Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SMK Negeri 1 Peusangan Ikut Menghijaukan Lingkungan Sekolah Dengan Menanam pohon

Kamis, 02 April 2026 | 22:20 WIB Last Updated 2026-04-02T15:20:23Z
Bireuen — Detikacehnews.id l "Green Jihad" yang diwujudkan melalui bakti sosial penanaman pohon wakaf buah di lingkungan sekolah adalah sebuah gerakan kolaboratif yang menggabungkan nilai-nilai spiritual (wakaf/sedekah jariyah) dengan aksi nyata pelestarian lingkungan sekolah, setelah Pasca Banjir.


Penanaman pohon di area sekolah berfungsi sebagai paru-paru sekolah, mengurangi polusi udara, mencegah banjir, dan menstabilkan suhu mikro lingkungan sekolah.


SMK Negeri 1 Peusangan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan yang hijau dan produktif melalui program Projek Perubahan 2026 bertajuk “Green Jihad”, berupa bakti sosial penanaman pohon wakaf buah di lingkungan sekolah, Kamis (2/4/2026)
Kegiatan yang dipusatkan di kebun sekolah ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB, yang dipelopori oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen yang diwakili oleh Plt. Kasubbag TU, Muhammadar, S.Pd., serta diikuti oleh dewan guru dan seluruh siswa kelas XII.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd. yang diwakili Plt. Kasubbag TU, Muhammadar, S.Pd., Dalam sambutannya, kegiatan menanam pohon merupakan investasi jangka panjang bagi bumi, sekaligus sebagai wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan. “Gerakan menanam ini bukan hanya seremoni, tetapi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan bumi,” ujarnya.


“Kami sangat mengapresiasi program Green Jihad yang digagas oleh SMKN 1 Peusangan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.”


Lebih lanjut, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan, melalui aksi nyata ini sebagai bentuk gerakan "Mari menjaga bumi ", gerakan ini harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.


Sekolah ini harus menjadi contoh gerakan hijau yang konsisten, penguatan pendidikan karakter siswa melalui pemanfaatan lingkungan sekolah.


Lingkungan sekolah dijadikan sebagai laboratorium hidup bagi siswa. Mereka diajak untuk menanam pohon, merawat taman, membuat kompos, dan memanfaatkan barang bekas menjadi karya kreatif. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Penghijaun sekolah sejalan dengan arah kebijakan Dinas Pendidikan Aceh.


“ pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar produktif. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya penghijauan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.


Seraya berharap “Gerakan menanam ini bukan hanya seremoni semata, tetapi hal ini akan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan bumi,” terus budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dan akan menjadi teladan bagi sekolah lainnya. Satu pohon yang ditanam, akan menjadi simbol harapan bagi masa depan yang lebih hijau, bersih, dan Asri, "harapnya. 


Sementara itu, Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, S.T., M.Pd., mengatakan, kegiatan ini lahir dari semangat untuk bangkit pasca bencana banjir yang melanda pada akhir tahun lalu.


“Program ini kami gagas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya pemulihan kebun sekolah yang sebelumnya dipenuhi tanaman rambutan, namun rusak akibat banjir. Kini, kami mulai menata kembali dengan konsep yang lebih produktif dan berkelanjutan,” jelas Faisal.


kegiatan ini bisa terlaksana berkad dukungan dari berbagai pihak, yang disponsori oleh Penerbit Erlangga, Andi, dan Intan Pariwara. Selain itu, guru dan siswa juga berpartisipasi aktif dengan membawa dan menanam langsung pohon buah yang memiliki nilai manfaat.


Menariknya, program ini melibatkan siswa kelas XII sebagai bentuk warisan yang akan mereka tinggalkan untuk sekolah.setelah mereka melanjutkan kejenjang selanjutnya.


“Kami ingin siswa tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga jejak nyata. Pohon-pohon ini akan menjadi bukti bahwa mereka pernah berkontribusi untuk sekolah,” ujarnya.


Ke depan, kawasan tersebut akan diberi nama “Taman Wakaf Buah”, yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja.


“Taman ini kami niatkan sebagai wakaf. Siapa pun boleh menikmati buahnya tanpa harus meminta izin, selama hanya untuk dikonsumsi. Ini adalah bagian dari pendidikan nilai—tentang berbagi, kepedulian, dan keberkahan,” sambung Faisal.


"Melalui program Green Jihad, SMKN 1 Peusangan tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran, harapan, dan nilai-nilai kehidupan bagi generasi muda menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan" pungkasnya. (samsul)