Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim Gelar Posyandu Remaja Pascabanjir di Dua Desa Terdampak Bireuen

Minggu, 28 Desember 2025 | 16:22 WIB Last Updated 2025-12-31T09:23:53Z

Dokumentasi foto tim Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim dalam kegiatan Posyandu Remaja di dua desa terdampak banjir.

 
Detikacehnews.id | Bireuen - Upaya pemulihan psikososial pascabencana banjir bandang di Kabupaten Bireuen terus dilakukan secara berkelanjutan. Universitas Almuslim (Umuslim) melalui Tim Fakultas Kesehatan kembali menunjukkan komitmennya dengan menggelar kegiatan Posyandu Remaja di dua desa terdampak banjir, yakni Desa Lueng Daneun dan Desa Teupin Raya, pada 28 Desember 2025.


Kegiatan ini menyasar kelompok usia remaja yang dinilai rentan secara psikologis dan kerap luput dari perhatian dalam penanganan pascabencana. Sebanyak 167 remaja mengikuti pendampingan terpadu yang dirancang untuk memulihkan kondisi mental, meningkatkan kesehatan fisik, serta memperkuat kesadaran terhadap kesehatan lingkungan di wilayah pascabanjir.


Posyandu Remaja tersebut merupakan pelaksanaan keempat dari rangkaian program pendampingan pascabencana yang digagas Fakultas Kesehatan Umuslim. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Peneliti Siti Rahmah, M.Kes, bersama anggota tim Nuraina, M.Keb dan Herrywati Tambunan. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan mahasiswa Universitas Almuslim, guru sekolah setempat, kader kesehatan desa, serta Fan Jader selaku pengelola kegiatan yang berperan dalam memfasilitasi keterlibatan orang tua dan masyarakat.


Fokus utama kegiatan ini adalah pendampingan psikososial bagi remaja terdampak banjir. Sesi awal diawali dengan terapi storytelling atau terapi bercerita, yang memberikan ruang bagi para remaja untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, serta trauma yang mereka alami selama dan setelah bencana. Dalam suasana yang aman, hangat, dan penuh empati, para remaja didorong untuk berbagi cerita tanpa rasa takut maupun stigma.


Metode terapi bercerita dinilai efektif dalam membantu remaja merasa didengar dan diterima, sekaligus menjadi langkah awal dalam memulihkan kondisi emosional yang terguncang akibat bencana. Pendekatan ini juga bertujuan memperkuat ketahanan mental remaja agar mampu kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri.


Setelah sesi pendampingan psikososial, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas rekreatif dan edukatif, seperti senam otak, ice breaking, serta permainan kelompok yang menekankan kekompakan dan kerja sama tim. Rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk membangun kembali interaksi sosial, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kembali semangat dan keceriaan para remaja.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Gelak tawa dan partisipasi aktif para remaja menjadi indikator awal bahwa proses pemulihan psikologis mulai menunjukkan hasil positif, meskipun mereka masih berada dalam situasi pascabencana yang penuh keterbatasan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan fisik dan pemenuhan gizi remaja, tim Fakultas Kesehatan Umuslim juga membagikan susu serta snack bergizi kepada seluruh peserta. Asupan tambahan ini diberikan untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tulang remaja, sekaligus menjadi wujud perhatian terhadap kebutuhan gizi kelompok usia remaja yang sering terabaikan dalam kondisi darurat.


Selain aspek mental dan fisik, Posyandu Remaja ini juga mengintegrasikan edukasi kesehatan lingkungan. Tim memberikan pelatihan singkat mengenai penggunaan Aquatab sebagai metode penjernihan air bersih pascabanjir, serta membagikan serbuk abate untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja dan keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah munculnya penyakit pascabencana.


Kehadiran mahasiswa Universitas Almuslim yang memiliki rentang usia relatif dekat dengan para peserta turut menciptakan kedekatan emosional tersendiri. Dukungan dari guru sekolah setempat juga memperkuat suasana pendampingan yang inklusif dan ramah remaja. Banyak peserta mengaku merasa nyaman, senang, dan termotivasi mengikuti kegiatan tersebut.


Dalam sesi refleksi, sejumlah remaja bahkan menyampaikan kembali harapan dan cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, meskipun kondisi sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat banjir. Cita-cita tersebut beragam, mulai dari menjadi tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter, pendidik, hingga profesi kreatif di bidang digital.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim Fakultas Kesehatan Umuslim menyerahkan berbagai paket bantuan kepada para remaja. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan sekolah, makanan tambahan, serta kebutuhan pribadi sehari-hari seperti sampo, sabun, pasta gigi, sikat gigi, deodoran, handbody, pembalut, dan perlengkapan lainnya. Bantuan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan remaja dalam fase pemulihan pascabencana.


Orang tua dan masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta pendampingan yang diberikan Universitas Almuslim melalui Fakultas Kesehatan. Mereka berharap kegiatan Posyandu Remaja dapat terus berlanjut dan hadir secara berkesinambungan untuk mendukung pemulihan remaja, baik dari aspek kesehatan, psikologis, maupun sosial.


Melalui kegiatan ini, Posyandu Remaja tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang aman dan suportif bagi remaja untuk memulihkan diri, menumbuhkan kembali harapan, serta menata masa depan dengan lebih optimistis di tengah kondisi pascabencana.