Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sunat Massal Pascabanjir, 70 Anak Dapat Layanan Gratis dari Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim

Minggu, 15 Februari 2026 | 15:41 WIB Last Updated 2026-02-15T08:41:31Z


Detikacehnews.id | Bireuen - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan kalangan akademisi kesehatan. Fakultas Kedokteran dari Universitas Almuslim menggelar kegiatan sunat massal gratis bagi sekitar 70 anak dari keluarga terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di wilayah Peusangan pada Minggu (15/2/2026) pagi sebagai bagian dari kepedulian pascabencana sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.


Program khitan massal ini tidak hanya menyediakan layanan medis gratis, tetapi juga menghadirkan dukungan sosial berupa santunan uang tunai, kain sarung, serta Al-Qur’an kepada para peserta. Bantuan tersebut diserahkan panitia bersama sejumlah mitra, termasuk Taman Iskandar Muda Jakarta serta tokoh dermawan H Datum Hadisaputro. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang masih menghadapi dampak ekonomi akibat banjir.



Pelaksanaan khitanan dilakukan oleh tim medis profesional yang sebagian besar merupakan dokter bedah. Proses tindakan dilaksanakan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) serta Respiratory Intensive Care Unit (RICU) fakultas kedokteran setempat, dengan penerapan standar medis dan keselamatan pasien secara ketat agar prosedur berlangsung aman dan nyaman bagi anak-anak peserta.


Dekan fakultas kedokteran, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sosial kesehatan tersebut sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya melalui pengobatan massal gratis bagi masyarakat. Sunat massal kemudian menjadi kelanjutan program sebagai bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan kedokteran kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana.


Ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional institusi pendidikan kesehatan. Menurutnya, kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat pascabencana tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara akademisi, tenaga medis, dan masyarakat.


Dalam kapasitasnya sebagai pengurus Ikatan Dokter Indonesia cabang Bireuen, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan dokter bedah untuk menjaga kualitas tindakan sesuai standar profesi. Selain itu, perannya sebagai wakil di Persatuan Ahli Bedah Indonesia Aceh membuat aspek keselamatan prosedur medis menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.


Ketua panitia, dr. Dara Farasina, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah dipersiapkan secara matang, mulai dari koordinasi lintas profesi hingga pelatihan teknis bagi dokter operator. Persiapan itu dilakukan agar seluruh proses berjalan tertib, profesional, serta memenuhi standar keselamatan medis.



Sebelumnya, para tenaga medis telah mengikuti pelatihan Training of Trainer (ToT) teknik dorsumsisi yang aman menurut perspektif ahli bedah. Pelatihan ini bertujuan memberikan penyamaan persepsi, penguatan kompetensi teknis, serta briefing medis guna memastikan prosedur khitan massal berlangsung aman, efektif, dan sesuai standar kedokteran modern.


Teknik dorsumsisi sendiri merupakan salah satu metode sirkumsisi yang banyak digunakan dalam praktik bedah modern karena dinilai efektif serta relatif aman apabila dilakukan sesuai prosedur. Dalam pelatihan tersebut, dokter dibekali pemahaman mengenai sterilisasi alat, ketepatan teknik sayatan, penggunaan anestesi yang tepat, hingga edukasi pascatindakan untuk meminimalkan risiko komplikasi.


Melalui rangkaian kegiatan sosial kesehatan ini, fakultas kedokteran berharap dapat terus berkontribusi membantu masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Selain memberikan manfaat kesehatan langsung, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi kesehatan serta memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, tenaga medis, dan masyarakat luas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.