Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TK Ar-Raihan Gelar Manasik Haji Cilik, Tanamkan Nilai Rukun Islam Kelima Sejak Dini

Senin, 10 November 2025 | 16:12 WIB Last Updated 2025-11-10T09:14:47Z

Dokumentasi kegiatan murid TK Ar-Raihan mengikuti Manasik Haji Cilik yang dibina oleh Abi Akmal di halaman Sekolah Sukma Bangsa Bireuen.


Detikacehnews.id | Bireuen – Taman Kanak-Kanak (TK) Ar-Raihan yang beralamat di Jalan Medan–Banda Aceh, Desa Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menggelar kegiatan Manasik Haji Cilik bagi seluruh murid pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 179 murid tersebut dilaksanakan di Halaman Sekolah Sukma Bangsa Bireuen dan berlangsung dengan penuh semangat serta antusiasme dari para anak didik.

Kepala TK Ar-Raihan, Suryani, S.Pd


Kepala TK Ar-Raihan, Suryani, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Manasik Haji Cilik merupakan salah satu program rutin sekolah yang bertujuan memperkenalkan Rukun Islam Kelima kepada anak-anak sejak usia dini. “Ini bukan yang pertama kali kami adakan. Setiap tahunnya, kegiatan manasik haji menjadi momen penting bagi anak-anak untuk belajar secara langsung tentang makna ibadah haji dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, para murid dibimbing langsung oleh Ketua Yayasan Ar-Risalah Aceh, T. Akmal, ST., atau yang akrab disapa Abi Akmal. Para anak-anak diajak mempraktikkan tata cara pelaksanaan ibadah haji seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah, lengkap dengan pakaian ihram mini yang mereka kenakan.


Lebih lanjut, Suryani menuturkan bahwa TK Ar-Raihan telah berdiri sejak tahun 2004 dan terus berkomitmen memberikan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter. “Kami fokus pada pembinaan karakter anak sejak dini, seperti membiasakan anak untuk menyapa dan memberi salam kepada guru ketika bertemu. Hal-hal kecil seperti ini kami tanamkan agar menjadi bagian dari kepribadian mereka,” jelasnya.


Menurutnya, pendekatan karakter yang diterapkan di TK Ar-Raihan memberikan dampak positif jangka panjang. “Banyak alumni TK Ar-Raihan yang kini sudah duduk di bangku kuliah masih ingat dan tetap menegur sapa gurunya ketika bertemu di mana pun. Ini bukti bahwa pembiasaan karakter yang kami lakukan sejak dini memberi bekas mendalam,” tambahnya.


Selain kegiatan keagamaan seperti manasik haji, TK Ar-Raihan juga aktif mengadakan kegiatan sosial. Salah satu kegiatan rutin adalah penyantunan anak yatim yang dilaksanakan setiap momentum penting, seperti Maulid Nabi, bulan Ramadhan, dan acara kenaikan kelas. Santunan ini diberikan kepada murid yatim di lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial.


TK Ar-Raihan juga memiliki program kelas tahfiz khusus Juz 30. Program ini bersifat pilihan, menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. “Kami tidak mewajibkan setiap murid untuk menghafal, namun bagi yang ingin, mereka bisa menyetorkan hafalan melalui video bersama orang tuanya di rumah. Guru kemudian akan menilai dan memberikan bimbingan,” kata Suryani.


Untuk mendukung perkembangan akademik anak, sekolah juga menyediakan kelas tambahan bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih. Selain itu, TK Ar-Raihan secara rutin menggelar perlombaan tingkat PAUD dan TK menjelang bulan puasa guna menumbuhkan semangat berkompetisi dan kreativitas anak.


TK Ar-Raihan saat ini memiliki dua jenjang, yakni TK A dan TK B, dengan total 179 murid yang dibimbing oleh 20 orang guru. Sekolah ini memiliki empat ruang kelas yang tertata rapi dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.


Ketua Yayasan Hifzhuf Sibyan Bireuen, Kurniati, S.Pd.SD, yang menaungi TK A dan TK B Ar-Raihan, menambahkan bahwa sekolah tersebut juga memiliki program bantuan khusus bagi anak yatim piatu. “Sejak berdiri, kami memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak yatim piatu yang bersekolah di TK Ar-Raihan. Seluruh biaya mereka ditanggung sampai lulus,” ungkapnya.


Dengan berbagai kegiatan dan program tersebut, TK Ar-Raihan terus berupaya menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan seperti Manasik Haji Cilik, sekolah ini berharap dapat menanamkan nilai spiritual, sosial, dan moral kepada anak-anak sejak usia dini, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan cinta terhadap agamanya.