![]() |
| Dokumentasi foto bersama Wakil Bupati Bireuen, Rektor dan jajarannya bersama 740 mahasiswa KKM Angkatan XXVIII. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII. Program KKM tersebut secara resmi dilepas oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen pada Senin (19/1/2026) di Halaman Kantor Bupati Bireuen, Cot Gapu, Aceh.
Sebanyak 740 mahasiswa Universitas Almuslim diserahkan langsung oleh Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., kepada Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT. Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKM di 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini merupakan bagian dari KKM Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 Gelombang II dan akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 19 Januari hingga 9 Februari 2026.
Pelaksanaan KKM XXVIII tahun ini mengusung tema Pengabdian Tanggap Darurat Bencana, yang dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen. Program ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas dengan pendekatan kolaboratif, integratif, dan berkelanjutan, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan sosial, edukatif, dan kemanusiaan di desa-desa lokasi KKM.
Dalam laporannya kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen yang diwakili Wakil Bupati, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan bahwa KKM Tanggap Darurat Bencana merupakan wujud konkret implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa sebagai kampus wakaf, Universitas Almuslim memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat masyarakat menghadapi situasi darurat dan pascabencana.
Menurut Rektor, melalui program KKM ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga ditempa untuk hidup bermasyarakat, memiliki kepekaan sosial, empati, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan. “Melalui KKM Tanggap Darurat Bencana ini, mahasiswa akan mempraktikkan langsung nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter insan akademik Universitas Almuslim,” ujar Dr. Marwan.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga berpesan kepada seluruh peserta KKM agar senantiasa menjaga sikap dan perilaku selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa diminta untuk menjunjung tinggi sopan santun, menghormati adat dan kearifan lokal, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta tidak melalaikan kewajiban ibadah, khususnya salat.
Pelepasan KKM XXVIII Universitas Almuslim turut dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II Dr. Sonny M. I. Mangkuwinata, M.Si., dan Wakil Rektor III Dr. drh. Zulfikar, M.Si., serta jajaran civitas akademika Universitas Almuslim.
Sementara itu, dalam arahannya, Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya melaksanakan program KKM dengan tema Tanggap Darurat Bencana. Ia menilai program tersebut sangat relevan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam kondisi pascabencana yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Program KKM Tanggap Darurat Bencana ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tahap pertama sekitar dua bulan lalu. Hari ini kembali dilanjutkan dengan jumlah mahasiswa yang lebih besar dan jangkauan wilayah yang lebih luas, hampir mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen,” ujar Razuardi.
Wakil Bupati juga berpesan agar para mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi terbaik selama berada di desa penempatan. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, menghormati kearifan lokal, serta menjalin koordinasi yang baik dengan aparatur desa dan pihak terkait. “Apapun persoalan yang dihadapi di lapangan, insya Allah akan selalu ada solusi apabila dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik,” tambahnya.
Dalam keterangan terpisah, Wakil Rektor II Universitas Almuslim, Dr. Sonny M. I. Mangkuwinata, M.Si., menjelaskan bahwa program KKM Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi ini merupakan kelanjutan dari program pengabdian yang telah dirintis melalui Satuan Tugas Posko Bencana Banjir Universitas Almuslim pada tahun 2025. Program tersebut dinilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, peduli, serta siap berkontribusi dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kami berharap mahasiswa dapat berperan aktif membantu masyarakat di lokasi KKM, sekaligus belajar langsung dari dinamika sosial yang ada di lapangan. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan studi,” ungkap Dr. Sonny.
Adapun proses pengantaran mahasiswa KKM XXVIII Universitas Almuslim ke lokasi pengabdian telah dimulai sejak Senin siang dan akan dilanjutkan hingga Selasa (20/1/2026). Para mahasiswa ditempatkan di 26 desa yang berada di 12 kecamatan, meliputi Kecamatan Kota Juang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Jangka, Plimbang, Samalanga, Jeunieb, Simpang Mamplam, Peudada, Jeumpa, Kutablang.
Dengan pelepasan KKM XXVIII ini, Universitas Almuslim kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan, serta berkomitmen kuat untuk hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.
