Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Letakkan Batu Pertama Pembangunan Huntap Korban Banjir, Balee Panah Jadi Lokasi Perdana

Rabu, 07 Januari 2026 | 17:24 WIB Last Updated 2026-01-07T10:24:44Z

Dokumentasi foto Bupati Bireuen meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Huntap di desa Balee Panah, Kecamatan Juli.


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (7/1/2026). Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan fisik huntap sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam mempercepat pemulihan pascabencana.


Pembangunan huntap tersebut ditujukan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat dan hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen. Bupati Mukhlis menegaskan, pembangunan huntap ini merupakan langkah strategis agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan permanen.


Alhamdulillah, hari ini perdana dibangun di Aceh dan belum ada di kabupaten lain yang membangun huntap seperti ini,” ujar Bupati Mukhlis dalam sambutannya.


Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 3.692 unit Hunian Tetap bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Bupati Mukhlis menyebutkan, jumlah tersebut merupakan data rumah yang mengalami rusak berat dan hilang akibat bencana.


Untuk rumah yang rusak, baik rusak berat, sedang maupun ringan, jumlahnya mencapai sekitar 16 ribu unit. Namun yang menjadi prioritas huntap adalah rumah rusak berat dan hilang, sebanyak 3.692 unit,” papar orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini di hadapan Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Yannamora.


Bupati Bireuen juga menambahkan, pembangunan huntap akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah akan membangun 1.000 unit rumah yang sepenuhnya dibiayai oleh BNPB.


Tahap pertama akan dibangun 1.000 unit rumah dengan pendanaan dari BNPB. Sisanya akan dibangun pada tahap berikutnya oleh Pemerintah Pusat, kemungkinan akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” jelasnya.


Ia juga menyebutkan, dari total 3.692 unit huntap yang direncanakan, sebanyak 3.626 unit akan dibangun di 14 titik lokasi (kecamatan) di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen.


Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn) Yannamora menegaskan bahwa pembangunan huntap harus diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan arahan pimpinan BNPB dan pemerintah pusat.


Sesuai petunjuk pimpinan, termasuk harapan Kepala BNPB dan Menteri Sekretaris Negara, pembangunan huntap ini harus diselesaikan secepatnya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kegiatan.


Saat ditanya mengenai target penyelesaian pembangunan huntap, Yannamora menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung setelah bulan puasa Ramadan tahun 2026.


Diharapkan sesudah puasa sudah selesai dan bisa segera ditempati oleh masyarakat,” katanya.


Ia juga menegaskan bahwa pembangunan huntap untuk korban bencana hidrometeorologi ini merupakan yang perdana di Sumatra, dan Kabupaten Bireuen menjadi daerah pertama yang merealisasikannya.


Untuk wilayah Sumatra, pembangunan huntap ini perdana di Kabupaten Bireuen dan belum dibangun di daerah lain,” jelas Yannamora.


Terkait anggaran, Yannamora menyebutkan bahwa biaya pembangunan huntap sebesar Rp60 juta per unit, sementara pelaksana pembangunan akan diatur oleh pemerintah daerah masing-masing.


Pemerintah pusat hanya menyediakan anggaran untuk pembangunan rumah. Syaratnya, tanah harus milik masyarakat yang dibuktikan dengan surat kepemilikan. Pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk pembelian tanah,” tegasnya.


Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen, Doli Mardian, menjelaskan bahwa keputusan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk langsung membangun hunian tetap merupakan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat di berbagai wilayah terdampak banjir.


Menurutnya, masyarakat secara tegas menyampaikan keinginan agar pemerintah tidak lagi membangun hunian sementara, melainkan langsung menyediakan hunian permanen yang dapat ditempati dalam jangka panjang dan memberikan rasa aman bagi korban bencana.


Doli Mardian juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang belum memiliki lahan atau masih terkendala status kepemilikan tanah, Pemerintah Kabupaten Bireuen membuka ruang solusi melalui mekanisme musyawarah di tingkat gampong. Selain itu, warga diperbolehkan membangun hunian tetap di lokasi lain, bahkan lintas kecamatan, sepanjang seluruh persyaratan administrasi dan legalitas kepemilikan tanah dinyatakan jelas dan sah secara hukum.


Selain pembangunan huntap, Pemkab Bireuen juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan sementara warga terdampak. Sambil menunggu rumah hunian tetap selesai dibangun, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak banjir.


Dana Tunggu Hunian tahap awal diberikan langsung untuk jangka waktu tiga bulan dengan total bantuan sebesar Rp1.800.000 per keluarga. Pada kesempatan tersebut, Bupati Mukhlis menyerahkan DTH secara simbolis kepada perwakilan warga penerima bantuan. Bupati menyebutkan DTH akan terus berlanjut selama Huntap belum selesai dengan perkiraan enam bulan lamanya.


Peletakan batu pertama pembangunan huntap di Gampong Balee Panah turut dihadiri Ketua DPRK Bireuen Juniadi, SH, Kajari Bireuen Yarnes, SH, perwakilan Dandim 0111/Bireuen, perwakilan Kapolres Bireuen, para kepala dinas, camat, kepala kantor, serta jajaran bagian dan sekretariat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.


Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, dipilih sebagai lokasi perdana pembangunan huntap dan selanjutnya akan dilanjutkan ke desa-desa lain yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.


Dengan dimulainya pembangunan huntap ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap masyarakat terdampak banjir dapat segera memiliki hunian yang aman, layak, dan permanen. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.


Kita doakan semoga Allah SWT memberkahi upaya ini dan pembangunan huntap dapat segera selesai, sehingga warga terdampak banjir bisa segera merasakan manfaatnya,” tutup Bupati Mukhlis.