Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen dan Perum BULOG Rencanakan Pembangunan Gudang serta Pabrik Pengolahan Padi Modern

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:32 WIB Last Updated 2026-05-06T09:32:47Z



Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui langkah strategis. Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama Perum Bulog Wilayah Aceh untuk merencanakan pembangunan gudang penyimpanan dan pabrik pengolahan padi modern di kawasan Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Bireuen, Mukhlis ST, dengan jajaran pimpinan BULOG Kanwil Aceh yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu (6/5) pagi. Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan, tepatnya di Desa Cot Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah.

Turut hadir dalam agenda tersebut Wakil Pemimpin Wilayah BULOG Aceh Alhori, Manajer Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Suhadi, Pemimpin Cabang BULOG Lhokseumawe Muhammad Iqbal, serta Asisten Manajer Pelayanan Publik M. Ivand Muharir. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai keseriusan semua pihak dalam mendorong percepatan realisasi proyek strategis tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas inisiatif BULOG dalam mendorong pembangunan infrastruktur pangan di daerah. Ia menilai, keberadaan gudang dan pabrik pengolahan padi modern akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat posisi petani lokal di tengah dinamika pasar.

Potensi pertanian di Kabupaten Bireuen sangat besar. Namun selama ini, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya dari Sumatera Utara, kerap memengaruhi stabilitas harga di tingkat lokal. Dengan hadirnya pabrik pengolahan padi modern ini, kita berharap petani dan pelaku usaha lokal dapat lebih mandiri serta memperoleh nilai ekonomi yang lebih optimal,” ujar Mukhlis.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitasi infrastruktur pendukung, guna memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. Upaya ini juga sejalan dengan visi daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Peninjauan lapangan yang dilakukan bersama menunjukkan bahwa lokasi di Desa Cot Batee Geulungku dinilai sangat strategis. Selain memiliki akses yang cukup baik, kawasan tersebut juga berada dekat dengan sentra persawahan produktif, sehingga dinilai ideal untuk mendukung operasional gudang penyimpanan dan pabrik pengolahan padi dalam skala besar.

Tim teknis dari BULOG bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen akan segera melakukan pemetaan awal. Kajian ini mencakup aspek aksesibilitas, kesiapan infrastruktur dasar, hingga potensi integrasi dengan kawasan pertanian sekitar guna menciptakan sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.

Pembangunan fasilitas modern ini diproyeksikan akan menjadi pusat serapan gabah petani lokal yang lebih optimal. Dengan dukungan teknologi pengolahan padi terkini, kualitas beras yang dihasilkan diharapkan mampu memenuhi standar pasar nasional bahkan berpotensi menembus pasar yang lebih luas.

Selain itu, kehadiran gudang penyimpanan yang memadai juga akan berperan penting dalam menjaga stabilitas stok dan harga pangan, khususnya saat musim panen raya maupun saat terjadi fluktuasi pasokan.

Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan akan terus mengawal proses perencanaan hingga tahap implementasi. Sinergi antara pemerintah daerah dan BULOG diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pangan di Provinsi Aceh secara keseluruhan.

Dengan adanya rencana pembangunan ini, Bireuen diharapkan dapat bertransformasi menjadi salah satu pusat produksi dan pengolahan beras modern di Aceh, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat setempat.