Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Artikel - Tugas Mulia Ibu Rumah Tangga

Jumat, 22 Desember 2023 | 21:35 WIB Last Updated 2023-12-22T14:35:47Z

Artikel - Tugas Mulia Ibu Rumah Tangga
Foto Penulis Syahrati, S. HI., M. Si., Penyuluh Agama Islam Kab. Bireuen 


Detikacehnews.id | Artikel - Ibu adalah awal mula seluruh kehidupan, jiwa abadi yang penuh cinta dan keindahan. Cinta seorang ibu adalah cinta tak bersyarat. Urgensi Ibu merupakan aksioma kehidupan dan ketentuan fitrah. Ibu dalam premis akal dan realistis kehidupan manusia yang lurus merupakan pondasi pertama dalam membangun keluarga.

Selain Adam dan Hawa, tak seorang pun di dunia ini yang tidak memiliki ibu. Bahkan bayi mungil yang dibuang di pinggir jalan sekalipun, tetaplah memiliki seorang ibu, bagaimanapun bentuk dan wujudnya.

Tetapi ternyata tidaklah mudah untuk sekadar berterima kasih dan menghargai peran seorang ibu. Sebuah peran suci dan sakral yang kini lebih sering dianggap sebagai peran domestik dan amat tradisional. Karenanya, kini tidak sedikit perempuan tak terkecuali saya, sering lebih bangga menyebutkan berbagai profesi lainnya baik sebagai guru, dosen, sekretaris, bisnis women. Menjadi seorang "ibu rumah tangga saja", buat sebagian orang adalah sesuatu yang tak bisa dibanggakan. Padahal ibu rumah tangga adalah profesi yang membuat manusia dapat berkembang dari satu generasi ke generasi, dan mungkin merupakan profesi tertua seiring dengan sejarah keberadaan manusia sendiri semenjak Nabi Adam diturunkan di bumi ini. Bahkan negara saja mengakui Ibu Rumah Tangga sebagai salah satu profesi sehingga dimasukkan ke dalam kriteria pekerjaan.

Profesi sebagai Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan yang tidak mengenal batas, ruang dan waktu. Ibu rumah tangga mempunyai daftar pekerjaan yang tak pernah habis. seorang ibu rumah tangga memiliki jabatan yang lebih kompleks dan tinggi dari profesi apapun. IRT adalah sang manager keuangan yang harus pintar mengatur anggaran rumah tangga, IRT juga sebagai chef profesional yang harus bisa mengolah makanan terbaik untuk keluarga serta tentunya menjadi ahli gizi untuk kebutuhan nutrisi anak-anak dan suami. Jabatan seorang psikologi pun tak lepas ada didalam diri seorang ibu rumah tangga. Seorang ibu harus bisa menjadi teman/lawan bicara, menjadi motivator bagi anggota keluarganya. Bahkan seorang ibu juga menjadi dokter di saat anggota kelurga sakit, ibu lah yang setia berjaga siang dan malam dengan penuh cinta merawat tanpa bayaran sepeserpun. Seorang ibu haruslah berilmu tinggi karena ibu adalah role model untuk anak-anaknya kelak, sehingga predikat guru pun disandang oleh sang ibu rumah tangga dan masih banyak lagi jabatan diluar sana yang disandang oleh seorang ibu rumah tangga. Bayangkan berapa bayaran harus diterima oleh seorang Ibu Rumah Tangga untuk profesi-profesi yang telah dijalaninya?

Menurut Islam, profesi ibu rumah tangga ibarat seorang ratu, ia menjadi pemimpin di rumah suaminya. Hal itu merupakan pekerjaan dan karier terberat dibanding segala profesi yang ada. Balasannya pun tiada tara yaitu surga, sesuatu yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Rasulullah Saw bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan. Dan, sebaik-baik perhiasan ialah wanita salihah—wanita yang baik dalam agamanya, rumah tangganya, serta pergaulannya.” (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya, pemikiran bahwa menjadi ibu rumah tangga sebuah pekerjaan rendahan berasal dari pikiran feminis. Bagi kaum feminis, menjadi ibu rumah tangga itu merendahkan martabat perempuan karena dianggap membebani dan melakukan perbudakan terhadap kaum hawa.

Balasan dari pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga bukanlah uang cash seperti yang didapatkan wanita pekerja kantoran. Namun sebagai Ibu Rumah Tangga penghasilannya berupa hasil dari darma baktinya bagi keluarga adalah penghasilan yang tak akan bisa dinilai dengan rupiah. Jadi, ibu-ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tak perlu berkecil hati dan rendah diri dengan profesi IRT yang seringkali tanpa penghargaan bahkan gaji.


Menyiapkan Diri Menjadi Calon Ibu yang Berkualitas

Tujuan utama dari menimba ilmu setinggi- tingginya bagi seorang wanita bukanlah untuk mendapatkan pekerjaan. Kalaupun sebagian wanita ingin bekerja, semua itu adalah pilihan. Namun yang menjadi tujuan utama dari mendapatkan pendidikan tinggi, sebenarnya untuk mempersiapkan diri kita para wanita untuk menjadi ibu terbaik. Karena ibu adalah madrasah yang pertama dan utama dari setiap anak. Bahwa dengan menjadi wanita terdidik, kita para wanita diharapkan dapat mendidik dan mengasuh anak kita nantinya, untuk menjadi diri mereka yang terbaik. Satu hal yang terpenting adalah bahwa para wanita berhak mengenyam pendidikan tinggi, untuk dapat melahirkan para generasi penerus yang luar biasa nantinya. Menjadi Apa pun yang kita lakukan adalah hasil pilihan yang didasarkan pada kesadaran dan pengetahuan yang cukup sehingga mengetahui konsekuensi yang mengikutinya.

Wanita wajib mengenyam pendidikan agar bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Bila seorang ibu terdidik dan mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak yang kuat agamanya serta cerdas, ia akan berperan dalam pembangunan, salah satunya ikut menyumbangkan generasi penerus bangsa yang cerdas, sedangkan perempuan koservatif yang hanya memiliki kemampuan “sumur, dapur, kasur” mungkin hanya bisa mendidik anak sebatas hal-hal yang dialami dan diketahuinya sebagai ibu rumah tangga.

Hal inilah yang kemudian menjadi landasan mengapa Kartini mengadakan kegiatan perempuan yang bersifat emansipatif. Pada zaman dulu, perempuan hanya identik sebagai pelaku rumah tangga yang keperluan dan kebutuhannya hanya sekadar urusan rumah tangga. Padahal, perempuan memiliki fungsi yang lebih matang dan lebih tinggi dibandingkan hal tersebut. Saat perempuan berpendidikan, maka ia tidak akan mudah untuk dibodohi, baik oleh anak maupun suaminya. Bahkan jika anak dan suaminya tidak memiliki sikap yang baik, maka sang ibu atau sang isteri bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan keluarganya.

Dengan demikian, pendidikan bagi seorang ibu rumah tangga bukanlah sebuah jalan untuk mencari peruntungan dalam bidang materi, melainkan cara untuk bisa memperbaiki psikis dan wawasan keluarganya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat Hari Ibu.