Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semarakkan Maulid Nabi 1448 H, SMP Negeri 4 Bireuen Gelar Lomba Keagamaan dan Umumkan Para Pemenang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47 WIB Last Updated 2026-10-29T22:42:53Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, UPTD SMP Negeri 4 Bireuen menggelar serangkaian perlombaan keagamaan yang berorientasi pada penguatan karakter Islami, kreativitas, serta pengembangan potensi peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28 Oktober 2026), sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29 Oktober 2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para peserta didik dari kelas VII, VIII, dan IX. Selain menjadi bagian dari tradisi peringatan hari besar Islam, perlombaan ini juga dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun kedisiplinan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.

Di bawah kepemimpinan Kepala UPTD SMP Negeri 4 Bireuen, Muchlisin, S.Pd.I., M.Pd., kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, T. Mursal, S.Pd., selaku ketua panitia. Pelaksanaannya turut mendapat dukungan dari para guru dan wali kelas yang berperan dalam mendampingi peserta didik selama mengikuti perlombaan.


Menguatkan Karakter Islami Melalui Pembelajaran Praktis




Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan dua cabang perlombaan utama, yakni praktik salat jenazah bagi siswa putra dan grup vokal Islami bagi siswi putri. Kedua cabang tersebut dipilih untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan keagamaan sekaligus mengekspresikan kemampuan dan kreativitas mereka.

Lomba praktik salat jenazah menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung mengenai pelaksanaan kewajiban fardu kifayah dalam Islam. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tata cara pelaksanaan salat jenazah dengan baik dan benar.

Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan dasar keagamaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, pemahaman mengenai fardu kifayah juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kepedulian sosial, tanggung jawab bersama, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, lomba grup vokal Islami memberikan kesempatan kepada para siswi untuk mengembangkan bakat seni melalui lantunan lagu-lagu bernuansa religi dan selawat. Dalam perlombaan ini, setiap kelompok dituntut menunjukkan kekompakan, penghayatan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama untuk menghasilkan penampilan terbaik.

Melalui seni Islami, peserta didik diharapkan semakin mengenal dan mencintai nilai-nilai keislaman. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah positif untuk membangun keberanian tampil di hadapan orang lain, melatih kedisiplinan dalam berlatih, serta menumbuhkan rasa saling menghargai di antara sesama peserta.

Dengan memadukan pembelajaran agama dan seni Islami, sekolah berupaya menghadirkan kegiatan Maulid Nabi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter peserta didik.

Kepala Sekolah Dorong Siswa Mengembangkan Potensi Diri

Kepala UPTD SMP Negeri 4 Bireuen, Muchlisin, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan keagamaan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, serta membangun karakter positif.

Meski baru dilantik kurang dari sebulan, Muchlisin mulai mendorong semangat peserta didik agar lebih aktif dalam mengikuti kegiatan sekolah yang mendukung pengembangan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian, penguatan nilai-nilai agama, dan pengembangan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, menjadi kesempatan yang tepat untuk mengajak siswa meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan atau peringatan hari besar Islam semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, sekolah juga ingin membangun suasana pendidikan yang mendorong peserta didik untuk berani mencoba, menghargai proses, menjunjung sportivitas, dan menjadikan setiap kesempatan sebagai sarana untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

SMP Negeri 4 Bireuen Umumkan Para Pemenang Lomba

Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai dilaksanakan, panitia melakukan rekapitulasi penilaian untuk menetapkan para pemenang dari setiap cabang dan tingkatan kelas.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian panitia, berikut daftar peserta yang berhasil meraih juara dalam perlombaan keagamaan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di UPTD SMP Negeri 4 Bireuen.

1. Lomba Praktik Salat Jenazah Siswa Putra

Pada cabang praktik salat jenazah, peserta dari kelas VII, VIII, dan IX menunjukkan kemampuan dalam memahami serta mempraktikkan tata cara salat jenazah. Berikut hasil penilaian untuk masing-masing tingkatan.

