Detikacehnews.id | Bireuen - Bidang Perempuan dan Keluarga (BPK) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bireuen menyalurkan bantuan kepada korban dugaan pelecehan seksual anak di Kecamatan Samalanga, Selasa (17/3/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari anggota Komisi III DPR RI, Nasir Jamil yang disalurkan melalui struktur PKS Bireuen.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Bireuen, Nova Rina Ridara, S.Pd., dengan mengunjungi kediaman korban. Kehadiran rombongan tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Nova Rina Ridara hadir bersama Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, SP, Sekretaris Dewan Etik Daerah PKS Bireuen, Zakiatul Putri, Lc., MA., Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Kerukunan Beragama, Tgk. Rizal Yasin, Ketua Komunikasi Digital, Iramadhani, SE., serta jajaran pengurus lainnya.
![]() |
| Dokumentasi foto pengurus PKS Bireuen hadir di rumah korban pelecehan seksual di Samalanga pada Selasa (17/3/2026). |
Dalam suasana penuh empati, rombongan disambut oleh keluarga korban. Mereka berdialog langsung dengan korban dan ibu korban guna memastikan kondisi psikologis serta kebutuhan yang diperlukan pascakejadian.
Nova Rina Ridara menyampaikan bahwa kehadiran Bidang Perempuan dan Keluarga PKS merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak yang berada dalam kondisi rentan.
“Kami hadir tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga. Peristiwa ini menjadi perhatian serius kita bersama, karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan maksimal dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, kasus pelecehan seksual terhadap anak tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Sementara itu, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian dari Nasir Jamil, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI. Komisi tersebut memiliki ruang lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, sehingga perhatian terhadap kasus kekerasan seksual dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan politik.
Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, SP, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas bersama. Ia menilai bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga politik sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
“Kehadiran kita di sini adalah bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk terus mendorong perlindungan terhadap perempuan dan anak. Kita berharap korban mendapatkan pendampingan yang memadai hingga pulih dari trauma yang dialami,” ungkap Syahrizal.
Selain itu, rombongan juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan kepada korban. Lingkungan yang peduli dan responsif dinilai sangat berpengaruh dalam proses pemulihan psikologis anak.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS Bireuen dalam merespons kasus kekerasan terhadap anak secara langsung di lapangan. Melalui Bidang Perempuan dan Keluarga, PKS berkomitmen untuk terus hadir memberikan pendampingan, edukasi, serta advokasi bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.
Diharapkan, bantuan dan dukungan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan keluarga, serta menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini. Selain itu, peristiwa ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga dan melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa.
Nova Rina Ridara menyampaikan bahwa kehadiran Bidang Perempuan dan Keluarga PKS merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak yang berada dalam kondisi rentan.
“Kami hadir tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga. Peristiwa ini menjadi perhatian serius kita bersama, karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan maksimal dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, kasus pelecehan seksual terhadap anak tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Sementara itu, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian dari Nasir Jamil, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI. Komisi tersebut memiliki ruang lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, sehingga perhatian terhadap kasus kekerasan seksual dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan politik.
Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, SP, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas bersama. Ia menilai bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga politik sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
“Kehadiran kita di sini adalah bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk terus mendorong perlindungan terhadap perempuan dan anak. Kita berharap korban mendapatkan pendampingan yang memadai hingga pulih dari trauma yang dialami,” ungkap Syahrizal.
Selain itu, rombongan juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan kepada korban. Lingkungan yang peduli dan responsif dinilai sangat berpengaruh dalam proses pemulihan psikologis anak.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS Bireuen dalam merespons kasus kekerasan terhadap anak secara langsung di lapangan. Melalui Bidang Perempuan dan Keluarga, PKS berkomitmen untuk terus hadir memberikan pendampingan, edukasi, serta advokasi bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.
Diharapkan, bantuan dan dukungan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan keluarga, serta menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini. Selain itu, peristiwa ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga dan melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa.


