Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dukungan Kemendagri Berlanjut, Bupati Bireuen Kerahkan Empat Ekskavator ke Pante Karya

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB Last Updated 2026-10-16T09:23:16Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen mempercepat penanganan dampak banjir di Gampong Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan mengerahkan empat unit ekskavator bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Alat berat tersebut disiapkan untuk mendukung normalisasi sungai, penanganan tanggul yang jebol, serta pemulihan infrastruktur pengairan yang terdampak banjir.

Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., secara langsung melepas dan menyerahkan empat unit alat berat tersebut ke lokasi pekerjaan utama di Gampong Pante Karya, Jumat (16/10/2026). Penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari serah terima pinjam pakai lima unit ekskavator dari Kemendagri kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Dari total lima unit yang diterima, empat unit dialokasikan untuk Gampong Pante Karya, terdiri atas dua unit ekskavator jenis long arm dan dua unit ekskavator biasa tipe PC 200. Sementara itu, satu unit lainnya dialokasikan untuk penanganan banjir di Kecamatan Simpang Mamplam.

Penyerahan alat berat tersebut turut didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat Peusangan Siblah Krueng, Keuchik Gampong Pante Karya, serta perangkat gampong setempat.

Kehadiran empat unit ekskavator di lokasi tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat penanganan kerusakan akibat banjir yang kembali melanda kawasan itu. Pengerjaan diprioritaskan pada normalisasi Bendung Irigasi Mon Seukeu Pulot dan aliran sungai di Gampong Pante Karya, termasuk penanganan tanggul yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus air.

Bupati Mukhlis mengatakan, dukungan alat berat dari pemerintah pusat sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir yang membutuhkan pengerjaan fisik secara intensif. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Bireuen.

"Hari ini kebetulan kita ada bantuan dari pemerintah pusat, dari Kemendagri. Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian PU, dan Bapak Mendagri atas bantuan lima unit alat berat ekskavator. Sebanyak empat unit segera kita kirim kemari untuk menangani tanggul dan normalisasi sungai," ungkap Mukhlis.

Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut diharapkan mempercepat pekerjaan yang selama ini membutuhkan dukungan peralatan memadai, terutama pada bagian sungai dan tanggul yang mengalami kerusakan cukup serius.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema operasional agar seluruh alat berat dapat bekerja secara optimal. Dengan demikian, pengerjaan di lapangan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembersihan material banjir, tetapi juga mendukung upaya pemulihan fungsi aliran sungai dan infrastruktur pengairan yang dibutuhkan masyarakat.

Empat Ekskavator Difokuskan untuk Normalisasi Sungai

Bupati Mukhlis menegaskan, empat unit ekskavator yang ditempatkan di Pante Karya akan segera dioperasikan sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan. Pekerjaan difokuskan pada pembersihan slime atau lumpur endapan yang menumpuk serta penanganan bagian sungai dan tanggul yang terdampak banjir.

Normalisasi sungai menjadi salah satu pekerjaan penting mengingat sedimentasi dan penumpukan material dapat menghambat aliran air. Karena itu, pengerukan dan pembersihan perlu dilakukan secara terarah agar kapasitas aliran sungai dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Selain itu, perbaikan tanggul yang rusak juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam melindungi kawasan sekitar dari luapan air sungai, terutama ketika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menyiapkan pengaturan operasional yang mencakup ketersediaan bahan bakar, kebutuhan konsumsi operator, personel yang bertugas, serta pengamanan alat berat.

Pengerjaan direncanakan berlangsung secara efektif selama kurang lebih satu bulan. Pengaturan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pekerjaan sehingga penggunaan alat berat benar-benar memberikan hasil optimal bagi penanganan dampak banjir di kawasan tersebut.

Dengan dukungan peralatan dan pengaturan kerja yang terstruktur, pemerintah daerah menargetkan penanganan di Pante Karya dapat berjalan lebih cepat sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan prioritas di lapangan.

Tanggul yang Selesai Dibangun Kembali Jebol

Selain menyerahkan alat berat, Bupati Mukhlis juga meninjau langsung lokasi tanggul sungai yang kembali jebol akibat banjir di Gampong Pante Karya. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dapat diidentifikasi secara langsung.

Mukhlis menjelaskan, tanggul di kawasan itu sebelumnya telah dibangun dan diselesaikan setelah banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir 2025. Namun, banjir yang kembali terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan tanggul tersebut tergerus arus air.

"Tanggul ini waktu banjir kemarin di akhir 2025 sudah kita bangun, sudah kita buat dengan bagus dan sudah oke, sudah selesai. Namun dua hari yang lalu terjadi banjir lagi sehingga digerus kembali sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman 2 meter," ujar Mukhlis.

