Detikacehnews.id | Bireuen — Sebanyak 213 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Bireuen resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Aceh. SK tersebut diserahkan melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd, dalam acara yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Bireuen pada Kamis, 5 Februari 2026.
Penyerahan SK tersebut dihadiri ratusan penerima yang selama ini telah mengabdi di berbagai satuan pendidikan, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten Bireuen. Momentum ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi tenaga pendidikan sekaligus penguatan status mereka dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya proses pengangkatan PPPK Paruh Waktu hingga tahap penyerahan SK. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen para tenaga pendidikan yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, SK yang diterima bukan sekadar dokumen administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Ia berharap para PPPK Paruh Waktu dapat terus meningkatkan kompetensi, menjaga disiplin kerja, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Abdul Hamid juga memberikan pesan khusus agar para tenaga pendidikan tetap menjaga etika profesi dan membangun suasana kerja yang positif di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa peran pendidik tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan nilai-nilai moral peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan pesan reflektif yang menyentuh tentang makna pengabdian seorang pendidik. Ia mengingatkan bahwa nilai seorang tenaga pendidik tidak diukur dari jabatan atau status semata, melainkan dari manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
“Yang bernilai bukan seberapa tinggi jabatan kita, tetapi seberapa baik dan seberapa besar manfaat kehadiran kita bagi orang lain. Itulah yang akan dikenang,” ungkapnya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para penerima SK yang hadir. Banyak di antara mereka yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan, sehingga penyerahan SK ini menjadi momentum penting sekaligus penyemangat baru untuk terus berkarya.
Selain itu, Abdul Hamid juga berharap para PPPK Paruh Waktu mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran, inovasi metode pengajaran, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.
Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Kabupaten Bireuen. Kehadiran tenaga pendidik yang profesional dan berdedikasi diyakini menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri jajaran Cabang Dinas Pendidikan, para tenaga pendidikan penerima SK, serta undangan lainnya. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa profesi pendidik bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan pengabdian yang meninggalkan jejak manfaat bagi generasi mendatang.
.jpg)