Detikacehnews.id | Bireuen - Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, memasuki babak baru. DT Peduli bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dan masyarakat Desa Alue Kuta serta Desa Kuala Ceurape resmi memulai Program Pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir.
Komitmen bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST., Ketua Yayasan DT Peduli Ir. M. Bascharul Ashana, M.BA, serta perwakilan masyarakat, Dedi Hermanto.
Program pembangunan kawasan Huntap ini mengedepankan konsep kolaboratif dan gotong royong, dengan pembagian peran yang jelas antara lembaga filantropi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. DT Peduli akan membangun sebanyak 45 unit rumah tipe 36 bagi penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan pengesahan oleh Pemkab Bireuen.
Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama akan dibangun 25 unit hunian tetap, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua sebanyak 20 unit. Setiap unit rumah akan dilengkapi instalasi listrik, kamar mandi, serta sistem sanitasi internal yang layak guna memastikan standar hunian sehat dan aman bagi keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Pemkab Bireuen bertanggung jawab terhadap penyediaan infrastruktur pendukung kawasan. Tanggung jawab tersebut meliputi proses pematangan lahan (land clearing), pembangunan jalan lingkungan dan akses masuk, sistem drainase, penyediaan jaringan listrik rumah, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah bagi warga penerima manfaat. Dukungan infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan kawasan hunian yang tertata, legal, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, masyarakat Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape menunjukkan komitmen kuat dengan menyediakan lahan seluas 6.567 meter persegi untuk lokasi pembangunan. Proses pembangunan juga akan melibatkan langsung para penerima manfaat melalui sistem swadaya dan partisipasi aktif, sehingga menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab bersama terhadap kawasan hunian yang akan ditempati.
Bupati Bireuen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DT Peduli atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat penyintas banjir. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci percepatan pemulihan pascabencana.
“Kami berharap pembangunan Huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran hunian tetap bukan sekadar membangun rumah fisik, melainkan membangun kembali harapan dan stabilitas kehidupan warga yang terdampak. Dengan adanya kepastian tempat tinggal yang layak, diharapkan beban psikologis dan ekonomi masyarakat dapat berangsur pulih.
Program pembangunan kawasan Huntap ini menjadi simbol kebangkitan dan solidaritas bersama dalam menghadapi dampak bencana. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak hanya mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang.
.jpg)