Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Keuchik Juhari Apresiasi Gathom Meuseuraya Festival, Berharap Program KKN Terus Berlanjut

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:49 WIB Last Updated 2026-08-21T16:11:49Z



Detikacehnews.id | Bireuen – Keuchik Desa Uteuen Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Juhari, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gathom Meuseuraya Festival yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tanah Rencong Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Nibong, Desa Uteuen Gathom, Jumat (21/8/2026), tersebut diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis serta sejumlah perlombaan yang melibatkan masyarakat desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Peusangan Selatan Juliadi, S.E., unsur Muspika, Danposramil Peusangan Selatan Peltu Novriadi, Kapospol Aipda Hendra Saputra, Ketua DPD Ikan Bireuen Mukhlis, S.E., M.M., tenaga transfusi darah dari Palang Merah Indonesia (PMI), serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Peusangan Selatan.

Kehadiran unsur pemerintahan, aparat keamanan, tenaga kesehatan dan masyarakat tersebut menunjukkan dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung terlaksananya kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Desa Uteuen Gathom.

Foto Keuchik Desa Uteuen Gathom, Juhari (kanan) bersama Ketua DPD Ikan Bireuen Mukhlis, S.E., M.M. (kiri)


Juhari menilai kegiatan yang digagas mahasiswa KKN tersebut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Desa Uteuen Gathom. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana semarak dalam memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan sosial dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurut Juhari, program seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan kegiatan yang sangat positif karena menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan dan petugas transfusi darah juga memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

Pemerintah Desa Uteuen Gathom sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Juhari.

Ia menilai, kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat selama masa pengabdian telah memberikan berbagai kontribusi positif. Interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang dapat memperkuat kebersamaan warga.

Menurutnya, mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai peserta program pengabdian, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat selama berada di Desa Uteuen Gathom.

Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah ikut berkontribusi dan berbaur dengan masyarakat. Berbagai kegiatan yang mereka lakukan tentunya menjadi pengalaman dan kenangan tersendiri bagi masyarakat Desa Uteuen Gathom,” katanya.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian Juhari adalah aksi donor darah. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi karena darah yang disumbangkan masyarakat dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

Dalam pelaksanaan Gathom Meuseuraya Festival, sebanyak 23 kantong darah berhasil dikumpulkan dari warga dan peserta yang mengikuti kegiatan donor darah.

Juhari berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah. Ia juga berharap masyarakat tidak hanya berpartisipasi ketika kegiatan donor darah digelar, tetapi memiliki kesadaran untuk secara sukarela mendonorkan darah apabila memenuhi persyaratan kesehatan.

Menurutnya, kebutuhan darah dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal waktu maupun siapa yang membutuhkan. Karena itu, budaya saling membantu melalui donor darah perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

Selain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis juga dinilai memberikan manfaat penting. Warga dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka melalui pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin sebelum mengikuti donor darah.

Program seperti pemeriksaan kesehatan gratis ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak semua warga memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka,” ungkap Juhari.

Tidak hanya kegiatan sosial dan kesehatan, Juhari juga mengapresiasi berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.

Lomba merangkai sirih yang diikuti kaum ibu serta lomba mewarnai bagi anak-anak usia TK menjadi bagian dari kegiatan yang menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurut Juhari, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan kemerdekaan memiliki nilai penting. Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan semangat kebangsaan dan nilai kebersamaan kepada generasi muda sejak dini.

Sementara bagi kalangan ibu-ibu dan masyarakat dewasa, perlombaan menjadi ruang untuk berinteraksi, bersilaturahmi dan memperkuat hubungan antarwarga.

Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah kebersamaan. Masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan. Anak-anak juga bisa ikut berpartisipasi sehingga suasana desa menjadi lebih hidup,” ujarnya.

Juhari juga menilai konsep Gathom Meuseuraya Festival cukup positif karena menggabungkan berbagai unsur kegiatan dalam satu rangkaian. Ada kegiatan sosial, kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, hiburan dan kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan kegiatan desa pada masa mendatang, khususnya dalam mengisi momentum hari-hari besar nasional.

Namun demikian, Juhari berharap berbagai program positif yang telah dirintis mahasiswa KKN tidak berhenti setelah masa pengabdian mereka selesai.

Ia berharap masyarakat dan pemerintah desa dapat terus melanjutkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga, sementara mahasiswa KKN dapat tetap menjalin komunikasi dengan masyarakat meskipun nantinya telah kembali ke Yogyakarta.

Kami berharap kegiatan-kegiatan yang sudah dibuat oleh mahasiswa KKN ini tidak berhenti setelah masa KKN selesai. Kalau memungkinkan, kegiatan yang sudah baik seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa,” katanya.

Juhari mengungkapkan, kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan dorongan baru bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang sebelumnya belum terlaksana.

Karena itu, ia berharap semangat dan gagasan yang dibawa mahasiswa selama menjalankan pengabdian dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus bergerak dan menciptakan kegiatan yang bermanfaat.

Menurutnya, keberlanjutan sebuah program tidak harus selalu bergantung kepada mahasiswa. Setelah mahasiswa meninggalkan desa, masyarakat bersama pemerintah desa dapat mengambil peran untuk melanjutkan program sesuai kemampuan dan kebutuhan yang ada.

Ia juga membuka peluang untuk terus berkomunikasi dengan pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta apabila terdapat program pengabdian masyarakat lainnya yang dapat dilaksanakan di Desa Uteuen Gathom pada masa mendatang.

Kami tentu sangat terbuka apabila ke depan ada program kerja sama atau kegiatan pengabdian lainnya. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin selama KKN ini tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke daerah asalnya,” tutur Juhari.

Lebih lanjut, Juhari berharap pengalaman mahasiswa selama melaksanakan KKN di Desa Uteuen Gathom juga dapat menjadi pengalaman berharga bagi mereka dalam memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara nyata bagaimana masyarakat desa membangun kebersamaan, menyelesaikan berbagai persoalan serta menjalankan kehidupan sosial dengan semangat gotong royong.

Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari kehadiran mahasiswa melalui berbagai gagasan dan program yang mereka bawa.

Hubungan antara mahasiswa dan masyarakat ini sebenarnya saling memberikan manfaat. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengabdi kepada masyarakat, sementara masyarakat juga mendapatkan berbagai program dan gagasan positif dari mahasiswa,” jelasnya.

Juhari menambahkan, Pemerintah Desa Uteuen Gathom selama pelaksanaan KKN berupaya memberikan dukungan terhadap berbagai program mahasiswa sepanjang kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengapresiasi koordinasi yang dilakukan mahasiswa dengan pemerintah desa dalam menjalankan kegiatan, termasuk dalam pelaksanaan Gathom Meuseuraya Festival.

Menurutnya, koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan mendapat partisipasi warga.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan desa pada masa mendatang.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Juhari juga mengajak masyarakat Desa Uteuen Gathom untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dimaknai dengan melakukan berbagai hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gathom Meuseuraya Festival, kata dia, menjadi salah satu contoh bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, aksi kemanusiaan, kepedulian terhadap kesehatan serta kegiatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat.

Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Kegiatan sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan kebersamaan seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan,” katanya.

Di akhir keterangannya, Juhari kembali menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah melaksanakan berbagai kegiatan selama berada di Desa Uteuen Gathom.

Ia berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi awal bagi terjalinnya hubungan yang lebih erat antara Desa Uteuen Gathom dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sudah hadir dan mengabdi di desa kami. Semoga apa yang sudah dilakukan selama berada di sini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa,” pungkasnya.