Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan santunan kepada 200 anak yatim yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Santunan tersebut bersumber dari gaji Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus ungkapan rasa syukur dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bireuen.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen itu berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Sejumlah unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian sosial.
Turut hadir Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., Wakil Wali Kota Sabang beserta istri, Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh, Kabintal Kodam Iskandar Muda, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh-tokoh pendiri Kabupaten Bireuen.
Hadir pula para mantan Bupati, Wakil Bupati dan Penjabat Bupati Bireuen, pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, alim ulama dan pimpinan dayah, Sekretaris Daerah, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi, serta para camat.
Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri anak-anak yatim dari 17 kecamatan beserta pendamping, organisasi perempuan dan kepemudaan, insan pers, serta masyarakat umum yang ikut menyemarakkan peringatan tersebut.
Diawali Shalawat Badar, Perkuat Nuansa Religius
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan Shalawat Badar yang menggema di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Lantunan selawat tersebut menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengingatkan para hadirin akan pentingnya meneladani kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi tradisi keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial, menumbuhkan rasa persaudaraan, serta mengingatkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam konteks pemerintahan, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kejujuran, amanah, kepedulian, keadilan, dan sikap mengutamakan kepentingan bersama merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Momentum Maulid Nabi yang dirangkai dengan peringatan hari jadi Kabupaten Bireuen juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Santuni 200 Anak Yatim, Wujud Kepedulian Sosial
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 200 anak yatim yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Santunan yang bersumber dari gaji Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan. Bantuan itu mencerminkan kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus mengandung pesan bahwa kebahagiaan dalam memperingati hari jadi daerah perlu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Penyerahan santunan berlangsung dalam suasana penuh haru. Kehadiran anak-anak yatim bersama para pendamping dari berbagai kecamatan menambah makna kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Keterlibatan anak-anak yatim dari 17 kecamatan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen. Melalui kegiatan sosial semacam ini, peringatan hari jadi daerah diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Pemberian santunan juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kepedulian sosial, perhatian terhadap masyarakat rentan, serta upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara lebih luas.
Dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kepedulian terhadap anak yatim memiliki makna tersendiri karena sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menyayangi, melindungi, dan memperhatikan kesejahteraan anak yatim.
Berikan Penghargaan kepada Abon Arongan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan penghargaan secara simbolis kepada salah seorang tokoh kharismatik Bireuen, Tgk. H. Sofyan Mahdi atau yang dikenal dengan sebutan Abon Arongan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan sosial di Kabupaten Bireuen.
Kehadiran tokoh agama dalam momentum peringatan Maulid Nabi dan HUT Kabupaten Bireuen menjadi bagian penting dari upaya menghargai peran ulama dalam kehidupan masyarakat. Ulama memiliki kedudukan strategis dalam membimbing umat, menjaga nilai-nilai moral, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang berlandaskan ajaran agama.
Pemberian cinderamata dan penghargaan kepada Abon Arongan juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi tokoh agama yang telah mengambil bagian dalam perjalanan kehidupan masyarakat Bireuen.
Penghargaan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran berbagai pihak, termasuk ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi terdahulu yang telah memberikan sumbangsih bagi perkembangan daerah.
Momentum Memperkuat Persatuan dan Pembangunan Bireuen
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan rasa syukur, serta membangun komitmen bersama dalam memajukan daerah.
Keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan moral dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang amanah dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan daerah sejak terbentuknya Kabupaten Bireuen, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Dengan melibatkan unsur pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan dan kepemudaan, serta masyarakat umum, kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam menjaga keharmonisan dan mendukung kemajuan daerah.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan Bireuen tidak hanya diarahkan pada kemajuan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan kesejahteraan, dan pembentukan masyarakat yang berakhlak mulia.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa cita-cita mewujudkan Bireuen yang lebih religius, sejahtera, dan bermartabat membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan menjadikan nilai-nilai keislaman dan semangat persatuan sebagai landasan bersama.

