Detikacehnews.id | Banda Aceh - Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 08 Embarkasi Aceh (BTJ-08) di Aula Arafah Asrama Haji Banda Aceh, Selasa malam (12/05/2026). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri para keluarga jemaah serta unsur pemerintah daerah dari beberapa kabupaten di Aceh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si, Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Asisten I Setdakab Gayo Lues yang mewakili Bupati Gayo Lues, Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Asisten Pemerintahan Setdakab Bireuen, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, serta jajaran pimpinan Asrama Haji Embarkasi Aceh.
Kloter BTJ-08 merupakan gabungan jemaah dari tiga kabupaten di Aceh, yakni Kabupaten Bireuen sebanyak 211 orang, Kabupaten Aceh Besar 102 orang, dan Kabupaten Gayo Lues 74 orang. Seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Dalam rombongan tersebut, tercatat Najwa Laisa Salsabia (19 tahun) asal Kabupaten Gayo Lues sebagai jemaah termuda, sementara jemaah tertua atas nama Khatijah berasal dari Kabupaten Bireuen. Kehadiran jemaah dari berbagai rentang usia menunjukkan besarnya semangat masyarakat Aceh untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir langsung melepas keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci. Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan. Saya berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci,” ujar Mukhlis.
Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh jemaah agar menjaga citra positif bangsa Indonesia, khususnya Aceh, sebagai daerah yang dikenal santun, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, para jemaah diingatkan untuk mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi maupun petugas penyelenggara ibadah haji.
“Mari tunjukkan akhlak terbaik selama berada di Tanah Suci. Jagalah nama baik daerah dan bangsa, patuhi aturan, serta ikuti arahan petugas agar seluruh proses ibadah dapat berjalan dengan lancar dan aman,” tambahnya.
Mukhlis juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji, mengingat cuaca di Arab Saudi cukup berbeda dengan kondisi di Indonesia. Para jemaah diminta untuk menjaga pola makan, memperbanyak istirahat, dan tidak memaksakan diri saat melaksanakan rangkaian ibadah.
Suasana haru tampak menyelimuti Aula Arafah Asrama Haji Banda Aceh saat para jemaah bersalaman dengan keluarga dan kerabat yang turut mengantar keberangkatan mereka. Doa-doa dipanjatkan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Pelepasan Kloter BTJ-08 ini menjadi bagian dari rangkaian pemberangkatan jemaah haji Aceh tahun 2026 yang berlangsung secara bertahap melalui Embarkasi Aceh. Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran para jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
