![]() |
| Foto Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, SE. |
Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen secara tegas membantah isu penimbunan bantuan logistik yang disebut-sebut terjadi di Gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, SE, menyusul berkembangnya informasi tidak benar (hoaks) di media massa dan media sosial yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya kepada media (14/1), Doli Mardian menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan dan distribusi bantuan logistik dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, tidak pernah ada praktik penimbunan bantuan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kami menegaskan bahwa tidak ada penimbunan logistik di Gudang BPBD. Stok barang yang terlihat cukup banyak tersebut merupakan kondisi wajar, mengingat BPBD setiap hari menerima bantuan dari berbagai sumber, baik dari donatur maupun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Seluruh barang tersebut keluar dan masuk secara dinamis sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Doli Mardian.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan mekanisme resmi, yakni melalui permintaan tertulis dari camat setempat yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak bencana. Dengan sistem tersebut, distribusi bantuan dapat dilakukan secara terarah, tepat sasaran, dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Doli Mardian juga menanggapi sorotan terkait keberadaan peralatan kerja seperti cangkul dan gerobak sorong yang masih terlihat tersimpan di gudang BPBD. Ia memastikan bahwa peralatan tersebut bukan barang yang ditahan, melainkan logistik yang baru diterima pada akhir pekan lalu dan sedang dipersiapkan untuk segera disalurkan.
“Peralatan tersebut merupakan bagian dari logistik pendukung penanganan pascabencana. Fungsinya untuk membantu proses pembersihan lumpur, sampah, dan material sisa banjir di permukiman warga maupun fasilitas umum. Penyalurannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Doli Mardian turut didampingi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bireuen, Hanafiah. Keduanya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk tetap fokus pada kerja-kerja kemanusiaan dan pemulihan pascabencana, serta tidak terpengaruh oleh narasi disinformasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Pemerintah daerah tetap bekerja maksimal dan totalitas dalam menangani dampak banjir. Energi dan perhatian kami sepenuhnya diarahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan baik,” tegas Doli.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, bijak, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak memiliki dasar dan validitas yang jelas. Masyarakat diminta untuk selalu mengonfirmasi informasi melalui sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menghambat upaya penanganan bencana.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif. Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen menjalankan penanganan bencana secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kepercayaan publik terhadap proses penanganan bencana tetap terjaga, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi serta memulihkan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
