Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Saskia Syaliandria, Siswi SMAN 1 Bireuen Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di HUT Ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:54 WIB Last Updated 2026-08-17T10:54:38Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen — Momen bersejarah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bireuen. Di antara deretan putra-putri terbaik daerah yang dipercaya mengemban tugas dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen Tahun 2026, terdapat sosok pelajar perempuan yang tampil penuh percaya diri dan wibawa, yakni Saskia Syaliandria.

Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Bireuen tersebut dipercaya mengemban salah satu tugas penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih, yakni sebagai pembawa baki bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bireuen, Senin (17/8/2026).

Dengan mengenakan PDU (Pakaian Dinas Upacara) berupa setelan jas berwarna putih lengkap dengan atribut resmi, Saskia tampil anggun, cantik, dan berwibawa saat menjalankan tugasnya di hadapan Bupati Bireuen, jajaran Forkopimda, para pejabat daerah, peserta upacara, serta masyarakat yang hadir di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Eks Stadion Cot Gapu Bireuen.

Tugas tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Saskia sebagai anggota Paskibraka. Dengan langkah yang terukur dan sikap penuh konsentrasi, ia menjalankan tanggung jawab membawa baki untuk prosesi pengibaran bendera Merah Putih.

Sebagai pembawa baki, Saskia berada pada posisi penting dalam rangkaian prosesi pengibaran bendera. Tugas tersebut menuntut ketenangan, ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga sikap dan gerakan agar tetap sesuai dengan tata upacara yang telah dilatih sebelumnya.

Kepercayaan yang diberikan kepada Saskia tentu bukan tanpa alasan. Untuk dapat menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Bireuen, para pelajar harus melalui proses seleksi dan pembinaan yang menuntut kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti setiap tahapan latihan.

Bagi Saskia, kepercayaan menjadi pembawa baki pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Terlebih, tugas tersebut dilaksanakan dalam upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., selaku Inspektur Upacara.

Upacara yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung khidmat. Bupati Bireuen memimpin jalannya upacara di hadapan jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara, TNI-Polri, instansi vertikal, organisasi kepemudaan, tenaga pendidik, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bireuen.

Bertindak sebagai Komandan Upacara Lettu Inf. Andi Adianto Yudha Prawira, S.Tr (Han), sedangkan Perwira Upacara dijabat Kapten ARH M. Agus Apriansyah. Sementara Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Letda Inf. Muhammad Ega Daryanto.

Ketika prosesi pengibaran Sang Merah Putih dimulai, Saskia bersama anggota Paskibraka lainnya menjalankan tugas masing-masing dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

Sang Merah Putih kemudian dikibarkan dengan lancar di tengah suasana upacara yang penuh khidmat. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses latihan dan persiapan yang telah dijalani para anggota Paskibraka, termasuk Saskia, jauh sebelum pelaksanaan upacara.

Dikukuhkan Dua Hari Sebelum Upacara

Perjalanan Saskia hingga dipercaya membawa baki dimulai dari proses seleksi dan pembinaan sebagai calon anggota Paskibraka Kabupaten Bireuen Tahun 2026.

Saskia kemudian resmi dikukuhkan bersama anggota Paskibraka lainnya dalam prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula Lama Setdakab Bireuen, Sabtu malam (15/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi tahapan penting sebelum para anggota Paskibraka menjalankan tugas negara pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sejak saat itu, tanggung jawab mereka semakin besar karena harus mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas di hadapan pimpinan daerah dan masyarakat Kabupaten Bireuen.

Bagi Saskia, amanah sebagai pembawa baki menjadi pengalaman yang tidak hanya berharga secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah tempat ia menempuh pendidikan.

Saskia merupakan putri dari pasangan Syadianto dan Yuliana. Ia lahir di Penanggalan pada 27 Mei 2010. Di usia yang masih muda, ia telah mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dalam salah satu prosesi penting pada peringatan kemerdekaan di daerahnya.

Keberhasilannya menjadi anggota Paskibraka sekaligus dipercaya sebagai pembawa baki juga menjadi kebanggaan bagi keluarga. Amanah tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Bireuen memiliki kesempatan untuk tampil dan berkontribusi dalam momentum penting daerah dan bangsa.

Kebanggaan SMA Negeri 1 Bireuen

Prestasi Saskia juga menjadi kebanggaan bagi SMA Negeri 1 Bireuen. Sebagai seorang siswi kelas XI, keikutsertaannya dalam Paskibraka Kabupaten Bireuen menjadi pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya.

Kepala SMA Negeri 1 Bireuen, Yuslina, S.Pd., MM, turut menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung perjalanan Saskia hingga dipercaya mengemban tugas tersebut.

Sementara itu, pembinaan Paskibraka di lingkungan SMA Negeri 1 Bireuen turut didampingi oleh Oktavia Sigalingging, S.Pd., M.Pd., selaku Pembina Paskibraka SMA Negeri 1 Bireuen.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki ketahanan mental, serta mampu bekerja sama dalam sebuah tim.

Bagi sekolah, keterlibatan siswa dalam Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas dalam upacara. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi proses pendidikan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap bangsa dan daerah.

Menjadi Bagian dari Sejarah Kemerdekaan

Penampilan Saskia sebagai pembawa baki pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan masa remajanya.

Di tengah suasana upacara yang khidmat, ia berdiri sebagai salah satu perwakilan generasi muda Bireuen yang mendapat kepercayaan untuk mengambil bagian dalam prosesi penghormatan terhadap Sang Merah Putih.

Tugas tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab generasi terdahulu, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga semangat kebangsaan.

Dengan balutan PDU berwarna putih dan atribut resmi, Saskia menjalankan tugasnya dengan penuh ketenangan. Setiap langkah dan gerakannya menjadi bagian dari prosesi yang telah dipersiapkan melalui latihan panjang bersama anggota Paskibraka lainnya.

Keberadaannya di tengah barisan Paskibraka juga menunjukkan bahwa prestasi dan kepercayaan dapat diraih melalui kedisiplinan, ketekunan, serta kesungguhan dalam menjalankan proses.

Bagi Saskia, menjadi pembawa baki bukan sekadar tugas selama beberapa menit dalam sebuah upacara. Amanah tersebut menjadi pengalaman yang akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya sekaligus pengabdian kecilnya kepada daerah dan bangsa.

Sementara bagi SMA Negeri 1 Bireuen dan keluarganya, penampilan Saskia pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Dari RTH atau Eks Stadion Cot Gapu Bireuen, Senin pagi itu, Saskia bersama anggota Paskibraka lainnya telah menunaikan tugas dengan baik. Sang Merah Putih berkibar di langit Bireuen, sementara generasi muda seperti Saskia menjadi bagian dari prosesi yang merefleksikan semangat perjuangan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tangan generasi muda, semangat kemerdekaan akan terus dilanjutkan melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, dan pengabdian bagi bangsa dan daerah.