Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut hangat kedatangan lembaga sosial internasional asal Jerman, Hasene International, dalam rangka pelaksanaan Program Kurban Global 2026 yang berlangsung di Desa Alue Krueb, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Jumat, 29 Mei 2026. Kehadiran lembaga kemanusiaan yang berafiliasi dengan Islamic Community National Vision tersebut menjadi simbol kuat solidaritas umat Islam dunia terhadap masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen yang sempat dilanda bencana banjir besar pada akhir tahun 2025 lalu.
Program kemanusiaan yang dijalankan Hasene tahun ini tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kepedulian terhadap anak yatim serta pemulihan masyarakat pasca-bencana. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, relawan kemanusiaan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Dalam pelaksanaan Program Kurban Global 2026 di Aceh, Hasene International menyalurkan sebanyak 150 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke sejumlah wilayah strategis selama tiga hari pelaksanaan. Khusus untuk Kabupaten Bireuen, Hasene mengalokasikan sebanyak 35 ekor sapi kurban, terdiri dari 30 ekor alokasi utama dan tambahan 5 ekor sapi sebagai bentuk perhatian khusus terhadap masyarakat terdampak banjir.
Penyaluran program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kafalah Indonesia sebagai mitra nasional dan Rumah Zakat sebagai pelaksana teknis di lapangan. Proses penyembelihan hewan kurban dipusatkan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sebelum didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah desa yang membutuhkan.
Dari pelaksanaan tersebut, panitia berhasil menyalurkan sekitar 1.400 paket daging kurban kepada masyarakat. Paket kurban tersebut diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, korban banjir, lansia, serta warga di wilayah pedalaman yang membutuhkan perhatian sosial.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang mendalam kepada Hasene International dan masyarakat muslim di Eropa yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Aceh melalui program kemanusiaan dan ibadah kurban tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar distribusi daging kurban, melainkan juga bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah lintas negara yang memberikan semangat baru bagi masyarakat yang sedang bangkit dari musibah.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Hasene International kepada masyarakat Kabupaten Bireuen. Ini bukan hanya tentang bantuan kurban, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan umat Islam dunia kepada masyarakat Aceh,” ujar Mukhlis.
Selain kegiatan penyembelihan dan pembagian daging kurban, rombongan Hasene International bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menggelar audiensi dan pertemuan khusus yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Hasene turut menyalurkan santunan kepada 83 anak yatim yang selama ini menjadi anak asuh program donasi lembaga tersebut di Kabupaten Bireuen.
Santunan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk komitmen Hasene dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim di daerah tersebut. Kehadiran program santunan yatim itu pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para orang tua pendamping.
Di sela-sela audiensi formal bersama perwakilan Hasene International, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis daerah terkait percepatan pemulihan wilayah pasca-banjir yang melanda beberapa kawasan di Bireuen pada akhir tahun lalu.
Pemkab Bireuen berharap kerja sama kemanusiaan dengan Hasene tidak hanya berhenti pada program kurban tahunan, tetapi juga dapat diperluas ke sektor rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. Beberapa kebutuhan prioritas yang diajukan meliputi pembangunan rumah permanen bagi korban banjir, pembangunan jalan dan jembatan yang rusak, normalisasi lahan produktif masyarakat, perbaikan sistem irigasi pertanian, hingga pembangunan kembali fasilitas ibadah dan sarana pendidikan yang terdampak bencana.
Bupati Mukhlis menilai dukungan lembaga internasional seperti Hasene sangat penting dalam membantu percepatan pemulihan daerah, terutama bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam.
Sementara itu, pihak Hasene International menyambut positif usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Perwakilan lembaga tersebut menyatakan akan membawa berbagai proposal dan kebutuhan pembangunan tersebut ke tingkat Dewan Komite Hasene di Jerman untuk dipelajari dan dipertimbangkan lebih lanjut.
Hasene juga menyampaikan komitmennya untuk terus mempererat hubungan kemanusiaan dengan masyarakat Aceh serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan rehabilitasi pasca-bencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Kehadiran lembaga internasional di tengah masyarakat dinilai membawa harapan baru sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian lintas negara tetap tumbuh kuat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
