×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wapres Gibran Tinjau Progres Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:34 WIB Last Updated 2026-08-06T09:34:05Z



Detikacehnews.id | Bireuen - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8/2026), guna meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur pascabencana sekaligus memastikan percepatan proses pemulihan di sejumlah titik terdampak.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Pusat dalam mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana, sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Setibanya di Kabupaten Bireuen, Wapres disambut langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah di lokasi pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang.

Agenda pertama diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi rekonstruksi Jembatan Krueng Tingkeum yang menjadi salah satu infrastruktur vital penghubung masyarakat di kawasan tersebut. Jembatan itu sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir sehingga mengganggu mobilitas warga maupun distribusi barang.

Di lokasi, Wapres menerima paparan teknis dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaen, mengenai perkembangan pekerjaan pembangunan jembatan. Dalam laporannya dijelaskan bahwa progres pembangunan terus berjalan sesuai target.

Pihak BPJN menargetkan struktur utama jembatan mulai tersambung pada Agustus 2026, sementara jembatan diharapkan sudah dapat difungsikan secara operasional pada Desember 2026 sehingga kembali melayani aktivitas masyarakat.

Selama peninjauan, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., turut menjelaskan secara langsung berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani dampak banjir, termasuk upaya penguatan tebing sungai melalui pemasangan batu gajah untuk mengurangi risiko abrasi dan menjaga kestabilan konstruksi di sekitar jembatan.

Penjelasan tersebut disampaikan di tepi aliran Krueng Tingkeum, lokasi yang menjadi titik penting dalam proses rehabilitasi kawasan pascabencana. Menurut Bupati, pekerjaan pengamanan tebing menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan jembatan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan lebih baik terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari pemerintah daerah, BPJN, hingga para pekerja lapangan yang terus bekerja untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Ia juga meminta seluruh proses pembangunan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta penyelesaian sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Di sela-sela agenda peninjauan, Wapres menyempatkan diri menyapa masyarakat yang telah menunggu kedatangannya sejak pagi. Warga tampak antusias menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Suasana semakin hangat ketika Wapres berinteraksi dengan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Dalam kesempatan itu, ia membagikan buku tulis dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan, sekaligus memberikan semangat kepada para pelajar agar tetap giat belajar meskipun daerah mereka sempat terdampak bencana.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Anak-anak terlihat gembira menerima bantuan perlengkapan sekolah secara langsung dari Wakil Presiden.

Setelah menyelesaikan agenda di Kecamatan Kutablang, rombongan Wakil Presiden melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 7 Jangka yang berada di Desa Pante Ranup, Kecamatan Jangka.

Di sekolah tersebut, Wapres meninjau hasil revitalisasi bangunan pascabanjir yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir.

Kepala SD Negeri 7 Jangka, Maryana, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki 95 siswa dengan didukung 18 orang tenaga pendidik.

Ia mengungkapkan, saat banjir melanda kawasan tersebut, ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar satu meter. Selain genangan air, lumpur yang masuk ke area sekolah menyebabkan berbagai fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Sejumlah meja, kursi, buku pelajaran, hingga perlengkapan belajar lainnya rusak akibat terendam banjir sehingga proses belajar mengajar sempat terganggu.

Melalui program revitalisasi yang dilakukan pemerintah, kondisi sekolah kini telah kembali layak digunakan sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.

Usai meninjau SD Negeri 7 Jangka, Wapres beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pembangunan Jembatan Teupin Mane sebelum bertolak menuju Kabupaten Aceh Tengah untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Aceh.

Kunjungan Wakil Presiden tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen, khususnya pada sektor infrastruktur dan pendidikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan di daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.