Tingkat Kelas VII
  • Juara I: Kelas VII.2 dengan nilai 198.
  • Juara II: Kelas VII.4 dengan nilai 195.
  • Juara III: Kelas VII.5 dengan nilai 193.

Tingkat Kelas VIII
  • Juara I: Kelas VIII.4 dengan nilai 196.
  • Juara II: Kelas VIII.3 dengan nilai 193.
  • Juara III: Kelas VIII.5 dengan nilai 189.

Tingkat Kelas IX
  • Juara I: Kelas IX.3 dengan nilai 199.
  • Juara II: Kelas IX.5 dengan nilai 198.
  • Juara III: Kelas IX.6 dengan nilai 197.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang kompetitif di setiap tingkatan kelas. Para peserta tidak hanya berkesempatan menguji pemahaman keagamaan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui praktik langsung yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Lomba Grup Vokal Islami Siswi Putri

Pada cabang grup vokal Islami, para siswi menampilkan beragam lagu bernuansa religi. Setiap kelompok berusaha memberikan penampilan terbaik dengan memperhatikan kekompakan, penghayatan lagu, dan kualitas penampilan secara keseluruhan.

Berikut daftar pemenang berdasarkan tingkatan kelas.

Kelompok Pertama – Kelas VII
  • Juara I: Kelas VII.6, membawakan lagu Qamarun, dengan nilai 271.
  • Juara II: Kelas VII.4, membawakan lagu Syukran, dengan nilai 260.
  • Juara III: Kelas VII.2, membawakan lagu Syukran, dengan nilai 235.
Kelompok Kedua – Kelas VIII
  • Juara I: Kelas VIII.2, membawakan lagu Syukran, dengan nilai 241.
  • Juara II: Kelas VIII.6, membawakan lagu Waktu Sahar, dengan nilai 222.
  • Juara III: Kelas VIII.3, membawakan lagu Qalbi Fil Madina, dengan nilai 198.
Kelompok Ketiga – Kelas IX
  • Juara I: Kelas IX.1, membawakan lagu Ibu, dengan nilai 293.
  • Juara II: Kelas IX.6, membawakan lagu Syukran, dengan nilai 287.
  • Juara III: Kelas IX.4, membawakan lagu Syukran, dengan nilai 262.
Para pemenang dari masing-masing tingkatan kelas diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan positif di sekolah.

Bagi peserta yang belum memperoleh juara, pengalaman mengikuti perlombaan tetap menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Keberanian untuk tampil, kesediaan berlatih, dan kemampuan bekerja sama merupakan nilai yang tidak kalah penting dibandingkan hasil akhir penilaian.

Apresiasi bagi Peserta dan Guru Pembimbing

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Penghargaan juga diberikan kepada dewan juri, para guru, wali kelas, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Dukungan guru dan wali kelas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama dalam memberikan pendampingan, arahan, dan motivasi kepada siswa selama persiapan hingga perlombaan berlangsung.

Pihak sekolah menekankan bahwa esensi kegiatan bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara, melainkan memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi diri dan memperkuat karakter.

Semangat sportivitas, kebersamaan, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati diharapkan tetap terpelihara, baik oleh peserta yang berhasil meraih penghargaan maupun mereka yang belum memperoleh juara.

Melalui perlombaan tersebut, sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong tumbuhnya rasa percaya diri dan kreativitas siswa tanpa meninggalkan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam bersikap dan bertindak.

Maulid Nabi Menjadi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Rangkaian perlombaan yang dilaksanakan pada 27–28 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya UPTD SMP Negeri 4 Bireuen dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang mencapai puncaknya pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Peringatan Maulid Nabi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku jujur, disiplin, santun dalam berbicara, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan teman dan lingkungan sekitar.

Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan moral dan spiritual. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk mendukung pendidikan karakter secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, UPTD SMP Negeri 4 Bireuen berharap para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi muda Aceh yang beriman, berilmu, bertakwa, kreatif, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dirasakan selama peringatan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku siswa di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat tumbuhnya generasi yang unggul dalam pengetahuan, kuat dalam karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.