Detikacehnews.id | Bireuen – Stand Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta kuliner yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya keluarga dan masyarakat umum, kawasan tersebut juga ramai dikunjungi kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa.
Suasana tersebut terlihat pada hari kedua pembukaan stand, Senin sore (5/10/2026), ketika sejumlah mahasiswa Universitas Almuslim memanfaatkan waktu setelah perkuliahan untuk mengunjungi kawasan stand UMKM dan kuliner yang dipusatkan di sekitar Pendopo Bupati Bireuen.
Sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Almuslim terlihat menikmati berbagai jajanan dan minuman di kawasan trotoar depan Pendopo yang dimanfaatkan sebagai lokasi stand kuliner.
Mereka duduk santai di kursi dan meja yang telah disediakan sembari menikmati makanan dan minuman yang dibeli dari pelaku usaha. Kehadiran mahasiswa tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa stand UMKM dan kuliner tidak hanya menjadi lokasi transaksi jual beli, tetapi juga mulai menjadi ruang berkumpul dan menikmati suasana sore di pusat Kota Bireuen.
Salah seorang mahasiswa PGSD Universitas Almuslim, Ayla Azura, mengatakan dirinya bersama tiga orang temannya sengaja menyempatkan diri mengunjungi kawasan tersebut setelah selesai mengikuti aktivitas perkuliahan.
“Kami baru pulang dari kampus dan menyempatkan diri untuk berhadir ke sini karena ingin melihat langsung stand UMKM dan kuliner yang ada di sini,” ujarnya.
Ayla bersama teman-temannya kemudian berkeliling melihat berbagai stand yang tersedia. Setelah itu, mereka membeli sejumlah jajanan kekinian dan minuman sebelum duduk santai menikmati suasana sore.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa keberadaan kawasan UMKM dan kuliner dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang sekaligus menikmati berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
Bagi kalangan mahasiswa, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat produk-produk yang dihasilkan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Ruang Promosi Produk Unggulan 17 Kecamatan
![]() |
| Stand UMKM Kecamatan |
Stand UMKM dan kuliner tersebut sebelumnya resmi dibuka pada Sabtu malam (3/10/2026) dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen.
Pembukaan dilakukan oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., melalui prosesi gunting pita. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT, Kapolres Bireuen, para Asisten Setdakab, kepala SKPK, para camat dari 17 kecamatan, pelaku UMKM, pelaku usaha kuliner serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran stand UMKM dan kuliner menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan masyarakat dari seluruh kecamatan.
Selain menghadirkan suasana perayaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Pelaksana kegiatan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Bireuen, Julfikar, S.P., M.P., menjelaskan bahwa stand UMKM yang berada di dalam kawasan Pendopo secara khusus menjadi ruang promosi bagi kecamatan.
Dari total 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bireuen, masing-masing stand diisi oleh dua kecamatan yang secara bersama-sama menampilkan berbagai produk unggulan dari wilayah masing-masing.
Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada setiap kecamatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal, baik berupa produk olahan, makanan, kerajinan maupun berbagai hasil usaha masyarakat lainnya.
Dengan demikian, masyarakat yang datang tidak hanya menikmati rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Bireuen, tetapi juga dapat melihat secara langsung keberagaman produk yang dihasilkan pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Kuliner Jadi Daya Tarik Pengunjung
![]() |
| Stand kuliner di kawasan trotoar depan Pendopo Bupati Bireuen |
Selain stand UMKM di kawasan Pendopo, area trotoar di depan Pendopo Bupati Bireuen juga dimanfaatkan sebagai lokasi stand kuliner.
Berbagai pelaku usaha diberikan ruang untuk menawarkan makanan dan minuman kepada masyarakat. Keberadaan stand kuliner tersebut membuat kawasan Pendopo tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pemerintahan dan perayaan, tetapi juga menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat pada waktu-waktu tertentu.
Julfikar mengatakan, stand UMKM dan kuliner tersebut ditargetkan dapat dibuka setiap hari, mulai pagi hingga malam.
