Bireuen - Detikacehnews.id l Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Aceh, Dr. Arinaldi, S.SiT., S.H., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi kekediaman ulama karismatik Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya, yang dikenal sebagai Waled NU, seorang ulama kharismatik Aceh di Samalanga, Bireuen.
Kunjungan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Anny Setiawati, A.Ptnh., M.M., beserta para Kepala Seksi dan jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara jajaran ATR/BPN dengan tokoh ulama serta masyarakat di wilayah Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, berlangsung pada selasa (10/3/26 ).
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Anny Setiawati, A.Ptnh., M.M., kepada awak media menjelaskan, Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kanwil BPN Aceh dan kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen melakukan silaturahmi ke kediaman Waled Nu serta berdiskusi ringan, mengenai berbagai hal, termasuk pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dengan tokoh Agama serta masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan silaturahmi ini dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara instansi pemerintah dengan para ulama sebagai tokoh penting di tengah masyarakat Aceh, "jelasnya.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara BPN, ulama, dan pemerintah daerah, sekaligus mendukung percepatan pendaftaran tanah wakaf dan pelayanan pertanahan yang lebih baik di Aceh.
Dengan adanya kunjungan ini, Badan Pertanahan Nasional berharap dapat memperkuat sinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat, sehingga berbagai program pelayanan pertanahan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kunjungan ini juga ditegaskan peran BPN dalam mendukung pendidikan dan dakwah melalui pengelolaan aset tanah yang lebih baik".
Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya Kanwil BPN Aceh untuk mendekatkan diri dengan tokoh masyarakat dalam menata pertanahan di Aceh. ( samsul )