Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Lakukan Pengabdian, Mahasiswa Fisika Umuslim Ajarkan Calistung dan Mengaji Anak Putus Sekolah di Matang Sagoe

Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:53 WIB Last Updated 2022-10-19T12:53:42Z

Lakukan Pengabdian, Mahasiswa Fisika Umuslim Ajarkan Calistung dan Mengaji Anak Putus Sekolah di Matang Sagoe


DetikacehNews.id | Bireuen - Mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim menggelar pengabdian kepada masyarakat dengan mengajarkan Membaca Menulis Berhitung (Calistung) dan mengaji kepada anak putus sekolah di desa Matang Sagoe, Peusangan, Bireuen.


Hal ini dikatakan Annisa Febrina yang menjadi salah satu guru bagi anak yang putus sekolah tersebut.


"Alhamdulillah sudah berjalan satu bulan kami mengajarkan Calistung dan mengaji bagi anak-anak desa Matang Sagoe yang putus sekolah," ujarnya.


Annisa menjelaskan kegiatan mengajar tersebut dimulai sejak 16 September 2022 lalu. Jumlah murid yang diajarkan sebanyak tiga orang, yaitu Amelia berusia 16 tahun dan tidak pernah sekolah sejak kecil, Suherni berusia 14 tahun sudah putus sekolah sejak kelas 2 SMP, dan Andi Syahputra berusia 13 tahun juga tidak pernah sekolah sejak kecil.


"Ada tiga orang anak yang kami ajarkan, dua diantaranya belum pernah merasakan pendidikan sejak kecil dan satu lagi harus putus sekolah ketika SMP. Semua ini terjadi karena keterbatasan ekonomi orangtuanya," terang Annisa.


Annisa menambahkan kondisi dua dari tiga anak tersebut belum bisa membaca, menulis dan berhitung. Untuk itu, ia dan dua orang temannya lagi yaitu Putri Arisal dan Rizatul Iza berinisiatif mengajarkan mereka Calistung serta mengajarkan membaca Alquran yang dimulai dengan iqra'.


Sudah satu bulan kegiatan mengajar digelar, ternyata sudah banyak perubahan yang ditemukan. Salah satunya mereka yang belum mengenal huruf abjad kini sudah mengetahui huruf abjad, mengenal angka dengan perhitungan dasar matematika, membaca kata per kata, dan mengenal huruf hijayyah.


"Alhamdulillah sudah ada perkembangan terhadap ketiga anak-anak yang kami ajarkan ini dan rasanya sangat senang melihat mereka yang antusias untuk belajar lebih giat lagi," tutur Annisa.

Lanjutnya, Annisa menerangkan kondisi tempat belajar sangat sederhana yaitu di kandang sapi yang juga tempat mereka bekerja mengembala sapi tersebut. Tetapi sungguh luar biasa, mereka mempunyai semangat belajar yang tinggi bahkan mereka jarang absen setiap kali ada jadwal untuk belajar. Melihat semangat belajar mereka yang tinggi, Annisa dan temannya pu lebih antusias dan bersemangat untuk mengajar mereka.


"Harapan kami untuk mereka semoga mereka selalu bersemangat dan mempunyai niat belajar yang tinggi agar mereka bisa terus belajar dan menjadi orang yang sukses, dan harapan kami semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menjadikan pembelajaran untuk kami serta banyak pengalaman dalam dunia mengajar serta semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membuka sebuah taman belajar kedepannya bagi anak-anak yang putus sekolah sehingga bisa belajar dengan gratis tanpa terbebankan biaya," harapnya.


Sementara itu, Dosen Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim yang juga Dekan FKIP Universitas Almuslim, Drs. M. Taufiq, M.Pd membenarkan ketiga mahasiswanya sudah sebulan lebih menggelar kegiatan pengabdian dengan mengajarkan Calistung dan mengaji kepada anak-anak desa Matang Sagoe yang putus sekolah. Ia mengaku sangat senang dan bangga atas apa yang dilakukan mahasiswanya karena kegiatan tersebut sangat banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.


"Alhamdulillah kami sangat senang dan bangga atas apa yang telah dilakukan mahasiswa kami, mereka dengan ikhlas mengajarkan ilmu kepada anak-anak putus sekolah. Tentu apa yang mereka lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kita harapkan kedepan semakin banyak mahasiswa yang lainnya yang turun tangan untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.