Kerusakan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman sekitar dua meter tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi perlindungan kawasan sekitar terhadap luapan air sungai.

Kondisi itu menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan setelah bencana terjadi. Upaya mitigasi juga perlu dilakukan melalui pemeliharaan sungai, penanganan sedimentasi, perlindungan infrastruktur pengendali air, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan.

Melalui peninjauan langsung tersebut, Bupati ingin memastikan penanganan kerusakan dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Dukungan ekskavator diharapkan mempermudah pekerjaan teknis, terutama pada bagian sungai dan tanggul yang memerlukan penanganan segera.

Bupati Ingatkan Pentingnya Menjaga Fungsi Alami Sungai

Dalam kesempatan itu, Mukhlis juga menyoroti aktivitas penambangan batu besar atau batu gajah di aliran sungai yang dinilai dapat mengganggu kondisi lingkungan apabila dilakukan tanpa memperhatikan fungsi alami sungai.

Ia menjelaskan, keberadaan batu-batu besar di aliran sungai memiliki fungsi dalam membantu meredam energi arus air. Karena itu, pengambilan material tersebut secara sembarangan dikhawatirkan dapat mengubah karakter aliran dan memperbesar risiko kerusakan ketika banjir terjadi.

Bupati meminta pihak kecamatan dan pemerintah gampong meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas penambangan yang tidak sesuai ketentuan.

"Fungsi batu tersebut adalah sebagai peredam energi. Ketika banjir, dialah yang akan meredam derasnya arus air. Jangan sampai kita mengatasi masalah tapi muncul masalah baru. Bapak Camat mohon diperhatikan kerusakan lingkungan, jangan sembarangan mengeluarkan izin. Bapak Keuchik juga harus melarang penambangan batu-batu gajah yang ada dalam sungai karena itu sangat penting untuk mengendalikan kondisi banjir," tegasnya.

Menurut Mukhlis, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi sungai dan lingkungan di sekitarnya. Pengerukan dan perbaikan tanggul perlu berjalan beriringan dengan upaya mencegah kerusakan lingkungan yang dapat memperburuk dampak banjir pada masa mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, keuchik, dan pihak terkait dalam mengawasi aktivitas masyarakat di kawasan sungai. Pengawasan tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi aliran air sekaligus mengurangi potensi kerusakan infrastruktur akibat perubahan kondisi lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi agar penanganan yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga diikuti dengan pengendalian faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.

Warga Apresiasi Respons Pemerintah

Keuchik Gampong Pante Karya, Hasdairin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bireuen, atas respons terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya yang terdampak banjir.

Menurutnya, kunjungan langsung Bupati ke lokasi serta kepastian penempatan alat berat memberikan harapan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kekhawatiran akibat kerusakan tanggul dan sejumlah infrastruktur lainnya.

Sebelumnya, masyarakat Gampong Pante Karya sempat merasa cemas menyusul jebolnya tanggul sungai, belum tuntasnya jaringan irigasi, serta kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan tersebut menjadi persoalan penting bagi warga karena berkaitan dengan keamanan lingkungan, kelancaran akses, dan kebutuhan pengairan yang menunjang aktivitas masyarakat.

Dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah daerah dan dukungan alat berat dari pemerintah pusat, masyarakat kini memiliki harapan agar penanganan di lokasi tersebut dapat segera dilaksanakan secara lebih intensif.

Alokasi empat unit ekskavator juga menjadi dukungan penting bagi pemerintah gampong dalam mempercepat pekerjaan yang membutuhkan peralatan khusus. Masyarakat berharap normalisasi sungai, penanganan tanggul, dan pemulihan infrastruktur pengairan dapat berjalan sesuai kebutuhan sehingga risiko dampak banjir dapat dikurangi.

Perkuat Mitigasi dan Pemulihan Pascabanjir

Pengerahan empat unit ekskavator ke Gampong Pante Karya menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mempercepat penanganan kerusakan akibat banjir. Dukungan Kemendagri melalui skema pinjam pakai memungkinkan pemerintah daerah menambah kapasitas peralatan untuk mengerjakan sejumlah titik prioritas.

Selain mempercepat normalisasi sungai dan penanganan tanggul, pengerjaan tersebut diharapkan membantu pemulihan infrastruktur yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama jaringan pengairan dan akses kawasan terdampak.

Pemerintah daerah juga menempatkan pengawasan lingkungan sebagai bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana. Koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pemerintah gampong diperlukan agar penanganan fisik dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian sungai.

Melalui dukungan alat berat, peninjauan langsung, dan pengaturan pekerjaan yang terencana, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap penanganan banjir di Gampong Pante Karya dapat berjalan lebih optimal. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dari potensi dampak banjir berikutnya.