsur kelalaian maupun praktik yang dapat merugikan masyarakat.

Menurut Marwan, pendataan kerusakan rumah merupakan tahapan krusial yang akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak terjadi manipulasi data atau kerja sama yang tidak sehat antara tim survei (enumerator) dengan perangkat desa setempat.

Pendataan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menyangkut hak masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, kami menegaskan agar seluruh proses dilakukan secara jujur, objektif, dan sesuai kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Ia juga merespons berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait keraguan terhadap kinerja tim lapangan. Menurutnya, seluruh petugas yang diturunkan telah dibekali tanggung jawab dan pedoman kerja yang jelas.

Kami pastikan tim survei bekerja serius dan tidak main-main. Setiap kerusakan dicatat secara rinci, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat, disertai dokumentasi foto serta koordinasi dengan perangkat desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Marwan menjelaskan bahwa tim pendataan terdiri dari berbagai unsur, antara lain BPBD, TNI, Polri, Kejaksaan, organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dinas terkait, serta relawan. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan dapat memastikan proses penilaian berjalan objektif dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, metode pendataan mengacu pada pedoman nasional terkait penilaian kerusakan dan kerugian akibat bencana. Dengan demikian, hasil yang diperoleh tidak hanya akurat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administrasi.

Terkait adanya keluhan dari sebagian warga yang merasa rumahnya belum didata atau terdapat ketidaksesuaian data, BPBD menjelaskan bahwa proses pendataan dilakukan secara bertahap. Hal ini mengingat luasnya wilayah terdampak serta jumlah rumah yang mencapai ribuan unit.

Kami meminta masyarakat untuk bersabar. Seluruh rumah yang memenuhi kriteria akan didata. Jika ada yang merasa belum terakomodir atau terdapat kesalahan data, kami telah menyediakan saluran pengaduan resmi melalui kantor desa, kecamatan, maupun posko induk BPBD,” ungkapnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Dukungan dari masyarakat dinilai sangat penting agar proses pendataan berjalan lancar dan hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Data yang akurat menjadi kunci utama agar bantuan, baik dari APBD maupun APBN, dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambah Marwan.

Hingga saat ini, proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung di sejumlah kecamatan terdampak. Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui BPBD berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan tersebut secepat mungkin, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera dilaksanakan.

Di akhir pernyataannya, Marwan kembali mengingatkan seluruh enumerator dan perangkat desa agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kecurangan akan berimplikasi serius dan berpotensi menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Jika ditemukan data yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, maka akan diambil tindakan tegas. Semua pihak yang terlibat bertanggung jawab penuh atas hasil pendataan. Perlu diingat, hasil ini akan menentukan masa depan para korban banjir. Jika ada yang mencoba bermain, pasti akan terungkap,” pungkasnya.