Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SMA Negeri 1 Kuala Jalin Kerjasama dengan PW ISNU Aceh, Perkuat Budaya Literasi Melalui Pojok Baca

Senin, 13 Juli 2026 | 15:46 WIB Last Updated 2026-07-13T08:51:51Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, mengawali tahun pelajaran 2026/2027 dengan menghadirkan berbagai agenda strategis yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan kualitas pendidikan melalui pengembangan budaya literasi. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMA Negeri 1 Kuala dengan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana Pojok Baca sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Kuala, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Senin (13/7/2026), tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PW ISNU Aceh, kepala sekolah beserta dewan guru dan tenaga kependidikan, seluruh peserta didik, serta orang tua dan wali siswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama sekolah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dengan organisasi kemasyarakatan dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai program pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana di kalangan peserta didik.

Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan komitmen PW ISNU Aceh yang memilih sekolah yang dipimpinnya sebagai mitra dalam pengembangan budaya literasi. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana belajar sekaligus penguatan berbagai program literasi yang telah berjalan di sekolah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan pada era modern tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik agar memiliki budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta mampu menganalisis berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

"Literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kehadiran Pojok Baca diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif," ujar Nurul Aini.

Menurutnya, keberadaan Pojok Baca nantinya tidak hanya menjadi pelengkap fasilitas sekolah, tetapi diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan semakin mudahnya akses terhadap bahan bacaan, siswa diharapkan terdorong menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas belajar secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Nurul Aini berharap kerja sama antara SMA Negeri 1 Kuala dan PW ISNU Aceh tidak berhenti pada penyediaan fasilitas literasi semata, tetapi terus berkembang melalui berbagai program pendidikan lainnya, seperti pelatihan literasi digital, pengembangan perpustakaan sekolah, seminar pendidikan, pendampingan guru, hingga kegiatan peningkatan kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat dan diikuti seluruh warga sekolah. Pada kesempatan tersebut, Dr. Nazaruddin, S.Ag., S.S., M.LIS. bertindak sebagai pembina upacara. Putra daerah Kabupaten Bireuen tersebut dikenal sebagai dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh, sekaligus Ketua Bidang Digitalisasi PW ISNU Aceh.

Dalam amanatnya, Nazaruddin menekankan pentingnya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya hidup peserta didik. Ia mengingatkan bahwa kemampuan membaca dan memahami informasi merupakan modal utama dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta derasnya arus informasi di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan kemudahan yang luar biasa dalam mengakses berbagai informasi. Namun, tanpa kemampuan literasi yang memadai, seseorang akan kesulitan membedakan informasi yang benar dan keliru, memahami isi bacaan secara utuh, maupun memanfaatkan informasi tersebut secara produktif.

"Teknologi akan memberikan manfaat besar apabila diimbangi dengan budaya membaca dan kemampuan memahami informasi secara kritis. Karena itu, literasi harus terus dibangun sejak di bangku sekolah," katanya di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan berbagai fasilitas belajar yang tersedia di sekolah, termasuk Pojok Baca yang baru dihadirkan melalui kerja sama dengan PW ISNU Aceh. Menurutnya, ruang baca tersebut diharapkan menjadi tempat yang mampu membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas wawasan siswa di luar kegiatan pembelajaran di kelas.

Nazaruddin menambahkan bahwa budaya literasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, dan menyampaikan informasi secara tepat. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang semakin cepat.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMA Negeri 1 Kuala dan PW ISNU Aceh. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen kedua belah pihak dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan, khususnya pengembangan budaya literasi, penguatan perpustakaan sekolah, serta peningkatan kompetensi literasi informasi bagi warga sekolah.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan serah terima bantuan sarana Pojok Baca dari PW ISNU Aceh kepada SMA Negeri 1 Kuala. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam meningkatkan minat baca peserta didik sekaligus memperkuat implementasi Gerakan Literasi Sekolah yang selama ini telah menjadi salah satu program prioritas sekolah.

Melalui kerja sama tersebut, PW ISNU Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Aceh melalui penguatan budaya literasi. Organisasi yang beranggotakan para sarjana Nahdlatul Ulama itu memandang literasi sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kemitraan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai program kolaboratif lainnya, seperti pengembangan perpustakaan berbasis digital, pelatihan literasi informasi, transformasi digital sekolah, seminar pendidikan, workshop peningkatan kapasitas guru, hingga berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan akademisi, pustakawan, praktisi pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan adanya sinergi tersebut, SMA Negeri 1 Kuala optimistis mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih inovatif.