Detikacehnews.id | Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui program pertukaran mahasiswa. Dua mahasiswa terbaiknya secara resmi dilepas untuk melanjutkan studi selama satu tahun di Jepang, tepatnya di Nagoya Gakuin University (NGU).
Prosesi pelepasan berlangsung pada Selasa, 17 Maret 2026, di Gedung Biro Rektor Umuslim. Kedua mahasiswa tersebut adalah Ulya Mazna dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Abdul Hafizh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., secara langsung melepas keberangkatan keduanya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Senat Ir. T.M. Nur, M.Si., Wakil Rektor III Dr. drh. Zulfikar, M.Si., Dekan FKIP, para ketua program studi, Kepala Bagian Kantor Urusan Internasional (KUI), Kepala Bagian Humas Drs. Faizin, M.Pd., dosen pembimbing Abon Furkan, orang tua mahasiswa, serta dua mahasiswa asal Jepang yang sedang menempuh studi di Umuslim, yakni Hakane dan Hikari.
Dalam sambutannya, Rektor Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan pesan penuh makna kepada kedua mahasiswa agar senantiasa menjaga sikap, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman selama menempuh pendidikan di negeri orang. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater Universitas Almuslim sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Aceh.
“Jagalah akhlak, disiplin dalam belajar, serta jangan lupa untuk terus beribadah. Kalian membawa nama baik kampus dan daerah. Ingatlah selalu doa orang tua yang menjadi kunci keberhasilan kalian hingga bisa sampai ke tahap ini,” ujar Rektor.
Ia juga mengingatkan bahwa Jepang dikenal sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dan mengambil nilai-nilai positif selama berada di sana.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Urusan Internasional, kedua mahasiswa tersebut telah melalui proses panjang sejak Januari 2025. Mereka mempersiapkan berbagai dokumen persyaratan, mengikuti tahapan seleksi administrasi, ujian, hingga wawancara sebelum akhirnya dinyatakan lulus.
Tidak hanya itu, keduanya juga telah dibekali dengan berbagai pelatihan intensif, meliputi bahasa Jepang, sosial budaya, sejarah Jepang, ekonomi, sistem pemerintahan, serta sistem perkuliahan di kelas internasional. Pelatihan tersebut diikuti bersama mahasiswa dari berbagai negara dan dibimbing oleh tim khusus dari NGU.
Selain pembekalan bahasa Jepang, kemampuan bahasa Inggris juga terus diasah di bawah bimbingan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd., serta dosen pembimbing Abon Furkan.
Rencananya, Ulya Mazna dan Abdul Hafizh akan berangkat ke Jepang pada 23 Maret 2026 melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan, dengan transit di Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang.
Rektor Dr. Marwan juga menambahkan bahwa kerja sama antara Umuslim dan NGU Jepang telah terjalin sejak tahun 2014 melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup program pertukaran mahasiswa (student exchange) dan pertukaran dosen (teacher exchange).
Ia mengenang bahwa pada awal kerja sama tersebut, dirinya masih menjabat sebagai Wakil Rektor I dan turut hadir langsung ke NGU Jepang bersama Rektor sebelumnya, Dr. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., serta jajaran pimpinan rektorat lainnya.
“Sejak 2014 hingga sekarang, setiap tahun selalu ada mahasiswa NGU yang kuliah di Umuslim, dan sebaliknya kita juga mengirim mahasiswa ke Jepang. Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama internasional yang kita bangun terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, orang tua Ulya Mazna, Tgk. Munawar, mengungkapkan rasa haru dan syukur atas kesempatan yang diraih putrinya. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh dosen dan pihak kampus yang telah membimbing dan mendidik anaknya hingga mampu menembus program internasional tersebut.
“Tidak pernah kami bayangkan sebelumnya anak kami bisa kuliah ke Jepang. Ini semua berkat bimbingan para dosen dan kerja keras anak kami sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan bahwa awalnya Ulya Mazna bercita-cita melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa. Namun, ia meyakinkan anaknya bahwa kuliah di Umuslim juga memiliki kualitas yang baik dan membuka peluang besar untuk meraih kesuksesan, termasuk kesempatan belajar ke luar negeri.
“Alhamdulillah, mungkin ini doa kami yang dikabulkan Allah. Ternyata dari Umuslim, anak kami bisa sampai ke Jepang,” tambahnya penuh haru.
Keberangkatan dua mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani mengambil peluang dalam mengembangkan diri di tingkat internasional. Selain itu, hal ini juga semakin memperkuat posisi Universitas Almuslim sebagai kampus yang aktif dalam menjalin kerja sama global dan mencetak lulusan berdaya saing internasional.
