Detikacehnews.id | Bireuen – Komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis kembali ditunjukkan melalui kunjungan lapangan ke kawasan Jembatan Enang-Enang yang berada pada jalur penghubung Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah, Kamis (4/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bireuen didampingi Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Bireuen, Rafly Rafsanjani, serta Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal Alfian.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara wilayah Aceh bagian Tengah dan Aceh bagian Timur. Kawasan Enang-Enang memiliki peran penting sebagai jalur alternatif yang menghubungkan daerah dataran tinggi Gayo dengan Kabupaten Bireuen yang menjadi salah satu pusat perdagangan dan distribusi di pesisir timur Aceh.
Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau kondisi jembatan dan ruas jalan yang mengalami kerusakan, sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat guna menyerap berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Kehadiran langsung pemerintah daerah bersama unsur organisasi kepemudaan dan pelajar dinilai menjadi langkah positif dalam memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Bupati Bireuen menegaskan bahwa keberadaan jalur Enang-Enang memiliki nilai strategis tidak hanya bagi masyarakat Bireuen dan Bener Meriah, tetapi juga bagi konektivitas wilayah Aceh secara keseluruhan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen akan terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat guna mempercepat penanganan infrastruktur pada jalur tersebut.
Menurutnya, akses transportasi yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kelancaran arus distribusi hasil pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur yang memadai. Karena itu, pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak untuk segera diwujudkan.
Ketua PII Bireuen, Rafly Rafsanjani, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian Bupati Bireuen yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, persoalan infrastruktur tidak hanya menyangkut aspek pembangunan fisik semata, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai keberadaan Jembatan Enang-Enang memiliki dampak yang sangat besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dari kawasan dataran tinggi menuju pusat-pusat perdagangan di wilayah pesisir timur Aceh.
“Jembatan Enang-Enang merupakan akses vital yang menghubungkan jalur distribusi Aceh Tengah dengan Aceh Timur. Kerusakan yang terjadi tentu berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami mengapresiasi kehadiran dan perhatian langsung Bupati Bireuen terhadap persoalan ini,” ujar Rafly.
Sementara itu, Ketua Umum PB PII, Amsal Alfian, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, akses jalan dan jembatan yang baik tidak hanya mempermudah aktivitas ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun sinergi yang kuat guna mempercepat pembangunan jembatan permanen di kawasan tersebut sehingga konektivitas antarwilayah dapat kembali berjalan secara optimal. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut juga terungkap bahwa Bupati Bireuen secara pribadi turut memberikan kontribusi dan dukungan dalam upaya membantu percepatan pembangunan serta penanganan akses masyarakat di kawasan Enang-Enang. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat yang ditemui di lokasi juga menyampaikan harapan agar pembangunan Jembatan Enang-Enang dapat segera direalisasikan. Mereka menilai keberadaan jembatan yang representatif akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi barang dan jasa yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat di kawasan pegunungan maupun pesisir.
Sebagai salah satu jalur yang telah lama diproyeksikan menjadi akses strategis penghubung Bireuen–Takengon, kawasan Enang-Enang memiliki potensi besar dalam memperpendek waktu tempuh perjalanan dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang lintasan tersebut. Apabila pembangunan infrastruktur dapat dituntaskan dengan baik, jalur ini diyakini akan menjadi salah satu koridor penting yang mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah di Aceh.
PII Bireuen bersama PB PII menyatakan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Kedua organisasi tersebut berharap percepatan pembangunan Jembatan Enang-Enang dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, serta wilayah Aceh secara lebih luas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen organisasi kepemudaan, pembangunan infrastruktur strategis seperti Jembatan Enang-Enang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong terciptanya pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Provinsi Aceh.
