Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wapres Gibran Tinjau Hasil Revitalisasi UPTD SDN 7 Jangka, Pastikan Pemulihan Pendidikan Pascabencana Berjalan Optimal

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:30 WIB Last Updated 2026-08-06T08:30:45Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen dengan meninjau secara langsung hasil pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di UPTD SDN 7 Jangka, Desa Pante Ranub, Kecamatan Jangka, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan proses pemulihan sektor pendidikan pascabencana hidrometeorologi berlangsung optimal serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

Setibanya di lokasi, Wakil Presiden yang didampingi Wagub Aceh Fadhlullah dan Bupati Bireuen disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., Bunda Guru Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, serta Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana, S.Pd. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait yang mendampingi agenda peninjauan tersebut.

Kunjungan kerja ini difokuskan pada evaluasi hasil revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen pada November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas publik, termasuk sarana pendidikan yang berdampak terhadap terganggunya aktivitas belajar mengajar.

Sebagai salah satu sekolah yang terdampak cukup berat, UPTD SDN 7 Jangka menjadi prioritas dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan Pemerintah Pusat melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 95 peserta didik yang dibimbing oleh 18 tenaga pendidik dan kependidikan. Revitalisasi menjadi langkah penting agar seluruh warga sekolah dapat kembali melaksanakan proses pembelajaran dengan aman dan nyaman.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden menerima paparan mengenai kondisi sekolah sebelum dan sesudah revitalisasi. Setelah itu, Wapres meninjau langsung sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendukung yang telah selesai direhabilitasi. Ia memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kehadiran Wakil Presiden mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga, khususnya kaum perempuan, tampak antusias menyambut rombongan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat secara langsung kunjungan pimpinan nasional ke wilayah mereka.

Melalui program revitalisasi sekolah dari Pemerintah Pusat, sebanyak tujuh ruangan di UPTD SDN 7 Jangka telah selesai direhabilitasi secara menyeluruh. Fasilitas tersebut meliputi enam ruang kelas belajar dan satu ruang perpustakaan yang kini telah siap digunakan kembali untuk menunjang aktivitas pendidikan.

Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana, S.Pd., mengungkapkan bahwa banjir yang menerjang sekolah pada akhir tahun 2025 lalu membawa dampak yang cukup parah. Air yang masuk ke lingkungan sekolah diperkirakan mencapai ketinggian sekitar satu meter, disertai lumpur yang menggenangi hampir seluruh area sekolah.

Menurut Maryana, kondisi tersebut menyebabkan banyak fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Meja dan kursi belajar, buku-buku pelajaran, perlengkapan administrasi sekolah, hingga berbagai sarana penunjang pembelajaran tidak dapat digunakan lagi akibat terendam air dan lumpur.

"Pada saat banjir, kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Air mencapai sekitar satu meter dan lumpur masuk ke hampir seluruh ruangan sehingga banyak meja, kursi, buku-buku, serta fasilitas belajar lainnya mengalami kerusakan. Alhamdulillah, melalui program revitalisasi dari pemerintah, sekolah kami kini telah kembali layak digunakan," jelas Maryana.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Presiden beserta perhatian pemerintah. Melalui revitalisasi ini, sebanyak enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan telah selesai direhab. Kami berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemenuhan fasilitas pendukung sarana dan prasarana belajar, guna memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan semakin aman, nyaman, dan berkualitas," ujar Maryana.

Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas yang telah diperbaiki memberikan semangat baru bagi 95 peserta didik dan seluruh tenaga pendidik untuk kembali menjalankan proses pembelajaran secara optimal. Lingkungan sekolah yang lebih aman dan representatif diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UPTD SDN 7 Jangka.

Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat serta kementerian terkait dalam mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana, khususnya pada sektor pendidikan. Upaya tersebut dilakukan agar hak belajar anak-anak tetap terpenuhi sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bireuen.

Kunjungan Wakil Presiden ke UPTD SDN 7 Jangka menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap percepatan pemulihan pascabencana. Diharapkan, revitalisasi sekolah tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga membangkitkan semangat belajar para siswa serta memperkuat optimisme masyarakat dalam membangun kembali dunia pendidikan setelah bencana.