Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gubernur Aceh Usulkan Impor Daging Sapi Jelang Ramadan

Kamis, 01 Januari 2026 | 20:52 WIB Last Updated 2026-01-01T13:52:31Z

Foto Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

 

Detikacehnews.id | Jakarta - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengusulkan kepada pemerintah pusat agar dilakukan impor daging sapi atau sapi hidup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh menjelang bulan suci Ramadan. Usulan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran melonjaknya harga daging sapi akibat dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.


Hal itu disampaikan Mualem dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama kementerian/lembaga serta kepala daerah yang digelar di Aceh pada Selasa, 30 Desember 2025. Dalam forum tersebut, Mualem meminta perhatian khusus pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.


Menurut Mualem, daging sapi memiliki peran penting bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam tradisi dan konsumsi selama bulan Ramadan. Ia menyebutkan bahwa tanpa ketersediaan daging, suasana Ramadan di Aceh terasa tidak lengkap.


Sebentar lagi kita menjelang Ramadan, Pak. Jadi Aceh kalau tidak megang daging rasanya Ramadan tidak sah,” ujar Mualem dalam rapat tersebut.


Mualem menjelaskan, pada kondisi normal saja harga daging sapi di Aceh sudah tergolong tinggi dan menjadi yang termahal di Indonesia, yakni mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram. Ia khawatir harga tersebut akan melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp300 ribu per kilogram akibat berkurangnya pasokan ternak pascabanjir.


Jadi harga daging yang termahal di Aceh, se-Indonesia di Aceh, Pak. Hari-hari biasa sampai Rp200 ribu per kilo. Mungkin dengan keadaan ini bisa sampai Rp300 ribu, karena banyak ternak yang menjadi korban,” ungkapnya.


Ia menambahkan, bencana banjir yang melanda Aceh telah menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Banyak sapi milik warga yang mati atau hilang terseret banjir, sehingga pasokan ternak menurun drastis. Bahkan, di daerah asalnya, Mualem menyebut ada agen sapi yang kehilangan hingga ratusan ekor ternak akibat bencana tersebut.


Di kampung saya, Pak, agennya sapi sampai 300 ekor musnah karena dampak banjir,” katanya.


Atas kondisi tersebut, Mualem secara khusus meminta dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, agar dapat membantu memasok daging sapi maupun sapi hidup ke Aceh. Bantuan tersebut, menurutnya, dapat disalurkan atau dijual dengan harga terjangkau kepada masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana.


Kami mohon dagingnya, Pak, atau sapi utuh, apakah dijual atau diberikan kepada masyarakat terdampak, supaya mereka tetap bisa menikmati daging,” ujarnya.


Mualem juga mengusulkan agar pemerintah membuka opsi impor sapi atau daging sapi dari negara-negara yang dinilai memiliki harga lebih terjangkau, seperti Australia atau India. Langkah tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka pendek untuk menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.


Saya rasa kita boleh impor, Pak, dari mana saja yang murah, Australia atau India. Ini saya sarankan karena banyak ternak yang menjadi korban,” pungkasnya.


Usulan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga daging sapi di Aceh, sekaligus meringankan beban masyarakat pascabanjir dalam menyambut bulan suci Ramadan.