Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Salim Fakhry Buka MUSDA VII Partai Golkar Bireuen, Kader Diingatkan Kedepankan Kepentingan Bersama

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:48 WIB Last Updated 2026-08-20T07:48:36Z



Detikacehnews.id | Bireuen – Ketua DPD Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) VII Partai Golkar Kabupaten Bireuen yang berlangsung di Aula Hotel Fajar, Kabupaten Bireuen, Kamis (20/8/2026).

MUSDA VII tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kabupaten Bireuen untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal dan menentukan arah kepengurusan untuk periode mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Anggota DPRA, unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, para pimpinan organisasi politik se-Kabupaten Bireuen, pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, jajaran pengurus Golkar se-Kabupaten Bireuen, para pinisepuh Partai Golkar, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, peserta musyawarah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry menegaskan bahwa MUSDA merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi dan harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat soliditas serta menyatukan langkah seluruh kader.

Menurut Salim Fakhry, organisasi yang besar dan modern harus mampu menjalankan seluruh tahapan organisasi berdasarkan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan. Karena itu, seluruh kader diminta mengedepankan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Organisasi yang modern wajib menjalankan proses serta tahapan sesuai mekanisme yang terbuka dan berlaku secara adil. Saya imbau seluruh kader mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama,” tegas Salim Fakhry.

Ia berharap seluruh peserta MUSDA dapat mengikuti proses musyawarah dengan mengedepankan sikap dewasa, terbuka dan penuh rasa tanggung jawab. Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi internal, kata dia, merupakan sesuatu yang wajar dan harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi.

Salim Fakhry juga mengingatkan bahwa hasil MUSDA nantinya harus menjadi titik awal untuk memperkuat kembali Partai Golkar Kabupaten Bireuen. Kepengurusan yang terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh kader dan membangun kerja sama yang solid dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Siapapun yang terpilih ke depannya kita harus menjaga kebersamaan dengan organisasi politik lain,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa persaingan politik harus berlangsung secara sehat dengan tetap menghormati keberadaan organisasi politik lainnya. Menurutnya, kemenangan politik tidak boleh ditempuh dengan cara-cara yang dapat merusak hubungan antarkekuatan politik di daerah.

Fokus kita memenangkan usungan masing-masing secara sehat tanpa mengganggu atau mencuri kursi milik organisasi lain,” kata Salim Fakhry.

Dalam kesempatan tersebut, Salim Fakhry turut mengapresiasi perkembangan dan capaian Partai Golkar di Kabupaten Bireuen. Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Golkar memperoleh dukungan masyarakat yang cukup besar hingga mampu menempatkan kadernya pada posisi strategis di lembaga legislatif, termasuk sebagai Ketua DPRK Bireuen.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para kader, pengurus, serta dukungan para tokoh yang selama ini telah berkontribusi dalam membangun dan membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Bireuen.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para tokoh senior dan pinisepuh Golkar yang dinilai telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan panjang organisasi.

Sementara itu, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., yang turut menghadiri pembukaan MUSDA VII, menyampaikan apresiasi atas capaian Partai Golkar Kabupaten Bireuen pada Pemilu sebelumnya.

Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang luar biasa atas capaian Golkar Kabupaten Bireuen, di mana Golkar berhasil meraih kepercayaan masif dari masyarakat sehingga memperoleh alokasi kursi yang sangat signifikan di lembaga legislatif Kabupaten Bireuen,” ujar Mukhlis.

Bupati menilai perolehan kursi yang signifikan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang sekaligus menjadi amanah besar bagi Partai Golkar.

Ia berharap keberadaan Fraksi Golkar di DPRK Bireuen dapat terus memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Fraksi Golkar, kata Mukhlis, diharapkan mampu menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah dalam mengawal berbagai kebijakan.

Melalui MUSDA VII ini, saya berharap lahir struktur kepengurusan yang solid, berintegritas, serta visioner. Mari kita jadikan perbedaan pandangan politik sebagai wujud dinamika demokrasi yang mendewasakan,” tambahnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berkeadilan melalui hubungan yang konstruktif antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana MUSDA VII, Taufiq Ridha, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai forum konsolidasi organisasi. MUSDA menjadi wadah untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya sekaligus memilih dan menetapkan kepengurusan baru DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Setelah seluruh sambutan disampaikan, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., secara resmi membuka MUSDA VII DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Pembukaan MUSDA tersebut kemudian dilanjutkan dengan rangkaian agenda musyawarah internal organisasi yang membahas berbagai hal strategis bagi keberlangsungan Partai Golkar di Kabupaten Bireuen.

Pada penghujung acara, Ketua DPD I Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry, didampingi Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., menyerahkan cinderamata kepada empat pinisepuh Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Keempat tokoh tersebut yakni M. Amin Hamzah, S.Pd., Aziz Ishak, H. Zainal Abidin Mahmud, dan H. Yusri Abdullah, S.Sos.

Penyerahan cinderamata tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para senior yang telah memberikan dedikasi serta kontribusi dalam perjalanan Partai Golkar di Kabupaten Bireuen.

Melalui MUSDA VII, Partai Golkar Kabupaten Bireuen diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang semakin solid, berintegritas dan visioner. Konsolidasi organisasi juga diharapkan menjadi fondasi bagi kader untuk menghadapi agenda politik mendatang dengan tetap mengedepankan persatuan, etika politik dan kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa dinamika politik internal merupakan bagian dari proses demokrasi, namun kepentingan organisasi dan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah dan keputusan politik.