Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Optimalkan Bantuan Presiden, 90 Ekor Lembu Disiapkan untuk Meugang Korban Banjir

Senin, 16 Februari 2026 | 15:43 WIB Last Updated 2026-02-16T08:43:57Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bireuen secara resmi menerima penyaluran dana bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia senilai Rp2.250.000.000 untuk mendukung tradisi meugang bagi masyarakat terdampak banjir menjelang bulan suci Ramadan. Bantuan tersebut awalnya direncanakan untuk pengadaan 45 ekor lembu sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat bencana banjir.


Namun, setelah dilakukan pemetaan kondisi di lapangan, pemerintah daerah menilai jumlah tersebut belum cukup menjangkau seluruh desa terdampak. Banyak warga yang kehilangan mata pencaharian serta mengalami penurunan daya beli, sehingga kebutuhan bantuan dinilai masih cukup besar.


Atas pertimbangan tersebut, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST mengambil langkah optimalisasi penggunaan dana dengan membeli 90 ekor lembu, atau dua kali lipat dari rencana awal. Kebijakan ini diambil agar distribusi bantuan dapat lebih merata dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.


Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bireuen yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan bantuan tersebut tersalurkan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi warga.


Perhatian Presiden terhadap masyarakat Bireuen patut kita syukuri. Tugas pemerintah daerah adalah memastikan bantuan ini sampai kepada masyarakat yang berhak dengan jumlah maksimal. Dengan dana yang sama, kami berupaya mendapatkan 90 ekor lembu agar semakin banyak warga yang terbantu dalam menghadapi meugang menjelang Ramadan,” ujarnya.


Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, langkah optimalisasi ini juga disebut sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak banjir yang merasa terabaikan dalam proses pemulihan ekonomi dan sosial.


Saat ini, seluruh lembu bantuan tersebut telah dikarantina di pasar lembu Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, guna memastikan kondisi kesehatan ternak sebelum didistribusikan. Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan untuk menjamin kualitas daging yang nantinya diterima masyarakat.


Distribusi bantuan dijadwalkan mulai Selasa, 17 Februari 2026. Penyaluran akan dilakukan melalui para keuchik (kepala desa) penerima bantuan dengan disaksikan camat setempat. Selanjutnya, lembu tersebut akan didistribusikan kepada warga di masing-masing desa sesuai data masyarakat terdampak banjir.


Pemerintah daerah berharap bantuan ini tidak hanya membantu kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit. Dengan distribusi yang merata dan transparan, diharapkan semangat kebersamaan serta pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dapat semakin kuat.