Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Kabar Duka! Sastrawan Aceh Utara Tgk. Mahdi Idris Tutup Usia

Jumat, 24 Juni 2022 | 12:56 WIB Last Updated 2022-06-24T05:56:21Z

Kabar Duka! Sastrawan Aceh Utara Tgk. Mahdi Idris Tutup Usia


Detikacehnews.id | Lhoksukon - Tgk. Mahdi Idris, M.Sos, dikenal sebagai sastrawan Aceh dan tercatat sebagaai anggota MPU Aceh Utara dikabarkan meninggal dunia.

Sang ustaz yang selalu aktif diberbagai Muzakarah Ulama Aceh Utara dan Aceh Timur mampu mengatur waktu bisa aktif sebagai Penulis buku, artikel untuk media Nasional, sajak sajak dan Cerpen bahasa Aceh.

Beliau telah berjuang dengan penyakit hampir dua bulan berbaring tanpa daya, kini Rabu sekira pukul 15.29 Wib dipanggil menghadap sang Khaliq di RSU Cut Meutia Lhokseumawe, Aceh Utara.

Almarhum sempat dirawat satu hari penuh di ruang ICU, karena mengalami degradasi kesehatan, Rabu (22/6/2022).

Berdasarkan pantauan media ini almarhum disemayamkan di rumahnya Gampong Hueng Tanah Luas dan shalat jenazah tahap pertama diimami oleh putra pertamanya Sahal santri Dayah Syamsyudduha Dewantara. Kemudian Almarhum dimakamkan ditanah kelahirannya Gampong Keurutoe Kecamatan Lapang.

Kabar Duka! Sastrawan Aceh Utara Tgk. Mahdi Idris Tutup Usia


Terlihat kerabat karibnya, Gurunya sendiri dan puluhan muridnya melayat sampai ke rumah duka Gampong Hueng, Tanah Luas dan rumah orang tuanya di kertoe Kecamatan Lapang Aceh Utara.

Suasana haru menyelimuti rumah duka, Almarhum Tgk Mahdi dikebumikan Rabu malam sekira pukul 20.30 WIB dipemakaman umum tepat sebelah timur rumah kelahirannya.

Pria kelahiran Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, 3 Mei 1979 itu, semasa hidupnya selalu membimbing 4 anaknya dan 3 diantaranya aktif menuntut ilmu di sejumlah Pesantren di Aceh Utara, dia selalu aktif dalam berbagai kegiatan MPU ditingkat Kabupaten dan Kecamatan, terakhir beberapa bulan yang lalu masih aktif sabagai tim perumus muzakarah ulama di dayah abu Paya pasi Aceh Timur dan Muzakarah Ulama Tanah Luas.

DR.Tgk Abdullah, M.Ag anggota MPU Aceh Utara mengaku sangat kehilangan di MPU, "selama ini kami selalu bersama berdiskusi dan menyelesaikan tugas tugas yang diembankan oleh Ketua MPU. dia sangat aktif dan ulet dalam bekerja," ungkap Alumni HMI Lhokseumawe ini.

Hamdani, M.Sos yang dikenal teman akrabnya juga mengaku sangat merasa kehilangan, beliu pernah bercita cita bangun rumah sebelum kuliah Pasca Sarjana dan mengantar anak anaknya ke Dayah Dayah di Aceh Utara.

"Alhamdulillah itu sudah terkabul, namun ada satu cita citanya yakni mendirikan Dayah di kawasan Buket Hagu Lhoksukon atau Alue Leuhop," ungkap Hamdani menirukan perkataan terakhirnya tiga bulan yang lalu di Aroma Kupi Cunda Lhokseumawe.

Hamdani juga salut dengan kegigihan sang penulis muda itu hari hari mampu mengkaver tugas tugas mengajar di Dayah, balai pengajian, meminpin rapat komisi MPU, mengajar di Kampus Kampus, menulis bahan lomba tingkat Nasional bahkan mengukuti kegiatan keagamaan di Aceh Utara.

"Beliau pantas dibanggakan sebagai santri dayah berprestasi, saya kenal beliau saat masih jadi santri di Almuslimun Lhoksukon tahun 1996 ketika itu saya diperkenalkan oleh ustaz Ibnu Sofwan Indramayu, perjalanan beliau begitu terjal, itu bisa dimaknai dari karya karyanya seperti judul buku Lelaki Bermata Kabut dan belasan judul lainnya," lanjut Hamdani dengan bola mata berkaca kaca.

Salah seorang Tokoh masyarakat Meunasah Baro Samudera geudong juga sangat merasa kehilangan atas kepergian Tgk Mahdi Idris, bahkan sempat terucap bahwa di Gampong Meunasah Baro jamaah pengajian yang dibimbing almarhum selama beliau sakit tidak aktif lagi.

"Pengajian mingguan yang sudah 6 tahun lebih dipimpim oleh Almarhum di Meunasah Baro, sejak almarhum mengalami sakit pengajian jadi terhenti dan tidak aktif. Kami sangat merasa kehilangan," ungkap Geusyik Ham, yang juga murid Almarhum.

Tgk Mahdi Idris adalah merupakan sosok dari kalangan santri Dayah menuju MPU Aceh Utara, hampir 10 tahun mengabdi di MPU sebagai tenaga ahli dan Anggota MPU, 10 tahun jadi Guru Dayah Ruhul Islam Tanah Luas sebagai Guru bakti dan tercatat sebagai Dosen Jami'atut Tarbiyah Lhoksukon, IAIN dan Unimal.

Selain itu, Tgk. Mahdi juga aktif sebagai Dewan Juri MTQ Aceh Utara, penulis cerpen, juga sejumlah buku karangannya seperti yang berjudul Lelaki Bermata Kabut, Jawai, Angsana Mekar dan belasan judul lainnya. Juga merangkap sebagai guru ngaji, Khatib dan Tim Perumus Muzakarah Ulama Aceh Utara dan Aceh Timur.

Hari ini almarhum menghadap sang Khaliq meninggalkan 4 putra putri, semoga husnul khatimah, amiin yarabbal 'alamin. (Murhaban)