Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HMI Bireuen Apresiasi Pemkab Bangun Hunian Tetap Perdana di Aceh

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:57 WIB Last Updated 2026-01-07T14:57:57Z

Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, Teuku Mirza Saputra.

 

Detikacehnews.id | Bireuen - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menyampaikan apresiasi atas langkah serius dan progresif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat korban banjir dan tanah longsor. Pembangunan Huntap tersebut secara perdana dimulai di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (7/1/2026), dan menjadi yang pertama direalisasikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir besar akhir tahun lalu.


Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, Teuku Mirza Saputra, menilai kebijakan Pemkab Bireuen yang langsung membangun hunian tetap, bukan hunian sementara, merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hunian jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025.


Menurut Mirza, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan sosial.


Pembangunan Huntap yang dimulai di Gampong Balee Panah merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Pemerintah daerah telah menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini akan dilanjutkan secara bertahap di desa-desa lain yang juga terdampak bencana, sehingga seluruh masyarakat mendapatkan penanganan yang adil dan merata,” ujar Mirza dalam keterangannya.


Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bireuen, pembangunan Huntap ini direncanakan mencapai 3.692 unit yang diperuntukkan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat dan hilang akibat banjir dan tanah longsor. Sementara itu, total rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, baik dengan kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan, tercatat mencapai sekitar 16 ribu unit.


Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 unit Huntap yang seluruh pembiayaannya bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan alokasi anggaran sebesar Rp60 juta per unit. Dari keseluruhan rencana pembangunan, sebanyak 3.626 unit Huntap akan dibangun di 14 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bireuen.


Pemkab Bireuen menargetkan pembangunan Huntap tersebut dapat diselesaikan dan mulai ditempati oleh masyarakat terdampak setelah bulan Ramadan 2026, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.


Selain pembangunan hunian tetap, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendukung lainnya. Di antaranya adalah Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan yang direncanakan diberikan selama enam bulan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3.000.000 per keluarga, serta bantuan perbaikan rumah bagi warga dengan kategori rusak sedang sebesar Rp30 juta dan rusak ringan sebesar Rp15 juta.


Peletakan batu pertama pembangunan Huntap di Gampong Balee Panah turut dihadiri oleh sejumlah unsur penting daerah dan pusat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Bireuen Juniadi, S.H., Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Yarnes, S.H., perwakilan Dandim 0111/Bireuen, perwakilan Kapolres Bireuen, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn) Yannamora, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen Doli Mardian, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.


HMI Cabang Bireuen menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan Huntap tidak hanya bergantung pada perencanaan dan anggaran, tetapi juga pada pengawasan yang ketat dan partisipasi seluruh pihak. Oleh karena itu, HMI menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal proses pembangunan Huntap dan penyaluran seluruh bantuan agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Harapan kami, seluruh proses ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana dan mampu mengembalikan kehidupan mereka secara layak dan bermartabat,” pungkas Mirza.