Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komite dan Wali Murid Dukung Penuh Program Pramuka dan Kearifan Lokal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SMPN 2 Lhoksukon

Kamis, 16 Juli 2026 | 16:00 WIB Last Updated 2026-07-16T09:02:38Z


Detikacehnews.id | Lhoksukon – Komite Sekolah bersama seluruh wali murid SMP Negeri 2 Lhoksukon menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan sekolah yang menjadikan Pramuka dan Kearifan Lokal sebagai mata pelajaran wajib (intrakurikuler) mulai Tahun Pelajaran 2026/2027. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Awal Tahun Pelajaran yang membahas arah kebijakan dan program prioritas sekolah selama satu tahun ke depan.

Ketua Komite SMP Negeri 2 Lhoksukon, Ulumiddin, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah tepat dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Kami dari Komite Sekolah bersama seluruh wali murid mendukung penuh program yang telah dirancang sekolah. Terutama Pramuka dan Kearifan Lokal yang kini menjadi mata pelajaran wajib. Kami yakin program ini akan membentuk anak-anak menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berkarakter, serta mencintai budaya daerahnya sendiri," ujar Ulumiddin.

Foto: Ketua Komite SMP Negeri 2 Lhoksukon, Ulumiddin

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial peserta didik. Karena itu, komite sekolah siap menjadi mitra sekolah dalam menyukseskan seluruh program yang telah disusun.

"Kami berharap seluruh orang tua juga terus memberikan dukungan kepada sekolah. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga, program-program yang telah dirancang akan berjalan maksimal demi masa depan anak-anak," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Lhoksukon, Arikrisnaningsih, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa keputusan menjadikan Pramuka dan Kearifan Lokal sebagai mata pelajaran intrakurikuler merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite, dan seluruh wali murid.

"Benar, Komite sekolah beserta wali murid mendukung penuh program Kearifan Lokal dan Pramuka menjadi pelajaran wajib (intrakurikuler) setelah sebelumnya kami menggelar rapat bersama membahas hal tersebut di awal semester baru ini," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Arikrisnaningsih menjelaskan bahwa Pramuka dan Kearifan Lokal sebenarnya telah lama menjadi bagian dari aktivitas sekolah. Namun, mulai tahun pelajaran 2026/2027 kedua program tersebut diperkuat menjadi mata pelajaran intrakurikuler agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan dapat diikuti seluruh peserta didik.

Pada mata pelajaran Kearifan Lokal, siswa akan mempelajari berbagai nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat, meliputi budaya sosial, penguatan karakter, serta kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Sementara melalui pembelajaran Pramuka, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kepedulian sosial, serta semangat cinta tanah air.

Selain penguatan karakter, SMP Negeri 2 Lhoksukon juga telah menyusun berbagai program sekolah berbasis data yang mengacu pada Rapor Pendidikan. Program tersebut meliputi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, tahfiz dan pengajian, pembinaan karakter, penguatan iklim keamanan satuan pendidikan, iklim kebinekaan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pelaksanaan Pramuka dan Kearifan Lokal sebagai program intrakurikuler.

Sekolah juga menetapkan sejumlah program prioritas Tahun Pelajaran 2026/2027, yakni peningkatan kualitas manajerial sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pengembangan potensi peserta didik, program kewirausahaan, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

Sebagai indikator keberhasilan, sekolah menargetkan peningkatan nilai Rapor Pendidikan, tingkat kehadiran guru dan siswa mencapai 98 persen, supervisi guru terlaksana 100 persen, keterlaksanaan program sekolah minimal 90 persen, serta meningkatnya prestasi akademik maupun nonakademik.

Untuk mewujudkan target tersebut, sekolah akan melaksanakan program secara bertahap melalui proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut yang didukung dengan berbagai dokumen, mulai dari program kerja kepala sekolah, SK tim, RKAS, notulen rapat, daftar hadir, laporan kegiatan, hasil evaluasi, hingga Rapor Pendidikan.

Tak hanya itu, SMP Negeri 2 Lhoksukon juga terus menghadirkan berbagai inovasi melalui digitalisasi administrasi sekolah, presensi digital, penggunaan media pembelajaran digital, pengembangan Sekolah Ramah Anak, penguatan literasi digital, serta peningkatan kebersihan lingkungan sekolah.

Arikrisnaningsih berharap seluruh program yang telah disusun dapat terlaksana secara optimal melalui kolaborasi yang erat antara sekolah, komite, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

"Melalui pelaksanaan program sekolah yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan, kami berharap seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga terwujud sekolah yang aman, nyaman, berkarakter, berprestasi, serta mampu menghasilkan peserta didik yang unggul sesuai profil lulusan," pungkasnya.