Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Diinisiasi GeRAK Aceh, Puluhan Mahasiswa UNIKI Ikut Workshop Ketahanan Demokrasi

Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:40 WIB Last Updated 2022-10-27T13:40:07Z

Diinisiasi GeRAK Aceh, Puluhan Mahasiswa UNIKI Ikut Workshop Ketahanan Demokrasi

Detikacehnews.id | Bireuen - Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mengikuti Workshop yang mengambil tema "Peran Mahasiswa dalam Menjaga Ketahanan Demokrasi di Kabupaten Bireuen" pada Rabu siang, 26 Oktober 2022 di aula kampus setempat.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa UNIKI tersebut berjalan sukses dan lancar.

Wakil Rektor II UNIKI, Chairul Bariah, SE, MM mengatakan bahwa kegiatan workshop tersebut diinisiasi oleh GeRAK Aceh yang berperan aktif dalam mendorong terwujudnya ruang demokrasi yang sejahtera, adil, maju dan iklusi. Diketahui, GeRAK Aceh menaungi komunitas sipil yang terdiri dari anak muda dampingan program Demokrasi Resiliensi di Kabupaten Bireuen, seperti Koalisi Muda Demres, Sekolah Anti Korupsi (SAK), dan Jurnalis Warga (JW).

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut disampaikan oleh tiga orang pemateri handal, diantaranya :

Pertama, materi dari Panwaslih Kabupaten Bireuen, Desi Safnita, M.Sos yang menyampaikan "Peran mahasiswa dalam pengawasan pemilu 2024".

Ia menyebutkan penyelenggara adalah lembaga yang menyelenggarakan pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu dan Dewan Kehormatan penyelenggara pemilu. Bawaslu yang memiliki tugas mengawasi pelaksanaan tahapan pemilu di wilayah Kabupaten/Kota. Serta mempunyai wewenang menerima dan menindak lanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan penyelenggaraan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemilu.

Untuk menyukseskan pemilu 2024 mendatang tentu melibatkan masyarakat juga mahasiswa sebagai tonggak kemajuan demokrasi di kemudian hari.

Mahasiswa juga harus turut andil dalam setiap tahapan pemilu yang sudah dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu demi menyukseskan pemilu yang bersih. Serta melapor apabila mendapati kecurangan dalam proses penyelenggaraan pada kepada Bawaslu atau bisa langsung melalui aplikasi sigap lapor.




Kedua, materi dari Jurnalis Warga, Afrizal, S.E yang menyampaikan "Cegah Berita Hoax, Mis-Dis Informasi Jelang Pemilu".

Menurutnya, hoax kini sudah menjadi bagian dari politik dan tidak bisa dipisahkan. Trend yang relatif yaitu menggunakan hoax secara sengaja untuk memprovokasi mayoritas. Ia muncul seiring peristiwa tertentu seperti pilkada, pilpres, pandemi, bencana, Valentine, PKI, serta berbagai isu hangat yang sedang menjadi perbincangan.

Tujuan hoax politik untuk memperoleh pendukung serta motif ekonomi, produsen hoax ingin menciptakan kondisi politik tertentu sekaligus mengambil keuntungan dari situasi itu. Konten yang paling banyak mengandung hoax 69,3% isu politik, 39,7% isu kesehata, 29,2% isu agama serta 21, 3% isu lingkungan.

Dampak buruk dari merajalela nya berita hoax yaitu membuat orang salah dalam mengambil keputusan dan mampu mencederai demokrasi.

Sebagai mahasiswa akademis diharapkan mampu memilah atau menyaring informasi yang di dapat agar mencegah untuk menyebarkan informasi yang belum akurat, ataupun tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ketiga, materi dari Generasi Demres Bireuen, Mawardi, S.Pd. S.Pd yang menyampaikan "Membangun Budaya pikir Kritis di Kalangan Mahasiswa".

Ia mengatakan, sebagai agent of change mahasiswa diharapkan mampu mengubah dan mendekonstruksi berbagai kebutuhan yang dapat menghambat perkembangan demokrasi.

Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu mengontrol berbagai kebijakan pemerintah, inibisa dilakukan dengan cara berpikir kritis terhadap suatu problem dengan mencari tahu akar permasalahan dengan menganalisis problem tersebut yang kemudian memberikan agurment dari hasil analisis serta menemukan solusi yang bijak dari problem tersebut.

Terlihat antusias mahasiswa UNIKI saat mengikuti kegiatan workshop tersebut yang dibuktikan dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan.

"Kita harapkan, dengan adanya kegiatan workshop ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa UNIKI untuk menghadapi proses demokrasi kedepannya dengan lebih baik, lebih bijak, dan update selalu informasi," harap Chairul Bariah.