Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Usulan Bupati Bireuen Terealisasi, Kemendagri Serahkan Lima Unit Ekskavator untuk Penanganan Banjir

Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:41 WIB Last Updated 2026-10-15T14:41:22Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mempercepat penanganan dampak banjir mulai mendapat dukungan konkret dari pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan lima unit alat berat berupa ekskavator dengan skema pinjam pakai kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mendukung pengerukan sungai, pembersihan lumpur endapan, serta penanganan lahan pertanian dan tambak yang terdampak banjir.

Penyerahan alat berat tersebut merupakan realisasi dari usulan Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., kepada Kemendagri agar daerah yang rawan banjir itu mendapatkan dukungan sarana dan prasarana untuk mempercepat proses penanganan dampak bencana.

Bupati Mukhlis, didampingi Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, S.T., M.T., menerima sekaligus menandatangani Berita Acara Serah Terima Pinjam Pakai lima unit ekskavator tersebut di Pendopo Bupati Bireuen, Kamis (15/10/2026).

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani sedimentasi sungai, membersihkan lumpur yang menghambat aliran air, serta memulihkan kawasan pertanian dan tambak masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko genangan dan banjir, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan fisik secara intensif.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris BPBD Kabupaten Bireuen, Camat Simpang Mamplam, Camat Peusangan Siblah Krueng, serta tim dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kemendagri.

Adapun lima unit alat berat yang diserahterimakan terdiri atas dua unit ekskavator jenis long arm dan tiga unit ekskavator biasa tipe PC 200. Seluruh alat berat tersebut diserahkan dalam kondisi baik dan lengkap untuk mendukung kegiatan penanganan banjir di sejumlah lokasi prioritas.

Berita acara serah terima ditandatangani oleh Kepala Biro Umum selaku Kuasa Pengguna Barang Sekretariat Jenderal Kemendagri, Dr. Asmawa, AP., M.Si., sebagai pihak pertama, dan Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., sebagai pihak kedua.

Dua Lokasi Menjadi Prioritas Pengerjaan

Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menetapkan lokasi pengoperasian alat berat dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan di lapangan. Sebanyak empat unit ekskavator, terdiri atas dua unit jenis long arm dan dua unit ekskavator biasa, akan dioperasikan di kawasan Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Sementara itu, satu unit ekskavator biasa lainnya ditempatkan di Kecamatan Simpang Mamplam, tepatnya di Gampong Rheum Barat.

Penempatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengerjaan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Dengan dukungan alat berat, proses pengerukan dan pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, khususnya pada kawasan yang mengalami penumpukan lumpur dan sedimentasi setelah banjir.

Keberadaan ekskavator juga diharapkan membantu mempercepat pemulihan fungsi saluran air serta mendukung penanganan kawasan pertanian dan tambak yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Tim Satgas PRR Kemendagri, Putu W. A.A. Pratama dari Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemendagri, menjelaskan bahwa dari lima unit alat berat yang dialokasikan untuk Kabupaten Bireuen, tiga unit telah tiba di lokasi. Adapun dua unit lainnya masih dalam perjalanan pada Kamis sore hingga malam hari akibat keterlambatan keberangkatan dari lokasi asal.

Kedatangan seluruh unit tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan pembagian lokasi yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Bupati Tekankan Pengaturan Operasional dan Pekerjaan Malam

Dalam arahannya, Bupati Mukhlis menekankan pentingnya pengelolaan operasional alat berat secara terstruktur agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pengaturan tersebut mencakup jam kerja, ketersediaan bahan bakar, konsumsi operator, hingga sistem penjagaan alat berat selama beroperasi di lapangan. Menurutnya, kesiapan seluruh aspek pendukung menjadi faktor penting agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan berkesinambungan.

Untuk menunjang kelancaran operasional, Bupati juga mengarahkan agar disiapkan tiga personel yang saling terhubung dalam koordinasi pekerjaan, termasuk satu personel yang bersiaga langsung di lapangan. Pengaturan ini dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi, memantau perkembangan pekerjaan, serta memastikan kebutuhan operasional dapat segera ditangani.

Selain itu, pekerjaan pada shift malam direncanakan berlangsung secara efektif selama kurang lebih satu bulan. Fokus utama pekerjaan tersebut adalah membersihkan slime atau lumpur endapan yang menumpuk di lokasi penanganan.

Pekerjaan malam dipertimbangkan untuk mengoptimalkan waktu pengerjaan sehingga proses pembersihan dapat berlangsung lebih intensif. Pelaksanaan operasional secara efektif dijadwalkan mulai Sabtu, setelah seluruh kebutuhan teknis dan pengaturan lapangan dipersiapkan.

Melalui pengaturan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap pengerjaan dapat berjalan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kesiapan operator, keselamatan kerja, ketersediaan bahan bakar, serta pemeliharaan alat berat selama digunakan.

Dukungan Kemendagri untuk Percepatan Pemulihan

Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan terima kasih kepada Kemendagri atas dukungan lima unit ekskavator yang diberikan melalui skema pinjam pakai. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan banjir dan dampak yang ditimbulkannya.

Dukungan alat berat ini juga memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam melaksanakan pekerjaan fisik yang membutuhkan peralatan khusus, terutama pengerukan sungai dan pembersihan lumpur endapan pada kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Bireuen selanjutnya akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh unit sesuai dengan lokasi dan kebutuhan pekerjaan yang telah ditetapkan. Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, operator, serta tim terkait menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan efektif.

Bagi Bireuen yang memiliki sejumlah kawasan rawan banjir, penanganan sedimentasi dan pembersihan saluran air merupakan langkah yang perlu dilakukan secara terencana. Selain mendukung pemulihan pascabanjir, pekerjaan tersebut diharapkan membantu mengurangi hambatan aliran air dan meminimalkan risiko genangan di kawasan yang membutuhkan penanganan.

Realisasi usulan pengadaan dukungan alat berat melalui Kemendagri ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat penanganan banjir di Kabupaten Bireuen. Dengan dukungan pemerintah pusat dan pengelolaan operasional yang terarah, pemerintah daerah berharap proses pembersihan dan pemulihan di lokasi prioritas dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.