Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pesan Haru Abdul Hamid Warnai Penyerahan 213 SK PPPK Paruh Waktu di Bireuen, Tekankan Makna Pengabdian Pendidik

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:11 WIB Last Updated 2026-02-05T09:11:15Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen — Suasana khidmat sekaligus penuh haru mewarnai penyerahan 213 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada tenaga pendidikan yang dinyatakan lulus seleksi tahun 2025. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd dalam acara resmi yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen pada Kamis, 5 Februari 2026.


Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para tenaga pendidikan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, kesabaran, dan konsistensi dalam dunia pendidikan. Penyerahan SK tidak hanya dipandang sebagai pengakuan administratif, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan negara kepada para pendidik untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.


Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian proses seleksi PPPK Paruh Waktu hingga tahap penyerahan SK. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para penerima SK yang telah melalui proses panjang dengan penuh semangat, komitmen, dan tanggung jawab.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras yang patut disyukuri, namun pada saat yang sama harus dimaknai sebagai amanah besar. Ia menekankan bahwa status sebagai PPPK Paruh Waktu bukan sekadar status kepegawaian, melainkan panggilan pengabdian yang menuntut integritas, profesionalisme, dan komitmen moral.


Lebih jauh, Abdul Hamid menyampaikan pesan reflektif yang terasa menyentuh dan sarat makna. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia pendidikan, jabatan atau status bukanlah ukuran utama keberhasilan seorang pendidik. Yang jauh lebih penting adalah dampak nyata yang diberikan kepada peserta didik, sekolah, dan masyarakat.


Ia berpesan agar para PPPK Paruh Waktu selalu menjaga integritas, kedisiplinan, serta terus mengembangkan kompetensi profesional. Dunia pendidikan, menurutnya, terus berkembang dan menuntut adaptasi, kreativitas, serta semangat belajar yang berkelanjutan dari para tenaga pendidik.


Namun pesan yang paling membekas adalah penegasan tentang nilai manfaat dalam pengabdian. Abdul Hamid menyampaikan dengan nada haru bahwa yang akan dikenang dari seorang pendidik bukanlah jabatan yang disandang, melainkan kebaikan, keteladanan, dan kontribusi nyata yang diberikan kepada orang lain.


Yang bernilai bukan seberapa tinggi jabatan kita, tetapi seberapa baik dan seberapa besar manfaat kehadiran kita bagi orang lain. Itulah yang akan dikenang. Karena sesungguhnya pengabdian seorang pendidik adalah tentang memberi makna bagi kehidupan orang lain,” ujarnya.


Pesan tersebut disambut dengan perhatian penuh dari para penerima SK. Banyak yang merasa tersentuh, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui hingga sampai pada titik tersebut. Bagi sebagian tenaga pendidikan, momen ini menjadi penegasan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi ladang pengabdian yang sarat nilai kemanusiaan.


Abdul Hamid juga mengingatkan pentingnya menjaga etika profesi dan membangun lingkungan kerja yang harmonis. Ia berharap para PPPK Paruh Waktu mampu menjadi teladan dalam sikap, disiplin, serta semangat kerja, sehingga kehadiran mereka tidak hanya dirasakan dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik.


Selain itu, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kualitas dedikasi tenaga pendidik di lapangan. Karena itu, ia berharap para PPPK Paruh Waktu dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen sekolah.


Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi para tenaga pendidikan untuk semakin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Bireuen. Kehadiran mereka di berbagai satuan pendidikan diharapkan mampu memperkuat proses pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa, serta menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dan bermakna.


Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri jajaran Cabang Dinas Pendidikan, tenaga pendidikan penerima SK, serta undangan lainnya. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga refleksi bersama tentang pentingnya pengabdian tulus dalam dunia pendidikan.


Pada akhirnya, pesan haru yang disampaikan Abdul Hamid menjadi pengingat bahwa profesi pendidik adalah profesi yang meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan banyak orang. Bukan jabatan yang akan selalu dikenang, tetapi ketulusan, keteladanan, dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Itulah esensi pengabdian yang sesungguhnya dalam dunia pendidikan.