Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan sekaligus pengukuhan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada (AKPP) oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Peudada, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mulyadi, S.E., M.M., Camat Peudada Erry Seprinaldi, S.STP., S.Sos., M.Si., unsur Forkopimcam Peudada, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dan Brigade Pangan penerima bantuan.
Acara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mendukung program nasional menuju swasembada pangan melalui peningkatan mekanisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Dalam sambutannya, Camat Peudada Erry Seprinaldi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Menurutnya, Kecamatan Peudada memperoleh bantuan untuk dua Brigade Pangan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran petani dalam mengelola usaha tani secara lebih modern.
Ia menjelaskan bahwa program pompanisasi yang selama ini dijalankan telah memberikan manfaat bagi petani, namun masih menghadapi sejumlah kendala teknis sehingga belum mampu mengoptimalkan sistem pengairan pada seluruh areal persawahan.
"Masih terdapat beberapa hambatan teknis dalam pelaksanaan pompanisasi sehingga efektivitas pengairan belum maksimal. Kami berharap ke depan berbagai kendala tersebut dapat diselesaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh petani," ujarnya.
Erry juga mengungkapkan bahwa pembangunan Bendungan Irigasi Aneuk Gajah Rheut saat ini telah dimulai. Kehadiran bendungan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian di Kecamatan Peudada dan sekitarnya.
Ia optimistis pembangunan bendungan tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun ini sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain itu, Camat Peudada juga berharap adanya dukungan pembiayaan, khususnya melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung operasional Brigade Pangan agar mampu mengelola alsintan secara profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat lima Brigade Pangan yang menerima bantuan Alsintan dari pemerintah.
Kelima brigade tersebut masing-masing adalah Brigade Gaptas Kecamatan Gandapura, Brigade Babuta Kecamatan Peusangan Selatan, Brigade Sigupai Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, serta Brigade Situ Bagendit dan Brigade Gamagura dari Kecamatan Peudada.
Menurut Mulyadi, setiap brigade memperoleh paket bantuan yang terdiri atas empat unit hand tractor, dua unit traktor pembajak sawah, satu unit traktor roda empat, satu unit drone penyemprot, serta combine harvester yang dialokasikan untuk tiga brigade karena keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat.
"Nilai bantuan yang diterima masing-masing brigade mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses mekanisasi pertanian sehingga efisiensi dan produktivitas usaha tani semakin meningkat," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. juga mengukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada (AKPP) sebagai wadah yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpelaku pertanian dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses terhadap teknologi pertanian, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi di sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penyerahan bantuan Alsintan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Menurutnya, bantuan yang diserahkan bukan sekadar fasilitas, melainkan aset negara yang harus dijaga, dimanfaatkan, dan dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Seluruh alat dan mesin pertanian yang diberikan merupakan aset negara. Karena itu, harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani," tegas Bupati.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Brigade Pangan yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Menurut Bupati, Brigade Pangan diharapkan mampu melahirkan generasi petani milenial yang tangguh, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki semangat kewirausahaan dalam mengembangkan usaha pertanian.
Lebih lanjut, Mukhlis menilai penerapan sistem pengelolaan berbasis wiralaba menjadi salah satu konsep yang dapat diterapkan dalam pengelolaan Alsintan agar berlangsung secara profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan pola tersebut, pemanfaatan alat pertanian tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani dan Brigade Pangan.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh anggota Brigade Pangan untuk menjaga seluruh bantuan yang telah diberikan serta menggunakannya secara maksimal demi mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bireuen.
Ia juga menyambut baik terbentuknya Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku pertanian dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan kompetensi, memperluas akses teknologi, serta mendorong inovasi yang berorientasi pada terwujudnya ketahanan pangan daerah dan nasional.
Melalui penyerahan bantuan Alsintan dan penguatan kelembagaan petani tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap proses modernisasi pertanian dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan petani sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen.