Pengaturan waktu tersebut disesuaikan dengan aktivitas masyarakat. Pada pagi hari, kawasan kuliner dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan sarapan. Sementara pada sore hingga malam hari, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman sekaligus bersantai.
Pola operasional tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi para pelaku usaha yang terlibat.
Dengan dibukanya stand secara rutin, pelaku UMKM dan kuliner tidak hanya memperoleh kesempatan menjual produk selama momentum HUT Kabupaten Bireuen, tetapi juga memiliki ruang untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas.
Keberadaan pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan mahasiswa, juga menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan membangun pelanggan baru.
Gen-Z Ikut Menghidupkan Kawasan UMKM*
Kehadiran mahasiswa PGSD Universitas Almuslim pada Senin sore menjadi salah satu gambaran bagaimana generasi muda mulai memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang publik.
Usai mengikuti perkuliahan, mereka tidak langsung kembali ke rumah, tetapi memilih menyempatkan diri berkunjung, melihat berbagai produk yang tersedia, membeli makanan dan minuman, kemudian menikmati suasana sore bersama teman.
Aktivitas sederhana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan ruang UMKM dan kuliner dapat memberikan fungsi lebih luas. Selain menjadi tempat transaksi ekonomi, kawasan tersebut dapat menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran generasi muda sebagai konsumen juga menjadi peluang untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada kelompok konsumen yang memiliki karakter dan kebiasaan konsumsi yang dinamis.
Produk makanan dan minuman kekinian yang tersedia di kawasan kuliner, misalnya, dapat menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa dan kalangan muda.
Sementara bagi pemerintah daerah, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ekonomi lokal diharapkan dapat ikut mendorong tumbuhnya ekosistem UMKM yang lebih berkembang.
Pengaturan Kawasan untuk Kenyamanan Pengunjung
Untuk mendukung kenyamanan masyarakat yang datang, pihak penyelenggara juga melakukan pengaturan terhadap kawasan jalan di depan Pendopo Bireuen.
Salah satu sisi jalan ditutup sehingga tersedia ruang yang lebih leluasa bagi pejalan kaki maupun pengunjung yang ingin menikmati stand UMKM dan kuliner.
Pengaturan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari ketika jumlah pengunjung diperkirakan meningkat.
Pihak penyelenggara juga mengimbau masyarakat agar tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan.
Hal tersebut penting dilakukan agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan dan keberadaan kendaraan tidak mengganggu aktivitas pengunjung maupun menutupi lapak para pelaku UMKM dan kuliner.
Penataan kawasan menjadi salah satu faktor penting agar keberadaan stand dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung sekaligus memberikan ruang yang optimal bagi pelaku usaha dalam memasarkan produk mereka.
Momentum Menggerakkan Ekonomi Lokal
Rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen melalui stand UMKM dan kuliner pada akhirnya tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha lokal dengan masyarakat sebagai konsumen.
Beragam produk yang ditampilkan dari 17 kecamatan menjadi gambaran mengenai potensi ekonomi masyarakat Bireuen yang cukup beragam.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang datang, termasuk generasi muda, diharapkan terjadi interaksi ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada para pelaku usaha.
Kehadiran mahasiswa seperti Ayla dan teman-temannya juga menjadi gambaran bahwa kawasan tersebut mulai mendapatkan tempat sebagai salah satu ruang berkumpul masyarakat Bireuen.
Dari sekadar berkunjung setelah pulang kuliah, membeli jajanan, hingga duduk menikmati suasana sore, aktivitas tersebut secara tidak langsung turut menghidupkan kawasan UMKM dan kuliner.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, memperkenalkan produknya dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Momentum HUT ke-27 Kabupaten Bireuen pun menjadi kesempatan untuk tidak hanya merayakan perjalanan daerah, tetapi juga menghidupkan potensi ekonomi masyarakat melalui produk lokal yang dihasilkan dari berbagai kecamatan.
Dengan dukungan masyarakat sebagai konsumen, pemerintah sebagai fasilitator dan pelaku UMKM sebagai penggerak ekonomi, keberadaan stand UMKM dan kuliner diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang, bahkan setelah rangkaian perayaan HUT Kabupaten Bireuen selesai.



