Bireuen - detikacehnews.id Pemerintah pusat kini menghadirkan terobosan baru dalam pembangunan gerai koperasi di desa, Terobosan itu tersirat dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri serta Instruksi Presiden nomor 17 tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan (KDMP) Koperasi Desa Merah Putih. dan ditargetkan operasionalnya berjalan serentak di seluruh indonesia pada Juni 2026. 12 Februari 2026.
skema pembiayaan dan pembangunan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Pembangunan fisik gerai koperasi sepenuhnya ditangani oleh Agrinas Pangan Nusantara (BUMN) bekerjasama dengan TNI. Desa, kelurahan atau koperasi cukup mendaftarkan lahan atau bangunan melalui SIMKopdes untuk diverifikasi.
Bila sudah ada bangunan, akan dinilai apakah perlu renovasi, pembangunan baru, atau cukup penyesuaian. Hal ini berbeda dengan konsep awal, dimana KDKMP harus mengajukan kredit ke bank dengan berbagai persyaratan, termasuk BI Checking (SLIK OJK) bagi pengawas dan pengurus. Sekarang, seluruh proses pendanaan, pembangunan hingga modal kerja dilakukan dengan sistem baru yang lebih sederhana dan langsung diarahkan dari pusat.
Koordinasi awal dilakukan oleh Koramil, Kodim, dan Korem bersama Dinas Koperasi setempat untuk memastikan lahan yang digunakan benar-benar layak. Bahkan, dokumen tanah yang digunakan tidak harus sertifikat resmi, bisa juga dengan SPPT atau girik C.
Setiap gerai koperasi nantinya akan mendapat dukungan dana dengan plafon maksimal Rp. 3 miliar. Anggaran ini sudah termasuk untuk pembangunan fisik sekaligus modal kerja awal. KDMP atau desa tidak perlu mengeluarkan dana sendiri di awal, karena semua ditalangi oleh Danantara, dengan dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan.
Zulfikar PLT Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Bireuen, melalui kabid Koperasi dan UKM, Dra. Cut Fikria Sari Hanum, M.Si, kepada media ini mengatakan, terkait dengan berapa jumlah anggara untuk gerai gedung KDMP pihak tidak mengetahui, terkait dengan Rab dan siapa Konsultan yang menangani pembangunan gedung dan kelengkapan untuk gerai sayapun tidak tau, "jelasnya.
Dari data yang di dapatkan dari Kodim 0111 Bireuen, bahwa pembangunan gerai gedung KDMP di 17 kecamatan dan 609 desa, yang sudah mulai pelaksanaan pembangunan gerai KDMP diantaranya, kecamatan Juli 5 gampong, kecamatan Jeumpa 5 gampong, kecamatan Kota Juang 5 gampong,kecamatan Ganda Pura 6 gampong, kecamatan jeunieb 10 gampong, kecamatan Pandrah 4 gampong, kecamatan Simpang Mamplam 10 gampong, Samalanga 1 gampong. Sedangkan kecamatan yang belum melaksanakan pembangunan gerai, masih terkendala dengan status tanah dan lokasi yang sesuai dengan pendirian gerai tersebut, bahkan ada sebahgian gampong tidak memiliki tanah sama sekali untuk pendiri gerai, "ungkapnya.
Ditempat terpisah, Muhammad keuchik Keude Tambue, yang didampingi Busairi Ketua Koperasi kepada media ini mengatakan, pembangunan gerai sedang dikerjakan, dalam pekerjaan pembangunan gerainya terus di awasi pihak koramil setempat, dipastikan akan selesai dengan target yang telah di tentukan oleh pihak kodim 0111 Bireuen," sebutnya. (Samsul Bahri)