Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Atas Arahan Bupati Mukhlis, Plt Kadinsos Bireuen Kawal Percepatan Penyaluran Jadup, Intens Berkoordinasi dengan Kemensos

Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:52 WIB Last Updated 2026-08-07T04:53:51Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mengintensifkan upaya percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi Sumatra. Berbagai langkah koordinasi dilakukan agar seluruh penyintas yang telah memenuhi persyaratan dapat segera menerima haknya, terutama bantuan Jaminan Hidup (Jadup), stimulan ekonomi, bantuan perabot, serta santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka berat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., mengatakan pihaknya terus mengawal seluruh proses administrasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia agar penyaluran bantuan dapat dipercepat.

Menurut Alfian, percepatan penyaluran bantuan merupakan arahan langsung Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., yang terus mendorong agar hak-hak masyarakat korban bencana segera terpenuhi.

"Bupati memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Karena itu kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar setiap tahapan dapat segera diselesaikan," ujar Alfian.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Alfian mengungkapkan dirinya mendapat mandat langsung dari Bupati untuk menemui Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI, Masryani Mansyur, di Jakarta pada 17 Juni 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan mengoordinasikan percepatan penyelesaian administrasi sekaligus membahas berbagai kendala yang masih dihadapi dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bireuen.

"Koordinasi dilakukan agar data yang masih dalam proses dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat yang telah memenuhi syarat dapat memperoleh haknya," katanya.

Alfian menjelaskan, berdasarkan perkembangan terbaru, penyaluran bantuan tahap pertama terus menunjukkan kemajuan.

Hingga saat ini, sebanyak 4.943 kepala keluarga (KK) penerima bantuan telah diproses, sementara 84 KK lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi.

Selain itu, terdapat 703 calon penerima yang merupakan warga dengan kategori rumah relokasi. Data mereka saat ini masih dalam proses di Kementerian Sosial Republik Indonesia sebelum bantuan dapat disalurkan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga telah menyiapkan usulan penyaluran bantuan tahap berikutnya.

Untuk tahap ketiga, sebanyak 1.788 KK dijadwalkan akan diusulkan kepada pemerintah pusat pada Senin mendatang setelah melalui penyempurnaan data hasil verifikasi.

Sementara itu, usulan tahap keempat berasal dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan BNPB pada April 2026. Dari proses pemadanan data, tercatat sebanyak 20.593 KK kini memasuki tahapan review akhir dan direncanakan akan diusulkan kepada pemerintah pusat pada akhir Agustus 2026.

Alfian menegaskan, seluruh tahapan tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga memaparkan bahwa berbagai jenis bantuan dari Kementerian Sosial telah disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Bireuen.

Untuk bantuan Jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabot tahap pertama, sebanyak 4.859 kepala keluarga telah menerima haknya.

Selain itu, bantuan santunan ahli waris tahap pertama telah diterima 45 penerima, bantuan bagi 19 korban luka berat juga telah disalurkan, sedangkan santunan kematian tahap kedua telah diterima oleh 13 ahli waris.

Menurut Alfian, seluruh bantuan tersebut langsung ditransfer oleh Kementerian Sosial ke rekening masing-masing penerima sehingga Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak menjadi perantara dalam proses pencairannya.

Karena itu, pihaknya terus membantu masyarakat yang masih menghadapi kendala administrasi agar proses penyaluran dapat berjalan lebih cepat.

"Kami terus mendampingi masyarakat mulai dari proses verifikasi, penyempurnaan data hingga koordinasi dengan kementerian. Tujuannya agar tidak ada warga yang memenuhi syarat kehilangan haknya hanya karena persoalan administrasi," jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Dinas Sosial Kabupaten Bireuen juga membuka layanan pengaduan setiap hari kerja melalui Sentra Layanan Terpadu.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan, memperoleh informasi mengenai perkembangan penyaluran bantuan, serta mendapatkan pendampingan apabila masih mengalami kendala dalam proses administrasi.

Alfian berharap masyarakat tetap bersabar dan terus berkoordinasi dengan pemerintah apabila terdapat data yang belum sesuai ataupun bantuan yang masih dalam proses.

"Kami memahami harapan masyarakat untuk segera menerima bantuan. Oleh karena itu, kami terus berupaya mempercepat setiap tahapan melalui koordinasi yang intensif dengan Kementerian Sosial dan instansi terkait," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., dalam kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Bireuen pada Kamis (6/8/2026), turut menyampaikan langsung aspirasi masyarakat mengenai perlunya percepatan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen, lanjut Alfian, berkomitmen terus mengawal seluruh proses hingga seluruh masyarakat terdampak bencana yang telah memenuhi persyaratan menerima haknya sesuai ketentuan yang berlaku.