Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen di Jalan Banta Amat, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat memperkuat sarana pelayanan publik, khususnya dalam penyelenggaraan administrasi, bimbingan, dan koordinasi urusan haji serta umrah bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.
Peletakan batu pertama ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen beserta jajaran, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Syariat Islam, serta Keuchik dan perangkat Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang.
Diawali Peusijuk, Dilanjutkan Peletakan Batu Pertama
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi tepung tawar atau peusijuk yang dipimpin Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk. Saifuddin Muhammad, S.Hi., M.H. Prosesi tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam mengiringi dimulainya suatu kegiatan penting, sekaligus sebagai ungkapan doa dan harapan agar pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah prosesi peusijuk, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., secara simbolis menuangkan adukan semen pertama ke dalam fondasi bangunan. Tindakan tersebut menjadi tanda resmi dimulainya pengerjaan fisik pembangunan Gedung Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen.
Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya pembangunan sebuah gedung, tetapi juga mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan sarana pelayanan yang memadai. Kehadiran fasilitas yang representatif diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memberikan informasi, pendampingan, serta koordinasi yang berkaitan dengan ibadah haji dan umrah.
Anggaran Rp2,4 Miliar, Ditargetkan Selesai Desember 2026
Berdasarkan informasi pembangunan, gedung baru yang berlokasi di Jalan Banta Amat, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, tersebut menelan anggaran sebesar Rp2.418.852.564,00.
Anggaran pembangunan bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada kontraktor pelaksana CV RJ GROUP.
Pengerjaan proyek dijadwalkan berlangsung mulai 18 Agustus hingga 31 Desember 2026. Dengan adanya jadwal tersebut, pembangunan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai tahapan pekerjaan, memperhatikan ketentuan teknis, serta mencapai hasil yang memenuhi standar kualitas bangunan yang telah ditetapkan.
Pembangunan gedung ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas kerja dan pelayanan yang lebih layak bagi instansi terkait. Gedung yang representatif diharapkan dapat menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung efektivitas pelaksanaan tugas.
Diharapkan Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah
Keberadaan Gedung Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen diharapkan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut nantinya dapat mendukung berbagai kebutuhan administrasi, penyampaian informasi, bimbingan, serta koordinasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Bagi masyarakat, tersedianya gedung pelayanan yang memadai merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan pelayanan yang mudah diakses, nyaman, dan profesional. Hal ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran komunikasi antara masyarakat dengan instansi penyelenggara urusan haji dan umrah.
Pembangunan gedung baru tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sarana kelembagaan di Kabupaten Bireuen. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, pelaksanaan pelayanan diharapkan dapat berjalan secara optimal, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Melalui pembangunan ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Gedung yang dibangun bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas administrasi, tetapi juga diharapkan menjadi sarana yang mendukung pelayanan keagamaan secara lebih efektif, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan pada tahun anggaran 2026, masyarakat Bireuen diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kehadiran fasilitas tersebut setelah seluruh tahapan pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai ketentuan.
