Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jelang TKA 2026, Kepala SMAN 1 Kuala Imbau Orang Tua Perketat Pendampingan Siswa Kelas XII

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:28 WIB Last Updated 2026-10-21T12:56:56Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2026 yang dijadwalkan mulai 26 Oktober mendatang tinggal menghitung hari. Menyikapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, Nurul Aini, S.Pd., M.A.P., mengimbau seluruh orang tua dan wali murid kelas XII untuk meningkatkan perhatian serta pendampingan terhadap anak selama masa persiapan ujian.

Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang mendorong keterlibatan seluruh elemen pendidikan dalam menyukseskan pelaksanaan TKA. Dukungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membantu siswa menghadapi ujian, terutama ketika waktu persiapan semakin terbatas.

Dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026), Nurul Aini menyampaikan bahwa kesiapan siswa tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh perhatian orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

“Hari ini sudah memasuki tanggal 21 Oktober, artinya waktu kita tinggal beberapa hari lagi sebelum ujian utama dimulai. Kami memohon dengan sangat atensi, kepedulian, dan kerja sama dari bapak dan ibu orang tua siswa untuk mengawal ketat persiapan anak-anak kita di rumah,” ujarnya.

Menurut Nurul Aini, menjelang pelaksanaan TKA, orang tua perlu memastikan anak memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif. Siswa hendaknya tetap fokus mengulang materi pelajaran, memperbanyak latihan soal, serta menjaga pola hidup sehat agar dapat mengikuti ujian dalam kondisi optimal.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi turut memperhatikan kondisi psikologis anak. Dukungan moral, komunikasi yang baik, dan suasana keluarga yang nyaman diperlukan untuk membantu siswa menghadapi ujian tanpa tekanan berlebihan.



Kesehatan dan Kesiapan Mental Jadi Perhatian

Nurul Aini menegaskan, salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah menjaga kesehatan fisik siswa menjelang hari pelaksanaan ujian. Anak-anak diharapkan memperoleh waktu istirahat yang cukup, tidur tepat waktu, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebugaran tubuh.

Di samping itu, orang tua diminta membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi sementara agar siswa dapat berkonsentrasi dalam mengulang materi dan mempersiapkan diri menghadapi soal-soal TKA.

Pendampingan juga perlu dilakukan dengan memberikan motivasi dan membangun rasa percaya diri anak. Orang tua diharapkan tidak memberikan tuntutan berlebihan yang justru dapat meningkatkan kecemasan menjelang ujian.

“Sinergi antara sekolah dan orang tua adalah kunci. Kami di sekolah terus mematangkan kesiapan teknis dan akademis, namun perhatian orang tua di rumah adalah penentu kesiapan mental anak. Mari bersama-sama kita hantarkan anak-anak kita meraih hasil terbaik demi masa depan mereka,” kata Nurul Aini.

Ia menambahkan, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuala sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui bimbingan belajar terkait TKA dan simulasi ujian. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan agar siswa lebih memahami mekanisme pelaksanaan tes dan memiliki gambaran mengenai ujian yang akan dihadapi.

Melalui pembekalan tersebut, sekolah berharap siswa dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperkuat pemahaman materi serta mengevaluasi kesiapan masing-masing sebelum mengikuti pelaksanaan utama.

TKA Berlangsung hingga 8 November 2026

Berdasarkan jadwal yang disampaikan, pelaksanaan utama TKA jenjang SMA tahun 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti tes tiga mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan cakupan materi tersebut, siswa diharapkan tetap menjaga konsistensi belajar tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat. Pengaturan waktu yang baik menjadi salah satu langkah penting agar persiapan akademik dapat berjalan seimbang dengan kondisi fisik dan mental.

Pihak sekolah juga mengingatkan pentingnya memahami ketentuan teknis yang berlaku selama pelaksanaan TKA. Kesiapan administrasi dan kepatuhan terhadap tata tertib perlu menjadi perhatian bersama, baik bagi peserta didik maupun orang tua.

Orang Tua Diminta Memastikan Kesiapan Teknis Anak

Selain mendampingi persiapan akademik, orang tua diharapkan turut memastikan anak memahami jadwal kehadiran dan persyaratan mengikuti ujian.

Sesuai ketentuan teknis yang menjadi perhatian dalam persiapan TKA, peserta perlu hadir lebih awal untuk menjalani pemeriksaan administrasi dan persiapan sebelum tes dimulai. Orang tua disarankan memperhitungkan waktu perjalanan serta mengantisipasi kemungkinan kendala transportasi agar anak tidak terlambat tiba di lokasi ujian.

Kelengkapan dokumen juga harus diperiksa sejak sehari sebelum pelaksanaan. Kartu peserta TKA dan kartu identitas yang dipersyaratkan perlu disiapkan agar tidak tertinggal ketika siswa berangkat ke sekolah.

Orang tua juga diminta mengingatkan anak untuk mematuhi aturan mengenai barang bawaan. Telepon seluler, kalkulator, jam tangan pintar, kamera, dan catatan tidak diperkenankan dibawa ke ruang ujian apabila termasuk barang yang dilarang dalam tata tertib resmi. Barang yang tidak diperbolehkan harus dititipkan pada tempat yang telah disediakan panitia.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kendala teknis maupun administratif yang berpotensi mengganggu konsentrasi siswa saat mengikuti ujian.

Integritas Peserta Harus Tetap Dijaga

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kejujuran selama mengikuti TKA. Orang tua diharapkan menanamkan pemahaman kepada anak bahwa ujian harus dikerjakan secara mandiri, tanpa menyontek, bekerja sama secara tidak sah, menggunakan joki, ataupun melakukan tindakan lain yang melanggar ketentuan.

Peserta juga harus mematuhi larangan mendokumentasikan soal ujian apabila hal tersebut tidak diperbolehkan dalam aturan pelaksanaan. Setiap bentuk pelanggaran dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan resmi yang berlaku.

Menurut pihak sekolah, hasil yang baik perlu dicapai melalui persiapan, kerja keras, dan kemampuan siswa sendiri. Karena itu, dukungan orang tua hendaknya diarahkan untuk membangun kepercayaan diri anak, sekaligus menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Dengan memahami tata tertib sejak awal, siswa diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian TKA secara tertib dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Hasil Terbaik

Nurul Aini berharap imbauan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh orang tua atau wali murid kelas XII SMA Negeri 1 Kuala. Waktu yang semakin dekat dengan pelaksanaan TKA perlu dimanfaatkan sebaik mungkin melalui kerja sama yang baik antara sekolah, keluarga, dan siswa.

Sekolah, lanjutnya, terus berupaya mempersiapkan peserta didik melalui pendampingan akademik dan kesiapan teknis. Sementara itu, orang tua diharapkan mengambil peran aktif dalam memastikan anak belajar secara teratur, menjaga kesehatan, mematuhi jadwal, serta memiliki kondisi mental yang baik.

Ia juga berharap para siswa dapat menjalani ujian dengan tenang, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran. Dengan persiapan yang matang dan dukungan lingkungan keluarga, siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menjelang pelaksanaan TKA 2026, perhatian orang tua bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan bagian dari dukungan pendidikan yang sangat berarti bagi anak. Melalui sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga, SMA Negeri 1 Kuala berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar dan seluruh siswa dapat memperoleh hasil sesuai dengan kemampuan serta usaha yang telah mereka lakukan.