Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Lahirkan Terobosan Baru, DEMA UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Raker

Senin, 20 Juni 2022 | 17:01 WIB Last Updated 2022-06-21T04:19:54Z

Lahirkan Terobosan Baru, DEMA UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Raker

 

Detikacehnews.id | Banda Aceh - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry selenggarakan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) selama dua hari. Sabtu dan Minggu, 18-19 Juni 2022 di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.

Kegiatan ini mengusung Tema : "From Ideas To Action" dihadiri oleh Presiden mahasiswa UIN Ar-raniry, para pengurus dan panitia Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Ar-raniry dan Pemateri Upgrading.

Presiden Mahasiswa, Mahmudin mengatakan beban moral pengurus sangat penting dalam mengemban amanah satu tahun mendatang.

"Untuk menyusun rancangan kerja satu tahun ke depan, banyak sekali persoalan-persoalan di Aceh yang harus diselesaikan" ungkapnya.

Menurutnya seluruh pengurus harus siap dari segi apapun untuk mengatasi permasalahan di UIN ini.

"Misalnya masalah bahasa dan lainnya, siap bekerja secara nyata sesuai Tupoksi masing-masing menteri" ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan di Aceh saat ini dengan selalu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

Dulu kita berperang melawan para penjajah, tapi sekarang kita melawan persoalan internal misalnya soal daerah Aceh kita ini yang dicaplok oleh tetangga, Kita harus menyuarakan aspirasi rakyat Aceh tersebut" kata Mahmuddin dengan penuh semangat.

Salah seorang dosen UIN Ar-Raniry juga sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Syafruddin Abe adalah seorang dosen di UIN Ar-raniry mengatakan pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang bisa melahirkan para pemimpin selanjutnya.

Seorang pemimpin bodoh adalah dia yang menciptakan pengagumnya atau kadernya. Seharusnya seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang harus menciptakan para pemimpin yang baru. Intinya adalah ia tidak menciptakan pengikut tapi menciptakan pemimpin lainnya.” ungkap Presma pada tahun 1997-1998 ini.

Ia berpesan untuk pengurus DEMA UIN Ar-raniry agar dapat mempergunakan suatu dana dengan sebaik mungkin, kegiatan harus sesuai dengan dana yang akan diamprahkan.

"Tugas kepemimpinan adalah untuk mempengaruhi orang, mampukah kalian mempengaruhi mahasiswa seluruh UIN ini?" Tanya beliau.

Ia juga menantang pengurus kini supaya mampu mengadakan kegiatan yang menyentuh mahasiswa UIN Ar-Raniry.

"Contohnya adalah kegiatan pengembangan diri" sebutnya.

Syarifuddin Abe juga ikut memaparkan bagaimana konsep pemimpin itu bahwasanya pemimpin bukan diciptakan tapi dilahirkan.

"Salah satunya dilahirkan adalah dari alam karena alamlah yang melahirkan para pemimpin. Pemimpin itu ada dua yaitu Pemimpin formal dipilih sedangkan pemimpin nonformal tidak dipilih tapi banyak pengikut contohnya gusdur, said dan syarifah, yang mengambil dzuriyah dari rasul" ujarnya.

Syarifuddin Abe juga mengatakan kepemimpinan itu diciptakan, misalnya bagaimana anda dihargai jika anda tidak menciptakan bentuk rasa menghargai tersebut. Kepemimpinan harus diciptakan agar seorang pemimpin itu berwibawa.

"Saya tidak setuju jika kalian demo rektor, demo dekan, karena agar kampus ini terus berwibawa. Boleh saja demo tapi harus ada tahapannya, lakukan audiensi terlebih dahulu dan bicarakan. Banyak permasalahan harus ada audiensi dengan rektor.

Sementara itu, Khairul Fuad, S. Ag juga senior dari kepemimpinan mengatakan tantangan globalisasi untuk mahasiswa saat ini.

"Dari dulu sampai saat ini saya berharap diantara kampus hijau dan kampus biru bisa bersinergi membuat suatu kegiatan bersama guna untuk mempersatu kedua universitas tersebut.” ujar Khairul.

Semua program dari kementerian tersebut sangat menarik dan mendapatkan respon positif dari para dewan pengurus harian. Setelah melewati proses diskusi yang panjang terhadap program-program kerja kementerian maka dewan pengurus harian menyepakati beberapa program yang memiliki dampak positif bagi berkembangnya dan majunya UIN Ar-Raniry Banda Aceh kedepan.