Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Masa Panik kepada Korban Banjir di Pante Karya

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:14 WIB Last Updated 2026-10-12T03:14:17Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyerahkan bantuan masa panik kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Minggu (11/10/2026) malam. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan respons Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap warga yang menghadapi situasi darurat akibat luapan air sungai.

Bupati Bireuen tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan guna membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak banjir.

Banjir yang melanda Desa Pante Karya terjadi akibat luapan air sungai yang berdampak pada permukiman penduduk di tiga dusun, yakni Dusun Sarah Mulia, Dusun Cot Jumpa, dan Dusun Krueng Meuh.

Berdasarkan laporan keuchik setempat, sekitar 50 kepala keluarga (KK) dilaporkan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari derasnya aliran air. Kondisi tersebut membuat warga harus mengutamakan keselamatan diri dan keluarga ketika banjir melanda kawasan permukiman mereka.

Situasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kebutuhan mendesak bagi warga yang harus meninggalkan tempat tinggal sementara waktu.

Kehadiran Bupati Bireuen pada malam hari untuk menyerahkan bantuan masa panik merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons laporan bencana dan membantu masyarakat menghadapi dampak banjir. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan awal selama kondisi darurat.

Selain meninjau kondisi masyarakat terdampak di Desa Pante Karya, Bupati Mukhlis juga menerima laporan mengenai kejadian banjir di sejumlah desa dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bireuen.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati meminta agar wilayah-wilayah yang dilaporkan terdampak segera diperiksa untuk mengetahui kondisi terkini, tingkat dampak yang ditimbulkan, serta kebutuhan masyarakat yang memerlukan penanganan.

“Besok kami minta untuk dicek dan ditindaklanjuti,” tegas Bupati.

Arahan tersebut menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap setiap laporan bencana yang diterima pemerintah daerah. Pengecekan langsung di lapangan diperlukan agar penanganan tidak hanya berdasarkan laporan awal, tetapi juga mengacu pada kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

Bupati meminta Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menindaklanjuti laporan tersebut melalui pemeriksaan lapangan, pendataan warga terdampak, serta identifikasi kebutuhan yang diperlukan.

Pendataan menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan bencana karena dapat memberikan gambaran mengenai jumlah warga yang terdampak, kondisi permukiman, serta kebutuhan bantuan yang harus diprioritaskan. Dengan demikian, langkah penanganan dapat disesuaikan dengan tingkat dampak banjir dan kondisi masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa informasi mengenai perkembangan banjir di sejumlah kawasan dapat dihimpun secara cepat dan terkoordinasi. Hal ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan serta menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bencana banjir yang terjadi di Desa Pante Karya dan laporan dari sejumlah wilayah lainnya menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan keselamatan warga serta tersedianya bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui penyaluran bantuan masa panik dan instruksi untuk melakukan pengecekan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Bireuen berupaya memastikan laporan bencana mendapat perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Penanganan selanjutnya diharapkan dapat berjalan secara terkoordinasi melalui perangkat daerah terkait, sehingga kebutuhan masyarakat terdampak dapat teridentifikasi dengan baik dan bantuan dapat disalurkan berdasarkan hasil pendataan serta tingkat urgensi di masing-masing lokasi.